Komik Beta Ray Bill karya Daniel Warren Johnson, Mike Spicer, dan Joe Sabino, menceritakan petualangan karakter Beta Ray Bill yang sedang berusaha untuk mencari pengganti senjata andalannya yaitu Strombreaker, yang telah dihancurkan oleh Thor. Dan sekarang, di edisi kelima yang akan datang sekaligus edisi terakhir komiknya, Bill berhadapan dengan penjahat raksasa yang menghancurkan Asgard di MCU Thor: Ragnarok yaitu Surtur.

Saat ini, Bill harus berhadapan dengan Surtur yang baru saja mengungkapkan bahwa pedang dongengnya yang disebut Twilight merupakan senjata anti-Mjolnir. Hal itu membuat Bill sangat menginginkan sejata tersebut. Pencarian Bill untuk senjata Twilight sebenarnya adalah upaya pencariannya untuk mengembalikan tubuhnya agar kembali seperti semula. Karena setelah berselisih dengan Thor, Stormbreaker Bill hancur, hal itu membuatnya tidak bisa berubah ke penampilan alaminya sebagai alien Korbinite.

Setelah diberi tahu bahwa hanya Twilight yang bisa menggantikan Stormbreaker-nya, Bill dikirim oleh Odin ke kedalaman Muspelheim, di mana dia menemukan Surtur sedang menunggunya. Setelah sebelumnya Bill gagal melindungi rakyatnya dari serangan Surtur, pertemuannya kembali untuk memenangkan kembali kemanusiaannya adalah akhir yang epik untuk edisi terakhir komik Beta Ray Bill.

Di sisi lain, Surtur yang telah dikalahkan oleh Thor dan terputus dari takdir Ragnarok, sangat ingin sekali mengalahkan Bill. Karena ternyata sejak Surtur dikalahkan terakhir kali, Twilight telah menolak untuk digunakan Surtur. Sehingga sang Dewa Api percaya bahwa dia hanya bisa kembali menguasai Twilight jika dia menunjukkan kekuatannya dengan mengalahkan sang Dewa Petir yang lain yaitu Beta Ray Bill.

Tentu saja, syarat ‘layak’ untuk mendapatkan senjata ajaib adalah ide yang familier dalam cerita Asgardian Marvel. Nilai Thor sebagai pahlawan telah lama diukur dengan palunya, yang hanya bisa digunakan jika penggunanya benar-benar layak. Perbedaan antara Mjolnir dan Twilight terletak pada penilaian kelayakannya, jika Mjolnir mengukur berdasarkan moral kepahlawanan, Twilight justru menginginkan kekuatan murni.

Thor baru-baru ini menunjukkan bahwa Mjolnir hanya dapat digunakan oleh pahlawan yang bersedia menghadapi semua ancaman Ten Realms Marvel, setelah sebelumnya berhasil digunakan oleh bangsawan seperti Jane Foster dan Beta Ray Bill. Pesona Mjolnir sangat terikat dalam tekad dan tujuan pahlawan yang menggunakannya, tetapi jika Surtur benar, Twilight bukanlah senjata yang hanya bisa digunakan untuk tujuan mulia, melainkan hadiah untuk pejuang yang paling brutal.

Untuk Bill cukup jelas bahwa sementara keinginannya sekarang hanya bisa berubah kembali ke bentuknya yang semula, baginya tantangan yang lebih besar adalah belajar untuk hidup menyelamatkan orang-orangnya. Sementara Bill kemungkinan besar bisa mengalahkan Surtur ketika edisi terakhir nanti rilis, hadiah sebenarnya atas apa yang dia lakukan bukanlah senjata Twilight anti-Mjolnir, melainkan kesempatan untuk mengalahkan Surtur, dan melangkah keluar dari bayang-bayang Thor selama ini.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.