Sebagai sekuel dari film Venom yang dirilis pada tahun 2018, Venom: Let There Be Carnage merupakan film Marvel non-MCU yang paling ditunggu-tunggu oleh penggemar. Kali ini Eddie Brock (Tom Hardy) dan symbiote Venom-nya harus menghadapi salah satu musuhnya yang paling sadis dan berbahaya, yaitu Cletus Kasady alias Carnage (Woody Harrelson). Sayangnya, film ini lagi-lagi harus ditunda karena kesulitan box office dan kekhawatiran atas virus COVID-19 varian Delta.

Terlepas dari respons yang beragam dari para kritikus, film Venom pertama berhasil meraup lebih dari $80 juta atau sekitar Rp1,1 triliun pada minggu pertama pembukaannya. Pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, tingkat pendapatan box office jauh di bawah pencapaian Venom pada tahun 2018, jadi cukup masuk akal mengapa Sony kembali menunda penayangan Venom: Let There Be Carnage. Mengingat film ini adalah salah satu andalan Sony Picture di tahun 2021, tampaknya Sony tidak ingin mengambil risiko dengan merilis filmnya pada saat penyebaran virus meningkat.

Menurut Variety, jadwal perilisan Venom: Let There Be Carnage diundur menjadi tanggal 15 Oktober 2021, tiga minggu setelah tanggal rilis sebelumnya yaitu 24 September 2021. Dengan jadwal barunya sekarang, film ini akan bersaing langsung dengan film Halloween Kills yang dirilis pada hari yang sama. Selain itu, film ini juga akan berada di antara film James Bond baru yang berjudul No Time To Die dan film Dune karya Denis Villeneuve, yang rilis berurutan pada tanggal 8 Oktober dan 22 Oktober.

Dengan semua film besar tersebut, tampaknya Venom: Let There Be Carnage akan menghadapi persaingan yang panas di box office. Ditambah lagi, pendapatan box office biasanya menurun setelah minggu pertama perilisannya. Masih harus dilihat dahulu apakah penundaan ini akan sebanding dengan harapan Sony atau tidak, atau bahkan mungkin Sony mempunyai rencana candangan lain untuk memundurkan jadwalnya lagi. Kita tunggu saja kabar selanjutnya ya, Geeks.

*Catatan: artikel ini lebih dulu tampil dan disadur dari Screenrant.com oleh Nico Marrone

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.