Bulan lalu, DC merayakan ‘Bulan Penduduk Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik’ dengan merilis komik DC Festival of Heroes: The Asian Superhero Celebration #1, sebuah komik dengan kumpulan one-shot 100 halaman yang menampilkan karakter-karakter DC Asia, dan komik ini juga ditulis dan diilustrasikan oleh kreator Asia. Selain menampilkan karakter pahlawan dan penjahat yang sudah dikenal termasuk Cassandra Cain, Emiko Queen, New Super-Man dan Katana, edisi pertama ini juga memperkenalkan karakter DC baru: Monkey Prince.

The Monkey Prince memulai debutnya dalam peristiwa ‘Monkey Prince Membenci Para Pahlawan Super’ di halaman terakhir komik DC Festival of Heroes, yang ditulis oleh Gene Luen Yang (Superman Smashes the Klan dan Batman/Superman) dan diilustrasikan oleh Bernard Chang (Teen Titans dan Batman Beyond). Terinspirasi oleh karakter Monkey King, Monkey Prince adalah tambahan unik untuk daftar karakter DC. Karakter yang langsung menjadi salah satu favorit penggemar ini, bahkan langsung terlibat dengan DC Universe dengan bersekolah di SMA Fawcett bersama Billy Batson alias Shazam.

Monkey Prince adalah anak dari Monkey King di cerita legendaris tiongkok yang berjudul Journey to the West. Monkey Prince mempunyai nama asli Marcus, dan ketika tidak menjadi Monkey Prince, dia adalah seorang anak remaja biasa yang bersekolah di SMA Fawcett. Karakternya hampir sama seperti ayahnya, arogan, haus kekuatan, dan sering mempertanyakan jati dirinya. Dia sangat membenci pahlawan super, karena menurutnya mereka selalu merasa lebih hebat dan egois, selalu merasa paling benar dalam menentukan mana benar dan salah.

Menurut Yang, Monkey Prince adalah jembatan antara pahlawan super Amerika dan legenda Monkey King. “Terlalu besar jarak antara Monkey King dengan pahlawan super Amerika,” kata Yang. “Padahal mereka sama-sama pahlawan, melawan kejahatan, memakai kostum mewah. Kami merasa senang untuk menjembatani jarak di antara dua hal yang kami suka, pahlawan super Amerika dan legenda Monkey King.” 

Untuk desain kostumnya, Yang dan Chang mencoba untuk menggabungkan beberapa unsur, seperti baju perang tradisional Tiongkok, warna Monkey King, sentuhan modern, dan gaya khas DC. Warna merah dan kuning adalah ciri khas dari Monkey King, sedangkan warna hijau mengambil pendekatan warna hijau giok. Untuk menambah kesan modern, mereka memberi Marcus sepatu sneaker keren. Sama seperti pahlawan DC lain, lambang ‘M’ di dadanya bukan sekadar huruf M, tetapi melambangkan buah bunga yang melahirkan ayahnya. Dia juga terlihat menggunakan topeng yang menempel ke ikat kepalanya.

Dalam petualangannya dia ditemani babi bijak bernama Shifu yang selalu mengawasi dan mengajarkan Marcus untuk selalu percaya diri, bukan arogan. Shifu mempunyai kekuatan untuk mengontrol ikat kepala Marcus dengan membaca mantra ‘amitaba’, yang biasanya digunakan ketika Marcus mulai hilang kendali. Saat ini, kekuatannya belum begitu banyak terlihat. Selain kuat dan lincah Marcus sering menggunakan tongkat andalannya untuk melawan penjahat, namun ketika lemah, dia akan memperlihatkan wujud manusianya. Kemungkinan seiring berjalannya waktu dia akan menemukan kekuatannya sendiri.

Monkey Prince merupakan salah satu pahlawan super yang unik, karena menggabungkan dua budaya berbeda. Semoga saja karakter baru ini bisa diterima secara luas di kalangan penggemar komik. Kita nantikan saja petualangan Monkey Prince berikutnya, di mana dirinya bertemu dengan banyak karakter DC, baik para penjahat maupun para pahlawannya.