Sebagai putra dari Odin, Thor tidak diragukan lagi adalah seorang dewa. Tubuhnya sangat berotot, dia memiliki banyak kekuatan, dan juga Thor memiliki sebuah palu ajaib yang dikenal sebagai Mjolnir. Palu tersebut seolah menjadi partner yang pas dari Thor. Belum lagi Thor memiliki kemampuan lainnya seperti terbang atau memanggil petir.

Dengan kata lain, Thor adalah sosok yang sangat kuat. Dia adalah salah satu karakter terkuat di Marvel Universe dan menjadi salah satu anggota paling berpengaruh dari kelompok Avengers. Meskipun dia sangat kuat, bukan berarti dia tidak memiliki kelemahan. Faktanya, Thor memiliki sejumlah kelemahan, seperti yang diperlihatkan di komiknya. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Mantra Sihir Level Tinggi

Mantra sihir level tinggi adalah salah satu alat yang bisa digunakan untuk melawan Thor secara efektif. Ada beberapa contoh di komiknya di mana Thor tidak berdaya menghadapi hal ini. Amora the Enchantress menggunakan sebuah cermin ajaib untuk membuat Thor jatuh cinta kepadanya. Kemudian adik dari Enchantress, Lorelei, menggunakan kemampuan sihirnya untuk sesuatu yang lebih gila.

Dia memantrai Thor untuk kemudian bisa berhubungan badan dengan Thor. Aksi ini memang sangat kontroversia, di mana banyak para fans yang melayangkan protes terkait hal ini. Namun, pada kenyatannya inilah yang menjdi salah satu kelemahan dari Thor. Di MCU sendiri, beberapa kali Loki berhasil membuat Thor kerepotan berkat kemampuan sihirnya.

Senjata Sihir

Selain mantra sihir tingkat tinggi, benda-benda atau senjata yang dilapisi oleh kekuatan sihir juga akan melemahkan sosok Thor. Dalam komik Thor #1 yang dirilis pada 2014, Thor diperlihatkan mendapatkan sebuah senjata baru berupa kapak yang dilapisi sihir bernama Jarnbjorn. Sayangnya, Janbjorn kemudian harus jatuh ke tangan musuh, yang mana mengakibatkan musuh bisa memotong lengan Thor.

Panah sihir juga pernah melukai Thor dalam komik Thor: Son of Asgard #5. Quen of Norns yang jahat berhasil melukai Thor dalam sebuah serangan ke Asgard. Dia mengambil sebuah anak panah yang dilapisi sihir untuk kemudian ditembakan tepat ke arah dada Thor. Hal itu langsung membunuh Thor. Beruntung, Odin menggunakan pasir sihir untuk membangkitkan kembali sang anak.

Pedang Twilight

Pedang Twilight merupakan pedang ajaib yang dimiliki oleh Surtur sang iblis api. Dengan kekuatannya yang luar biasa, hampir semua hal bahkan benda bisa dihancurkan dan dipotong oleh pedang ini. Dengan kata lain, kita tentu tidak ingin bersentuhan dengan pedangnya. Ironisnya adalah pedang kuat ini sebenarnya dibuat untuk menghancurkan Asgard saat peristiwa Ragnarok terjadi.

Karena adanya kekuatan sihir, Thor tidak bisa berbuat banyak. Dalam seri Avengers: Prime, Hela diceritakan berhasil mendapatkan pedang ajaib ini, dan kemudian menggunakannya untuk menyerang Thor dan para pahlawannya yang lain. Kehancuran menjadi sebuah keniscayaan ketika Twilight Sword ada. Hela menyerangan Thor dengan pedang ini dan menghujamkannya ke tubuh Thor. Hela hendak memenggal kepala Thor, namun beruntung dia selamat.

Tidak Merasa Pantas

Selain sihir, psikologis Thor juga menjadi salah satu kelemahannya. Salah satu kelemahan Thor lainnya adalah merasa bahwa dia tidak pantas. Komik Original Sin #7 memberikan bukti jelas untuk hal ini. Thor diceritakan sebelumnya pernah bertarung melawan Gorr the Butcher. Gorr memang mengincar para dewa, karena menganggap mereka adalah sosok yang arogan yang disembah manusia.

Ketika kemudian Nick Fury mengatakan kepada Thor bahwa “Gorr memang benar,” pernyataan itu langsung membuat Thor mempertanyakan jati dirinya sebagai seorang dewa. Thor merasa bahwa Gorr memang benar, bahwa dia bukanlah sosok pahlawan pelindung yang selama ini dia kira. Dia hanyalah seorang yang bodoh dan menyebalkan dengan sebuah palu besar.

Salah Memilih Sekutu

Selama ini, kita mengetahui bahwa Thor sering kali bekerja sama dengan Captain America, Iron Man, Hulk, dan Black Widow. Para Avengers tersebut bukanlah sosok yang jahat. Namun, siapa sangka jika Thor pernah menjalin aliansi dengan Adolf Hitler. Hal ini terjadi di komik The Invader #32 yang dirilis pada 1978. Bisa dibilang, Thor terlalu “polos” untuk melihat masalah di balik sebuah peristiwa.

Hitler diceritakan berusaha untuk mengalahkan Joseph Stalin, yang menghancurkan sebagian besar wilayah dan membunuh orang-orang di Eropa. Dianggap sebagai hal buruk, akhirnya Thor bergabung dengan Hitler. Dia terlalu naif untuk menyadari bahwa sebenarnya dia sedang membantu salah satu penjahat yang mengerikan. Baru ketika aksi Hitler semakin besar dan berani, akhirnya Thor sadar bahwa dia berada di pihak yang salah.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2

1
2