Dalam sebuah wawancara dengan THR, sutradara film Star Wars: Rogue Squadron, Patty Jenkins, mengatakan bahwa dirinya memiliki kebebasan penuh untuk mengerjakan film tersebut. Jenkins juga mengatakan bahwa ia bebas untuk menambahkan cerita yang dia inginkan tanpa harus berkonsultasi dengan Lucasfilm. Tetapi sebelum melakukan itu, Jenkins harus lebih banyak mempelajari semesta Star Wars lebih dalam lagi, dibandingkan dengan sebelumnya.

“Ini adalah cara kerja yang sama sekali berbeda. Saya berbicara di telepon dengan mereka semua dan melakukan rapat di Zoom dengan semua orang yang pernah terlibat dalam Star Wars. Saya cukup bebas untuk memasukan cerita yang saya inginkan, tetapi saya harus benar-benar tahu apa yang saya lakukan, ke mana perginya, dan bagaimana cara kerjanya.” Ungkap Patty Jenkins.

Tentunya kebebasan kreatif merupakan hal yang sulit didapatkan dalam menggarap film apa pun, terlebih lagi dalam franchise yang sudah berjalan lama seperti Star Wars. Sebelumnya, Rian Johnson juga pernah mendapat kebebasan yang sama saat menggarap film Star Wars: The Last Jedi. Namun, banyak penggemar yang merasa bahwa kebebasan yang diambil oleh Rian Johnson terhadap The Last Jedi terlalu jauh, terutama ketika ia menggambarkan karakter Luke Skywalker.

Namun, dari yang Patty Jenkins ungkapkan di atas, sepertinya Jenkins masih akan terus berhubungan dengan Lucasfilm untuk menjamin film Star Wars: Rogue Squadron tidak keluar jalur. Selain digarap oleh Patty Jenkins, naskah filmnya akan digarap oleh Matthew Robinson yang sebelumnya tenar berkat film Love and Monsters dan The Invention of Lying. Tentunya dengan tangan dingin Patty Jenkins dan Matthew Robinson diharapkan membawa nuansa yang benar-benar baru terhadap franchise Star Wars ini.

Restu is a general trouble maker of Greenscene.co.id, he's operate on movie review and original content with some reporting job. He think that he is Tony Stark, with semi-bald head.