Donquixote merupakan keluarga kerajaan dari Dressrosa yang berkuasa dengan sangat kejam. Mereka selalu berkonflik dengan suku Tontatta dan menjadikan mereka budak dalam waktu yang lama. Kekejaman Donquixote telah terkenal sebelum abad kekosongan terjadi, namun entah kenapa keluarga ini tergolong dalam 20 kerajaan yang akhirnya bergabung untuk menyelamatkan dunia pada abad kekosongan. Setelah tragedi itu selesai, Donquixote dipanggil untuk tinggal di tanah suci alias Marie Gosei.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, raja dari keluarga Donquixote pada saat itu sepakat untuk meninggalkan Dressrosa dan tinggal bersama dengan para bangsawan lain yang akhirnya terkenal dengan nama Tenryuubito. Kekejaman Donquixote akhirnya berakhir di tanah Dressrosa, dan wilayah itu dilanjutkan oleh salah satu keluarga cabang dari Donquixote yang bernama keluarga Riku.

Setelah sekian lama, mereka hidup nyaman di Marie Gosei dan mendapat kehidupan lebih mewah. Namun pada masa Donquixote Homing alias ayah dari Doflamingo, mereka memilih untuk pergi meninggalkan Marie Gosei dan Tenryuubito. Homing memilih jalan itu sebab menurutnya, dia ingin menjalankan hidup sederhana dan memulai semuanya dari awal. Namun sayangnya rencana Homing tidak berjalan dengan baik dan malah memperburuk keadaan.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Saat Homing akhirnya memilih keluar dari Marie Gosei, keluarga Donquixote tinggal di sebuah pemukiman yang ternyata memiliki dendam pada Tenryuubito di masa lalu. Setelah masyarakat sekitar mengetahui identitas mereka sebenarnya, banyak yang memusuhi dan ingin membakar rumah keluarga Donquixote. Di masa-masa sulit, ibu Doflamingo meninggal karena tidak kuat hidup miskin bersama dengan keluarga Donquixote.

Banyaknya tekanan yang dihadapi Doflamingo sejak kecil yang membuatnya sangat membenci ayahnya. Menurut Doflamingo, semua nasib buruk yang dia alami adalah salah sang ayah. Itulah alasannya kenapa saat masih kecil, Doflamingo tega membunuh ayahnya sendiri dan memilih untuk menjadi bajak laut. Sebab saat itu Tenryuubito menolak permohonan Doflamingo untuk kembali menjadi bagian dari Marie Gosei.

Doflamingo menjadi titik balik keluarga Donquixote saat menjadi jahat dan lebih kejam dari sebelumnya. Doflamingo berusaha keras untuk menjadi kuat dan merangkak naik untuk lebih populer agar memiliki kesempatan untuk balas dendam. Bahkan dengan kekuatan yang dia miliki membuat Doflamingo ditakuti oleh para Tenryuubito yang sebelumnya sangat meremehkannya.

Doflamingo juga berhasil kembali mengambil kekuasaan yang dilepas oleh leluhurnya yaitu pulau Dressrosa. Selama masih berkuasa kekacauan sering terjadi di Dressrosa dan pihak kerajaan sangat takut pada Doflamingo. Dia juga tidak segan-segan untuk membunuh siapapun yang berani menentang perintahnya. Bahkan Doflamingo juga telah menjadi salah satu Shichibukai dengan cara mengancam para Tenryuubito dan mencuri harta yang mereka miliki.

Bukti kekejaman Doflamingo menjadi fakta bahwa keluarga Donquixote tidak bisa menjadi orang baik. Bahkan Homing yang merupakan ayah dari Doflamingo juga gagal menjalankan keinginannya yaitu membuat keluarga Donquixote menjadi golongan orang baik. Sifat kejam yang dimiliki Doflamingo merupakan sifat keturunan para leluhur Donquixote yang di masa lalu membuat perseteruan dengan para kurcaci dan memerintah Dressrosa dengan cara yang kejam.

Meskipun Doflamingo memiliki alasan yang jelas menjadi jahat, namun tindakan yang dia lakukan selama berkeliaran bebas telah merugikan banyak orang. Saat ini dia telah menjadi salah satu tahanan yang paling berbahaya di Impel Down setelah dikalahkan oleh Luffy dan kawan-kawan. Nampaknya ini adalah akhir dari keluarga Donquixote yaitu berakhir di penjara yang gelap dan pengap di Impel Down.

seorang manusia yang kebetulan tinggal di Malang dan lulusan salah satu kampus di sana pula. Lahir di Lumajang dan anak pertama dari dua bersaudara. Meski menyukai banyak hal, terkadang ada juga yang tidak disukainya juga sebab itu adalah sifat alami manusianya. Salam kenal untuk para Pembaca dan selamat menikmati sajian tulisannya.