Kaido memang sudah menjadi karakter yang misterius dan unik sejak pertama kali dia diperkenalkan dalam cerita One Piece. Dia memiliki prinsip yang berbeda dengan karakter atau Yonko lainnya. Contohnya adalah dia lebih senang melihat dunia hancur, dan ketika dia berhasil menjadi raja bajak laut setelah menemukan One Piece, dia bermimpi untuk membuat kekacauan di seluruh dunia.

Selain itu, Kaido juga sangat ingin mati. Menurutnya, kematian melengkapi lingkaran hidup seseorang. Kaido memang diceritakan sangat ingin mati, karena dengan kekuatan yang dia miliki, dia sangat sulit untuk mati. Karena keinginanya untuk tewas sangat besar, rasanya memang masuk akal jika Kaido kemudian sangat memperdulikan atau sangat memikirkan mengenai warisannya.

Logikanya, semua hal yang Kaido miliki akan diwariskan oleh Yamato, anaknya. Namun, Yamato sendiri menolaknya. Dan dengan pertarungan antara anak dan ayah tersebut masih berlangsung sampai sekarang, sudah jelas bahwa Kaido memang tidak menganggap lemah atau menganggap remeh Yamato. Meski pun begitu, Kaido sendiri akan tetap menganggap Yamato sebagai pewarisnya.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi petunjuk untuk hal tersebut. Pertama, Kaido sudah sejak lama “melatih” Yamato. Pada chapter 1024 kemarin, diperlihatkan bahwa jika Yamato masih berusaha untuk tetap menyebut dirinya Oden, maka dia lebih baik mati. Namun, sudah 20 tahun sejak kejadian tersebut dan Yamato masih hidup.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Di chapter sebelumnya pun Yamato sempat mengatakan bahwa dia sudah sering bertarung dengan Kaido, dan sudah tidak terhitung berapa kali dia kalah. Namun, itulah yang membuat dia kuat. Di sisi lain, selama 20 tahun dan dengan banyaknya pertarungan yang terjadi, Kaido sama sekali belum pernah membunuhnya. Mungkin di balik sikapnya yang kejam, Kaido ingin Yamato menjadi sosok yang kuat.

Bahkan, dalam pertarungannya sekarang pun, Kaido mengerahkan semua kekuatannya untuk berusaha menghabisi Yamato. Karena, dia tahu bahwa Yamato akan bisa bertambah kuat dan hebat dengan melampaui batas kemampuannya. Kedua, Kaido menghormati Yamato dengan caranya. Bagaimana Kaido menyebut Yamato – yang sudah jelas adalah perempuan – sebagai “anak laki-laki” menimbulkan perdebatan hangat di kalangan fans, terutama mengenai jenis kelaminnya.

Sebagian fans berkesimpulan bahwa mungkin Kaido sebenarnya mendambakan anak laki-laki, sehingga dia “memaksakan” dirinya untuk menganggap Yamato sebagai anak laki-lakinya. Namun, mungkin sebenarnya ada alasan lain yang tidak kita ketahui. Bisa jadi, sebenarnya Kaido menghormati keputusan Yamato yang mengagumi sosok Oden, dan menganggap dirinya sebagai Oden.

Mungkin terdengar aneh, tetapi ini cara Kaido menghormati pilihan Yamato. Seperti yang diketahui, Kozuki Oden merupakan musuh dari Kaido. Dan Yamato yang mengaguminya mengaku bahwa dia adalah Kozuki Oden. Karena itulah dia kemudian memenjarakan anaknya, dan kemudian bertarung sampai berusaha membunuhnya – meski pun dia tidak melakukan hal tersebut.

Ketiga, Kaido mungkin tidak berhasil mewujudkan mimpinya. Momen bersejarah di God Valley mungkin masih berbekas di hati Kaido. Karena itulah, dia mungkin masih menaruh dendam terhadap kaum naga langit. Kekalahan dan kehancuran kelompok Rocks akibat Garp dan Roger yang melindungi kaum naga langit, menjadi awal mula munculnya dendam tersebut.

Bisa jadi, sebenarnya keinginan Kaido untuk menciptakan kekacauan di seluruh dunia merupakan impiannya untuk menghancurkan kaum naga langit dan Pemerintah Dunia. Hal ini dikarenakan merekalah yang menjaga dan mengendalikan semua yang ada di dunia One Piece. Sehingga, Kaido berusaha untuk menghancurkan itu semua.

Fakta bahwa Kaido mengetahui tentang sosok Joy Boy memunculkan spekulasi bahwa dia mungkin mengetahui tentang perang besar pada masa yang akan datang yang dipimpin oleh bajak laut generasi baru. Kaido kecewa karena dia tidak bisa terlibat dalam pertempuran tersebut. Keempat, Yamato mungkin akan mewarisi tekad dari Kaido dan bukan Oden. Impian terbesar dari Yamato adalah bebas.

Apa yang dilakukan oleh Kaido terhadap Wano dan bagaimana Kaido kemudian memenjarakan Yamato mencerminkan sikap yang dilakukan oleh kaum naga langit terhadap dunia, dan juga bagaimana mereka menggunakan budak dalam kehidupan mereka. Setelah mendengar dan mengetahui tentang keinginan Kaido yang berusaha untuk menghancurkan kaum naga langit, bukan tidak mungkin bahwa Yamato pun akan terinspirasi dari Kaido dan pada akhirnya mewarisi tekad dari kaido.

Jadi, kesimpulannya adalah Kaido bisa jadi sebenarnya sedang mempersiapkan Yamato untuk sesuatu yang akan datang. Kaido mungkin melihat Yamato sebagai pewaris utamanya, sehingga Kaido rela melakukan apa pun untuk mempersiapkan anaknya tersebut. Tentunya menarik melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita nantikan saja kelanjutan ceritanya ya Geeks!