Film Captain America: The First Avenger yang rilis pada tahun 2011 merupakan film Marvel Studios yang menandai debut Steve Rogers sebagai Captain America di Marvel Cinematic Universe. Film yang berlatar Perang Dunia II ini disutradarai oleh Joe Johnston, ditulis oleh Christopher Markus dan Stephen McFeely yang juga menulis film MCU lainnya seperti Captain America: The Winter Soldier, Captain America: Civil War, Thor: The Dark World, Avengers: Infinity War, dan Avengers: Endgame.

Penjahat utama yang harus dihadapi oleh Steve di Captain America: The First Avenger adalah Red Skull, seorang pemimpin Hydra yang juga menggunakan serum tentara super. Pertarungan terakhir mereka terjadi di sebuah pesawat yang membawa banyak bom untuk dijatuhkan di Amerika. Setelah Red Skull menghilang karena menyentuh Tesseract di akhir film, Steve melakukan pengorbanan terakhirnya dengan menabrakan pesawat bom ke dataran es di Antartika. Namun, terlepas dari pengorbanan heroik tersebut, ternyata awalnya Steve akan ditakdirkan untuk melawan robot raksasa, bukan Red Skull.

Baru-baru ini, penulis Markus dan McFeely berbicara kepada Yahoo tentang perubahan terbesar yang mereka lakukan terhadap film The First Avenger. Markus menjelaskan bahwa awalnya Captain America akan melawan robot, namun pada akhirnya cerita tersebut harus mereka ubah karena beberapa alasan. “Saya pikir pada akhirnya adalah masalah anggaran dan waktu,” kata Markus. “Kami berpikir bahwa kami benar-benar tidak bisa menghabiskan terlalu banyak waktu.” Mereka menambahkan bahwa robot-robot tersebut tadinya akan berada di bawah kendali Red Skull dan bernama Panzermax.

Sementara robot tank adalah ide yang cukup menarik, tetapi apa yang telah dihadirkan di film Captain America: The First Avenger bukanlah sesuatu yang buruk. Plot film yang juga berfokus pada hubungan Steve dan Peggy Carter juga merupakan keputusan terbaik yang sangat berdampak untuk masa depan MCU. Khususnya membuat kejadian pensiun Steve di film Avengers: Endgame menjadi lebih berdampak besar, di mana Steve akhirnya bisa menua bersama Peggy di timeline lain.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.