Serial Jujutsu Kaisen merupakan sebuah genre anime horror kekinian yang berbalut dengan adegan action menarik. Selain memiliki dua unsur tersebut sebagai temanya, judulĀ  ini juga memiliki genre thriller yang sangat menyeramkan. Hal ini bisa kalian lihat sejak awal serial ini memulai ceritanya. Namun nuansa thriller akan terasa ketika Mahito pertama kali masuk dalam serial ini.

Alasannya adalah, Mahito merupakan salah satu karakter sadis dalam serial ini. Meski saat ini Mahito telah dimakan oleh Geto dengan mudah, namun karakter ini tergolong sebagai yang suka membunuh karakter lain. Namun selain Mahito, ada pula beberapa karakter yang mati karena sebab lain, bahkan kematiannya cukup memberi pengaruh signifikan bagi cerita Jujutsu Kaisen. Berikut beberapa kematian karakter dalam serial Jujutsu Kaisen yang paling penting!

Kematian Wasuke Itadori

Di awal serial Jujutsu Kaisen, Yuji langsung mendapat kabar buruk mengenai kematian kakeknya yang telah lama sakit. Meski kakek Yuji tidak begitu terlibat banyak dalam serial ini, namun dia merupakan satu-satunya keluarga yang Yuji miliki. Hingga sekarang silsilah keluarga Yuji masih menjadi misteri, meski sebelumnya sempat ada pembahasan sekilas mengenai keluarga yuji, namun itu tidak lantas memberikan sebuah jawaban yang pasti mengenai ayah dan ibu Yuji.

Kematian kakek Yuji yang bernama Wasuke Itadori memang berdampak cukup besar pada alur cerita Jujutsu Kaisen. Saat itu Yuji sudah mendapat tawaran dari Gojo mengenai mati lebih cepat dengan menerima hukuman mati, atau menjadi penyihir jujutsu dan mengumpulkan semua jari Sukuna lalu mati. Ketika ingin memutuskan dua pilihan rumit tersebut, Yuji mengingat pesan mendiang kakeknya yang mengatakan bahwa dia adalah orang kuat dan harus membantu orang lain. Oleh sebab itu Yuji memilih untuk menjadi penyihir dan menolong orang lain sebanyak mungkin kemudian mati. Sebab semangat Wasuke Itadori saat itu telah terwariskan kepada cucunya yaitu Yuji Itadori. Jika kakek Yuji masih hidup, ada kemungkinan Yuji akan menolak dua tawaran tersebut karena masih ingin merawat kakeknya.

Tewasnya Junpei dan Sang Ibu

Seiring berjalannya waktu, Yuji akhirnya menjalankan sebuah misi khusus bersama salah satu gurunya yang bernama Nanami Kento. Saat itu Yuji menyelidiki fenomena manusia yang mendadak menghilang dan meningkatnya makhluk kutukan di beberapa wilayah tertentu. Alhasil saat itu dia tidak sengaja bertemu dengan Junpei selaku salah satu dari saksi mata dari fenomena tersebut.

Selain sebagai saksi mata, Nanami mencurigai Junpei sebagai salah satu penyebab menghilangnya manusia tersebut, oleh sebab itu dia menyuruh Yuji untuk memata-matai Junpei. Dan pada waktu pertama kali keduanya bertemu, Yuji dan Junpei melakukan interaksi yang cukup jauh sehingga keduanya menjadi sahabat yang sangat dekat dalam waktu singkat.

Sayangnya hal itu malah membuat Mahito memanfaatkan kelemahan Junpei untuk agar bisa melawan Yuji. Mahito berhasil memancing beberapa makhluk kutukan ke rumah Junpei menggunakan Jari Sukuna dan berhasil membunuh Ibu Junpei, melihat ibunya yang meninggal dengan cara yang tidak wajar membuat Junpei berpikir pendek dan langsung berprasangka buruk pada orang-orang yang sering membullynya di sekolah. Situasi semacam itu langsung membuat Mahito bahagia dan memberikannya sebuah kekuatan kutukan.

Yuji yang melihat Junpei menjadi jahat gara-gara hasutan Mahito terpaksa bertarung melawan sahabatnya sendiri. Akhirnya Yuji berhasil menyadarkan Junpei, namun sayangnya di detik-detik terakhir, Mahito datang dan mengubah Junpei menjadi makhluk kutukan, saat itu Yuji merasa gagal menjadi seorang kawan dan frustasi. Tapi selanjutnya dengan perasaan marah yang meledak-ledak dia bisa melawan Mahito dengan sangat luar biasa.

Pada momen ini Yuji telah diperingatkan untuk jangan melibatkan perasaan dalam bertarung dan bersikap profesional. Namun sayangnya pada momen itu dia tidak bisa menerapkannya dengan baik. Alhasil setelah kematian Junpei, dia paham bahwa tugas adalah sesuatu yang sangat penting melebihi segalanya, dan apabila tidak bersikap profesional dan tidak fokus, maka akan banyak korban berjatuhan dan salah satunya adalah Junpei.

Kematian Nanami Kento

Di Arc Shibuya memang banyak karakter yang mengalami kejadian mengerikan, bahkan ada beberapa dari mereka menemui ajalnya saat bertarung melawan musuh yang lebih kuat. Salah satu karakter yang tewas dalam arc Shibuya adalah Nanami Kento, dia akhirnya tewas di tangan Mahito. Nanami merupakan salah satu guru Yuji yang membuatnya bisa menjadi sekuat sekarang.

Ketika Yuji melihat di depan matanya sendiri Nanami tersenyum dan lantas mati di tangan Mahito, membuat Yuji semakin paham mengenai tujuan menjadi penyihir jujutsu. Yuji semakin serius dalam menghadapi lawannya dan tidak pernah ragu lagi siapapun yang menjadi lawannya. Tindakan ini juga membangkitkan amarah Yuji dan meningkatkan kekuatannya dalam Arc Shibuya sebelum akhirnya Sukuan bangkit dan merusak semuanya. Saat kematian Nanami, Yuji paham bahwa dia tidak bisa menyelamatkan semua orang. Meski Yuji telah menjadi kuat sekalipun, setiap penyihir memiliki batas, dan setiap batas itu harus dilewati untuk menjadi kuat. Namun terlepas dari itu semua, Yuji menjadi lebih realistis dalam memilih menyelamatkan orang.

Kematian Masamichi Yaga

Baru-baru ini serial manga Jujutsu Kaisen berduka dengan meninggalnya salah satu karakter penting dalam serial, namanya adalah Masamichi Yaga seorang kepala sekolah jujutsu dari Tokyo. Yaga dijatuhi hukuman mati dari para petinggi Jujutsu karena menurut mereka, dia ada hubungannya dengan Insiden di Shibuya dan tergolong sebagai salah satu orang yang cukup berbahaya karena telah berhasil menciptakan makhluk seperti Panda.

Kematian dari Yaga tampaknya telah memberikan dampak yang luar biasa pada para penggemar. Pasalnya setelah kematian Yaga, Panda datang dan berusaha untuk menyelamatkan orang yang telah dia anggap sebagai ayah. Namun sayangnya hal itu sia-sia, Yaga telah terlanjur tewas di tangan kepala sekolah jujutsu Kyoto.

Pada momen ini kalian bisa melihat perubahan sifat yang dialami Panda, awalnya karakter ini hanyalah boneka kutukan yang selalu menganggap enteng sebuah kehidupan. Namun setelah melihat apa yang terjadi pada Yaga dan merasakan kehilangan yang sangat dalam. Panda tampak menjadi lebih dewasa dan lebih menghargai kehidupan di sekelilingnya.

seorang manusia yang kebetulan tinggal di Malang dan lulusan salah satu kampus di sana pula. Lahir di Lumajang dan anak pertama dari dua bersaudara. Meski menyukai banyak hal, terkadang ada juga yang tidak disukainya juga sebab itu adalah sifat alami manusianya. Salam kenal untuk para Pembaca dan selamat menikmati sajian tulisannya.