Hampir semua orang di seluruh dunia mengetahui bahwa kematian orang tua Bruce Wayne adalah pemicu Bruce Wayne untuk menjadi seorang pahlawan super terkenal yaitu Batman. Kematian orang tuanya membuat Bruce merasa perlu menjaga Kota Gotham dari semua ancaman kejahatan, dari kejahatan besar seperti peledakan kota, sampai kejahatan kecil seperti perampokan. Bagi Batman kejahatan seperti apa pun tetap akan mempunyai konsekuensi pada masa depan.

Dalam perjalanan sejarah Batman di komik DC, ada seorang penulis komik yang mencoba bereksperimen dengan membuat pahlawan super tertentu menghadapi takdir yang berbeda dari sebelumnya, misalnya apa yang akan terjadi jika sejak awal orang tua Bruce Wayne tidak terbunuh, apakah Batman akan tetap ada? Jawabannya ada di komik Detective Comics #500, kisah ‘To Kill a Legend’ karya Alan Brennert dan Dick Giordano. Seperti kebanyakan cerita Batman sebelumnya, sebuah kejadian terjadi pada hari kematian keluarga Wayne, tetapi versi Brennert tidak sekelam versi aslinya.

Di komik tersebut, Batman justru bertemu dan sempat melihat Joe Chill, orang yang melakukan pembunuhan orang tuanya di cerita-cerita sebelumnya. Batman menemukan Joe di Crime Alley dan tiba-tiba Robin ada di sana, padahal Robin telah melakukan perjalanan ke Eropa pada malam sebelumnya. Ternyata sekutu Justice League bernama Phantom Stranger telah mengatur semua ini. Dia memberi tahu Batman bahwa pada timeline alternatif, orang tuanya belum terbunuh. Sebagai bentuk persahabatannya, Phantom membiarkan temannya mencoba menyelamatkan orang tuanya, dan Robin mengikutinya.

Sesampai di sana, Robin melihat bahwa ini adalah dunia tanpa pahlawan super, jadi dia bertanya-tanya apakah adil bagi mereka untuk mencampuri urusan dunia ini. Batman menolak kekhawatiran Robin tersebut, sehingga pada akhirnya Batman tetap menolong Bruce Wayne muda agar tidak merasakan kesedihan dan rasa bersalah yang selama ini dia tanggung. Batman benar-benar bersyukur bisa merasakan pengalaman tersebut, dia berhasil menyelamatkan orang tuanya di timeline alternatif. Itu adalah hadiah yang luar biasa dari Phantom Stranger.

Meskipun Batman dan Robin sudah pasrah dengan efek yang mereka sebabkan di timeline alternatif tersebut, perubahan besar terjadi di epilognya. Di epilog, meskipun Bruce muda mengetahui bahwa orang tuanya berhasil selamat, dia tetap memutuskan untuk berlatih menjadi pahlawan super yang dia mau. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Bruce Wayne bukan pahlawan super yang lahir karena dendam, tetapi dia memang ditakdirkan untuk menjadi pahlawan super apa pun yang terjadi.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.