Serial animasi What If…? Episode 3 baru saja tayang beberapa waktu, dan banyak hal yang mengejutkan terjadi di episode kali ini. Di episode kali ini, What If…? membahas kejadian alternatif saat Nick Fury (Samuel L. Jackson) ingin membentuk tim Avengers untuk pertama kali. Berbeda dengan yang penggemar lihat di film-film Marvel Cinematic Universe sebelumnya, di serial ini para ‘calon’ anggota Avengers tidak seberuntung di filmnya. Seorang pembunuh misterius menargetkan para calon anggota Avengers agar tim super terbaik di Bumi ini tidak pernah dibentuk dan Nick Fury harus mencegah hal itu.

Berjudul “What If… the World Lost Its Mightiest Heroes?”, What If…? Episode 3 dimulai dengan Nick dan Natasha Romanoff (Lake Bell) yang mendatangi Tony Stark alias Iron Man (Mick Wingert) untuk mengajaknya menjadi Avengers. Namun, saat Nick menyuruh Natasha untuk menyuntikan obat untuk menghambat racun dari luka di dadanya, secara tragis Tony malah tewas di tempat. Sebagai orang yang terakhir kali menyuntikan obat pada Tony, Natasha kemudian ditahan oleh SHIELD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, Nick memberinya sebuah misi untuk mengungkap pembunuhan Tony.

Sementara Natasha berhasil meloloskan diri dan mencari tahu siapa pembunuh Tony, Nick kewalahan karena harus kehilangan Thor dan Clint Barton kurang dari 24 jam setelah kematian Tony, dan malah diikuti kematian Bruce Banner alias Hulk (Mark Ruffalo) dan Natasha beberapa hari kemudian. Tidak hanya itu, Nick harus menghadapi Loki dan pasukan Asgardian yang menuntut balas atas kematian Thor. Meminta waktu kepada Loki untuk menemukan pembunuh yang sebenarnya, Nick akhirnya mengetahui fakta dari telepon sebelum Natasha tewas, bahwa pembunuhnya berhubungan dengan ‘Hope’.

Tidak lama setelah itu Nick mengetahui siapa pembunuh sebenarnya, dia adalah ayah Hope Van Dyne yaitu Hank Pym, yang di What If…? Episode 3 mengambil identitas penjahat Yellowjacket. Namun, apa yang memotivasi Hank membunuh semua calon anggota Avengers? Ternyata karena dia dendam kepada Nick dan SHIELD karena telah membuat Hope mati. Saat di pertarungan terakhir melawan Nick, yang sebenarnya adalah Loki, Hank mengatakan bahwa SHIELD bertanggung jawab atas kematian istrinya, Janet Van Dyne dan anaknya. Hope tewas setelah mendapatkan sebuah misi dari SHIELD di Odessa, Ukraina.

Sementara kematian Janet kemungkinan sama seperti yang terlihat di film Ant-Man, yang ternyata tidak mati dan malah terjebak di Quantum Realm, kematian Hope di Odessa tidak dijelaskan di serialnya. Tetapi jika mengacu pada tempat di mana Hope melakukan misi, yaitu Odessa, Ukraina, kemungkinan besar dia melakukan misi Ambush in Odessa. Misi tersebut di versi live action-nya dilakukan oleh Natasha, di mana dia ditugaskan untuk mengawal insinyur nuklir, tetapi di tengah perjalanan Winter Soldier menyerang dan membunuh ilmuwan tersebut, termasuk menembaknya menembus perut Natasha.

Jika benar Hope melakukan misi tersebut, berarti bisa disimpulkan bahwa Hope tewas di tangan Winter Soldier alias Bucky Barnes di misi Odessa. Masuk akal mengapa Hank Pym marah dan menjadi penjahat yang membunuh semua calon anggota Avengers, karena semua keluarganya tewas saat menjalankan misi dari SHIELD. Walaupun begitu tindakannya tidak bisa dibenarkan, dan untungnya pada akhirnya Hank Pym berhasil dikalahkan.