Siapa yang tidak kenal dengan cerita Naruto? Kepopuleran dari cerita Naruto sudah bukan lagi di wilayah Jepang saja. Negara-negara barat dan Eropa juga sekarang sudah mengenal cerita dari Masashi Kishimoto ini. Petualangan Naruto sendiri penuh dengan kerja keras dan latihan yang berat, sebelum kemudian dia mewujudkan mimpinya sebagai pemimpin Konoha atau sebagai Hokage.

Selain ceritanya yang menginspirasi, Naruto juga selalu menyelipkan pesan moral yang biasanya mengedepankan untuk tetap bersemangat dalam mencapai mimpinya. Tapi, tentunya tidak semua hal tentang Naruto adalah hal yang positif. Ada juga berbagai hal yang dianggap negatif oleh para fans dari seri ini, yang membuat Naruto bahkan dibenci. Apa saja? berikut pembahasannya.

Terlalu Idealis

Ketika Naruto beranjak dewasa, pandangannya tentang hidup dan semua pengalaman yang sudah dia alami membuatnya menjadi sangat idealis. Ketika dia ditanya oleh Pain tentang bagaimana cara Naruto menghentikan lingkaran kebencian, jawaban Naruto hanya percaya bahwa dia akan mencari cara untuk membawa kedamaian sejati ke dunia ini. Sejarah dari dunia shinobi menunjukan bahwa kedamaian yang mereka bangun dilandasi oleh pengorbanan, dan Naruto percaya kedamaian tersbeut bisa diraih dengan kata-kata.

Tidak Berpikir Dua Kali

Salah satu hal yang sangat menggambarkan Naruto adalah sifatnya yang impulsif dan tidak bisa ditebak. Hal inilah yang membuatnya sering kali tidak berpikir dahulu untuk bertindak. Meskipun memang sesekali sikap yang diperlihatkan oleh Naruto ini berhasil, seorang shinobi tentunya harus berpikir beberapa langkah kedepan dan menentukan strategi sebelum melakukan tindakan. Di sepanjang perjalanan karirnya sebagai shinobi, Naruto sudah mengabaikan hal ini. Baru ketika dia menjadi Hokage, Naruto mulai berpikir jauh lebih dewasa.

Menyerang Sakura dan Kakashi

Pasca time-skip, Naruto menjadi sosok yang sangat mudah emosi dan kehilangan ketenangannya. Hal tersbeut justru berakibat buruk, di mana chakra dari Kurama bisa dengan mudah mengambil alih tubuh Naruto. Kapan pun Naruto marah dan kehilangan kendali, chakra dari Kurama selalu berhasil mengambil alih, dan hal ini membuat Naruto harus melukai sosok yang dia sayangi. Salah satu contohnya adalah ketika dia melukai Sakura dengan cukup parah, dan juga Kakashi Hatake yang tidak mampu menahan chakra Naruto.

Terus Mencari Sasuke

Obsesi Naruto terhadap Sasuke dimulai sejak awal serinya dan bahkan tidak terlihat menurun sekali pun sampai serinya selesai. Pada awalnya, Naruto bertindak dalam rangka yang sewajarnya. Dia hanya menginginkan perhatian lebih. Dia ingin pengakuan bahwa dia lebih baik dari Sasuke. Namun, seiring berjalannya waktu, Sasuke menempuh jalan yang hampir saja membuatnya tidak bisa dimaafkan. Terlepas apa yang dilakukan oleh Sasuke, obsesi Naruto terhadapnya tidak pernah berubah, dan bahkan setelah Sasuke hampir membuatnya terbunuh, Naruto masih menganggapnya teman.

Gagal Menyadari Bahwa Boruto Adalah Cerminannya

Pada dasarnya, seluruh petualangan yang dilakukan oleh Naruto dalam cerita di serinya adalah usaha yang dilakukan oleh Naruto untuk mendapatkan pengakuan orang lain. Mimpinya menjadi Hokage adalah bagian dari tujuan utamanya tersebut, diakui oleh orang lain. Sama halnya seperti poin ketika Naruto begitu terobsesi terhadap Sasuke.

Uzumaki Boruto, anaknya, juga ingin mendapatkan pengakuan terutama dari ayahnya yang tidak pernah dia dapatkan. Selama ini, Naruto selalu sibuk dengan tugasnya sebagai Hokage, sehingga dia lupa terhadap anak-anaknya. Boruto bahkan harus berbuat curang, demi mendapatkan pujian atau pengakuan tersebut. Jika saja Naruto menyadari hal tersebut, mungkin Boruto tidak akan melakukan hal yang memalukan tersebut.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2

1
2