Ditulis oleh penulis novel Polandia Andrzej Sapkowski, The Witcher adalah serial novel dan cerita pendek yang telah diadaptasi ke banyak media lain, seperti video game dan tayangan serial. Pada tahun 2001 dan 2002 novel tersebut diadaptasi menjadi serial TV di Polandia, dan pada tahun 2007 pertama kali diadaptasi menjadi video game terkenal yang sekarang mempunyai basis penggemar setia di seluruh dunia. Kemudian pada akhir tahun 2019, layanan streaming Netflix membuat tayangan serial dengan judul yang sama dengan novelnya. Serial tersebut sukses dan season 2 nya akan segera hadir di tahun ini.

Hal yang menonjol dari serial Netflix The Witcher adalah ceritanya yang berfokus kepada tiga karakter sekaligus di waktu dan tempatnya masing-masing. Kemudian di akhir serial, mereka bertiga dipertemukan di cerita yang sama. Ketiga karakter tersebut adalah Geralt of Rivia yang diperankan oleh Henry Cavill, seorang pemburu monster yang mempunyai gelar Witcher; Yennefer of Vengerberg yang diperankan Anya Chalotra, seorang penyihir kuat dengan masa lalu kelam; dan Ciri yang diperankan oleh Freya Allan, putri mahkota kerajaan Cintra yang mempunyai kekuatan misterius.

Geralt of Rivia adalah salah satu Witcher terkuat dari School of the Wolf. Dia cukup terkenal dan sering dicari oleh banyak orang untuk membantu menyelesaikan masalah mereka, di gamenya Geralt sering dimintai tolong untuk membunuh monster yang menggangu warga, membersihkan hama tikus di bar, bahkan menyelesaikan masalah rumah tangga mereka. Tetapi ternyata Geralt bukan karakter terkuat di alam semesta The Witcher, baik di gamenya maupun di serial Netflix-nya.

Para penggemar sering berdebat dalam menentukan karakter terkuat di alam semesta The Witcher. Beberapa penggemar percaya bahwa Geralt adalah karakter terkuat, bukan karena dia karakter protagonis, tetapi karena sejarah mutasinya. Geralt adalah salah satu dari beberapa manusia yang berhasil selamat setelah menerima mutasi sebagai syarat menjadi seorang Witcher.

Mutasi tersebut membuatnya menjadi lebih lincah, lebih kuat, mempunyai refleks tajam, dan mempunyai proses penyembuhan yang cepat. Dia juga kuat terhadap berbagai racun dan ramuan yang dia gunakan dalam petualangannya. Tetapi sekuat apapun Geralt, dia pernah dikalahkan oleh seorang penyihir kuat bernama Vilgefortz. Vilgefortz juga muncul di season 1 The Witcher, dan para penggemar berharap dia menjadi penjahat besar The Witcher seperti di novelnya.

Sebagian penggemar juga percaya bahwa Yennefer adalah karakter terkuat. Seperti yang diperlihatkan di akhir season 1 ketika dia bisa menyapu bersih pasukan Nilfgaardian. Namun, karakter terkuat sebenarnya di The Witcher adalah Ciri, yang kekuatannya pertama kali terlihat di season 1.

Di serialnya, Ciri adalah putri dari Pavetta dan Duny. Dia memiliki Darah Elder yang disebut Source selama pelatihannya dengan Triss Merigold. Source adalah orang dengan kemampuan sihir murni yang akan terus berkembang, dan kekuatan tersebut sangat sulit untuk dikendalikan jika tidak dilatih. Maka dari itu Triss meminta bantuan Yennefer untuk melatih Ciri muda untuk mengendalikan sihir kuat di tubuhnya.

Yang membuat Ciri tidak begitu terlihat sebagai karakter terkuat di The Witcher adalah karena dia belum belajar untuk memanfaatkan potensi penuhnya, tetapi jika dia berhasil mengendalikan sihir murni di tubuhnya, bisa dipastikan dia dapat dengan mudah mengambil posisi pertama sebagai karakter terkuat. Season 2 The Witcher akan menceritakan pelatihan Ciri di Kaer Morhen, dan jika serialnya nanti mengikuti cerita seperti di novelnya, di season 2 nanti kita akan melihat Ciri belajar lebih mengenali dirinya sebagai Source.