Saat menulis naskah The Suicide Squad, sutradara James Gunn mencari tahu ‘siapa karakter DC terkonyol sepanjang masa’ dan dia menemukan bahwa salah satu penjahat terkonyol adalah Polka-Dot Man, dan ia adalah salah satu penjahat komik Batman pada tahun 60-an. Secara umum Polka-Dot Man memang dianggap sebagai salah satu penjahat terkonyol sepanjang masa, tetapi sebenarnya kisah Polka-Dot Man di komik lebih cenderung menyedihkan karena nasibnya yang berakhir tragis.

Batman adalah pahlawan DC yang mempunyai daftar penjahat paling beragam sekaligus paling terkenal di DC Comics, seperti penjahat Joker, Catwoman, Deathstroke, dan Harley Quinn. Namun, tidak hanya musuh yang terkenal saja yang ada di dalam daftar penjahat Batman, ada juga penjahat yang tidak begitu terkenal, termasuk salah satunya Abner Krill alias Polka-Dot Man. Di komik, dia adalah pemimpin komplotan maling kelas teri, namun Robin secara berlebihan memburunya dengan menggunakan seekor macan tutul. Berikut ringkasan tentang Polka-Dot Man, villain paling menyedihkan di DC!

Polka-Dot Man di DC Comics

Sama seperti sebagian besar penjahat kelas teri lainnya, Polka-Dot Man juga ingin sekali menjadi penjahat yang sangat terkenal dan ditakuti. Namun, dia harus merelakan tujuannya setelah tertangkap oleh Departemen Kepolisian Kota Gotham dan dipukuli oleh detektif Harvey Bullock di depan puluhan saksi. Abner kemudian dikirim ke rumah sakit, dan karena luka-lukanya sangat parah, Abner mengajukan keluhan resmi terhadap kepolisian Gotham dan membuat Bullock menjalani evaluasi kejiwaan. Pengaduan tersebut membuatnya semakin ditertawakan oleh para polisi dan bahkan sesama penjahat.

Sementara dia akhirnya pulih dari serangan Bullock, Abner justru mendapatkan perlakukan memalukan lainnya di komik Batgirl: Year One #5, di mana dia ambruk setelah dipukul oleh seorang bartender, karena dia telah memaki-maki bartender tersebut saat sedang mabuk. Akhirnya, setelah bertahun-tahun dianggap sebagai lelucon, Abner bergabung dengan beberapa penjahat untuk menjadi sekutu General Immortus di komik Final Crisis Aftermath: Run. Namun, saat akan bertempur, Abner tewas secara tragis setelah kepalanya tertimpa penutup lubang selokan.

Kekuatan Polka-Dot Man

Di komik DC, Polka-Dot Man mempunyai kemampuan untuk memanipulasi titik-titik dengan berbagai ukuran dan warna, hal itu dia gambarkan pada kostumnya yang mempunyai corak titik-titik berwarna-warni, yang sekilas membuat kostumnya tampak tidak berbahaya. Namun, setiap titik di kostumnya bisa ditembakkan sebagai proyektil, dan begitu mereka mengudara, mereka akan berubah menjadi segala macam senjata dan gadget. Gergaji terbang, granat flashbang, dan bahkan kendaraan untuk kabur, yang semuanya dikendalikan oleh sabuk Polka-Dot Man.

Berdasarkan apa yang sudah terlihat di trailer film The Suicide Squad, tampaknya Polka-Dot Man akan mempunyai kemampuan yang sedikit berbeda dengan di komiknya. Di filmnya nanti, titik-titik yang dia punya tidak berubah wujud menjadi benda lain, melainkan berubah fungsinya, seperti menjadi kelereng untuk menjatuhkan musuh, atau menjadi sesuatu yang mematikan seperti yang terlihat di video BTS The Suicide Squad, di mana dia menembakan titik-titik warna-warni untuk meruntuhkan bangunan kayu.

Nasib Polka-Dot Man di The Suicide Squad 

Dari banyaknya karakter penjahat di komik DC, Polka-Dot Man memang dipilih sebagai penjahat konyol yang kematiannya cukup tragis, bahkan sebelum dirinya terkenal. Namun, tampaknya di filmnya nanti Polka-Dot Man akan cukup berpengaruh, mengingat kemampuannya yang unik tetapi mematikan. Dan walaupun pada akhirnya dia harus mati, semoga saja ada salah satu teman di Suicide Squad yang berduka atas kematiannya. Apakah nasibnya akan bisa lebih baik daripada di komiknya? Kita lihat saja nanti saat The Suicide Squad rilis pada tanggal 6 Agustus 2021.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.