Serial Splinter Cell merupakan salah satu kerja sama Ubisoft dan Netflix untuk membawa karakter protagonis game Sam Fisher kembali setelah delapan tahun sejak game terakhirnya. Waralaba video game stealth dimulai pada tahun 2002 dengan sedikit keterlibatan penulis Tom Clancy. Dengan total tujuh game, tujuh novel, dan game virtual reality (VR) yang akan datang, waralaba ini telah membuktikan bahwa Splinter Cell dapat berhasil di lebih dari satu media.

Splinter Cell hadir sebagai bagian dari kesepakatan antara pengembang game, Ubisoft, dan platform streaming raksasa, Netflix. Dua serial animasi ubisoft lain bahkan telah diberi lampu hijau sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, termasuk Captain Laserhawk: A Blood Dragon Remix dan Far Cry. Ada pasar besar untuk konten animasi yang didasarkan pada cerita yang sudah ada, terutama dari video game. Splinter Cell akan memiliki total delapan episode di bawah pencipta dan produser eksekutif, Derek Kolstad yang menciptakan dan menulis sebagian besar waralaba John Wick.

Variety telah berbicara dengan eksekutif pengembangan Ubisoft mengenai langkah berbeda yang dibuat perusahaan mengenai konten film dan televisinya. Helene Juguet sebagai direktur pelaksana Ubisoft Film & Television cabang Paris dan Hugo Revon sebagai direktur pengembangan di Ubisoft Film & TV, menyadari bahwa ketika mengerjakan judul yang sudah terkenal, ada penggemar setia yang ingin melihat tayangan yang tepat dengan sumber asli sekaligus penyesuaian baru untuk serialnya nanti. Juguet membocorkan bahwa penonton akan melihat ‘sisi baru’ Fisher nantinya.

“Kami sebisa mungkin tetap berpegang pada materi sumber aslinya dan memastikan bahwa tim penulisan dan visual kami memperhatikan hal tersebut. Lisensi kreatif kami bukan menciptakan kembali apa yang sudah ada,” kata Juguet. “Tetapi lebih terletak pada cara pandang dunia melalui lensa yang berbeda. Kami benar-benar ingin membiarkan para pencipta menghidupkan visi mereka tentang waralaba kami! Kami memberi mereka kebebasan untuk mengusulkan alur cerita, karakter, dan gaya yang tidak terduga.”

Keputusan untuk menunjukkan sisi lain Fisher tampaknya adalah keputusan yang cerdas. Sementara beberapa penggemar kemungkinan akan mengkritik, tetapi memang tidak mungkin untuk menyenangkan semua orang. Ubisoft tampaknya menaruh kepercayaan pada pembuat konten mereka untuk mengambil apa yang sudah ada dan menjelajahi dimensi lain yang mungkin belum tersentuh. Saat ini, serial animasi Splinter Cell masih belum memiliki jadwal rilis resminya, namun dengan Kolstad yang mempimpin proyek ini, sepertinya serial ini cukup menjanjikan untuk kita saksikan nanti.