Dalam sebuah seri manga atau anime dengan genre Shounen, yang penuh dengan aksi menegangkan, pertarungan, dan lainnya, powerscaling atau level kekuatan menjadi elemen penting dalam ceritanya. Sesuai dengan namanya, level kekuatan menjadi pembeda antara satu karakter dengan lain, sesuai dengan level kekuatan mereka. Ada yang lemah, menengah, atau yang sangat kuat.

Bagaimana dengan di cerita One Piece? Eiichiro Oda juga menerapkan sistem level kekuatan ini, tentunya demi membedakan antara karakter yang kuat dan yang biasa. Tetapi, terkadang para fans banyak yang salah pengertian (miskonsepsi) mengenai level kekuatan dalam cerita One Piece. Bukan mengenai siapa yang lebih kuat dari siapa, melainkan ada hal yang harus dipahami dari sistem level kekuatan dalam seri ini.

Haki

Haki adalah salah satu dasar dari level kekuatan yang dibangun dalam cerita One Piece. Itu artinya “Ambisi”, yang juga digambarkan sebagai “Kekuatan Tekad”, juga sebagai energi yang muncul di dalam semua makhluk hidup. Kita semua tahu bagaimana sistem kerja Haki di level permukaan, kita memiliki Armament Haki, Observation Haki dan Concqueror Haki. Tapi, yang benar-benar berpengaruh adalah bagaimana sistem kerja di dalamnya.

Bagaimana kekuatan tersebut bisa mempengaruhi kekuatan dari luar? Seperti yang disebutkan sebelumnya, Haki adalah ambisi dan kekuatan tekad, yang mana artinya level kekuatan dari Haki seorang karakter akan sangat tergantung kepada bagaimana mental mereka. Contoh yang paling umum dari hal ini adalah ketika Katakuri tidak mampu menggunakan Future Sight atau kemampuan melihat ke masa depan, ketika dia sedang marah.

Tetapi, bagaimana jika pelemahan tersebut juga berlaku kepada sesuatu yang berada di luar penggunaan Haki? Contoh dari hal ini adalah Big Mom. Jika kita melihat lagi penjelasan rencana dari Bege yang akan membunuh Big Mom, Geeks mungkin akan menyadari bahwa Bege sama sekali tidak menyinggung mengenai Hakinya, dan lebih berfokus pada bagaimana kulitnya yang begitu keras.

Ketika Big Mom sangat terkejut melihat foto dari Mother Caramel hancur, kita melihat bagaimana lututnya berdarah. Apakah hal itu dikarenakan Big Mom tidak mampu menggunakan Hakinya? Bukan, yang terjadi adalah kulit alaminya menjadi melemah. Contoh lainnya adalah ketika Red Scabbards berhasil menyerang Kaido, dimana kemudian Kaido tiba-tiba kembali mengingat sosok Kozuki Oden dan terkena serangan panik.

Buah Iblis Dan Tandingannya

Salah satu hal yang menjadi nilai jual dan menjadi ciri khas dari One Piece adalah jumlah karakternya yang melimpah, dan juga banyak diantara mereka yang memiliki kekuatan unik. One Piece berfokus pada cerita, dan Oda Sensei kemudian memberikan sedikit “bumbu” dalam pertarungan dengan menambahkan kekuatan unik tersebut.

op 1002 Tumblr posts - Tumbral.comEnel adalah contoh besar dari sebuah karakter yang dikalahkan oleh seseorang yang mampu menandingi kekuatannya. Seperti yang dibahas di artikel sebelumnya, banyak fans yang tidak menyadari bahwa esensi dari pertarungan dalam cerita One Piece adalah menentukan gerakan atau serangan yang tepat. Kita mencari strategi untuk bisa menahan serangan dari buah iblis tersebut.

Dalam pertarungan tersebut, Luffy jauh lebih unggul dibandingkan Enel karena buah iblis Goro Goro miliknya tidak mempan terhadap Luffy yang terbuat dari karet. Hal yang sama juga sempat terjadi ketika pertarungan melawan Big Mom di Onigashima, di mana serangan listrik miliknya tidak mempan terhadap Luffy. Hal ini juga berlaku kepada pengguna buah iblis lainnya.

Cerita Dibandingkan Kekuatan/Keunggulan

Seperti dijelaskan di atas, One Piece adalah sebuah cerita seri yang sangat besar, dan level kekuatan yang ada di dalam cerita muncul sehingga setiap karakter bisa memenuhi setiap peran-peran mereka. Para pembaca atau para penonton tidak perlu melihat semuanya untuk mengetahui bahwa Kaido bisa mengalahkan siapapun di seri ini, karena itulah yang diungkapkan oleh narator/narasinya.

Oda Sensei selalu bisa memberikan penjelasan mengenai kekuatan seseorang tanpa perlu lagi menyebutkan secara detail seperti “Sugar bisa mengubah seseorang menjadi mainan” atau “Hancock bisa merubah seseorang menjadi batu.” Kita semua bisa melihatnya sendiri. Kita tidak perlu mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh Mihawk sehingga dia bisa menjadi yang terkuat diantara ahli pedang lain.

Kita tidak perlu bukti yang banyak untuk menentukan bahwa Luffy sangat kuat dibandingkan seluruh kru Topi Jerami. Yang dia harus lakukan adalah menjadi sangat kuat dan bisa melindungi seluruh krunya ketika mereka dalam bahaya. Tentunya akan menjadi kontradiktif ketika ada anggota Topi Jerami yang jauh lebih kuat darinya.