Serial manga Jujutsu Kaisen telah membawa para penggemarnya menuju sisi gelap dari cerita yang dihadirkan. Cerita semakin memburuk setelah Arc Shibuya berakhir dengan cukup tragis. Gojo yang tersegel dan banyaknya makhluk kutukan kuat yang berkeliaran di Jepang, membuat kepanikan massal, sehingga keadaan ini membuat beberapa pihak mengambil tindakan yang kurang rasional. Seperti halnya para petinggi jujutsu yang langsung memvonis Gojo dan Yaga sebagai tersangka atas kejadian yang terjadi di Shibuya, sedangkan Yuji juga kembali mendapatkan hukuman matinya dalam waktu dekat.

Namun untungnya semua itu telah Gojo perkirakan dengan meminta bantuan Yuta Okkutsu yang mendadak kembali ke Jepang setelah petualangannya di luar negeri. Tindakan dari Gojo membuat Yuji selamat, namun hal ini belum tentu bisa menyelamatkan semua orang di dunia Jujutsu Kaisen. Perlu kalian ketahui, saat ini game kematian sedang berlangsung, dan game tersebut adalah salah satu dari rencana buruk Kenjaku alias Fake Geto. Bisa jadi kekacauan yang sekarang terjadi bisa dimanfaatkan oleh Sukuna untuk mengamuk dan mengambil alih tubuh Yuji. Lantas bagaimana jika hal itu benar-benar terjadi? Berikut kemungkinannya yang akan terjadi!

Mendapatkan Tubuhnya Kembali

Jika memang monster tersebut mengamuk dan bangkit, ada kemungkinan hal yang pertama kali dia lakukan adalah mencari Megumi. Sukuna memang telah tertarik dengan kawan Yuji tersebut karena dia memiliki potensi yang nampaknya bisa membantu Sukuna untuk mendapatkan kembali apa yang dia inginkan, yaitu tubuh aslinya dari masa lalu. Bisa jadi alasan inilah yang membuat Sukuna tertarik dengan Megumi untuk membantunya mengambil tubuh aslinya.

Menurut legenda, Sukuna adalah seekor monster kutukan yang memiliki tangan berjumlah empat dan memiliki ukuran tubuh yang luar biasa. Di masa lalu makhluk tersebut terkenal sebagai Raja Kutukan dan merupakan ancaman yang sangat menakutkan. Bahkan pada masa lalu, para penyihir jujutsu yang kuat hanya bisa berhasil menyegel Sukuna dengan memisahkan Kedua Puluh Jarinya di tempat yang berbeda. Tindakan tersebut mereka lakukan karena tidak bisa menghancurkan Sukuna sepenuhnya.

Bertarung Melawan Gojo

Saat ini Yuji dan kawan-kawan sedang berfokus untuk menyelamatkan manusia yang tidak bersalah dalam game kematian buatan Kenjaku. Salah satu manusia yang ingin mereka selamatkan adalah kakak perempuan Megumi yang memang sejak awal telah menjadi incaran Kenjaku. Namun mereka juga sedang menjalankan rencana untuk membuka segel Gojo agar bisa mendapatkan bantuan kekuatan dari guru mereka tersebut.

Jika Sukuna memang benar-benar bisa lepas dan mengamuk, ada kemungkinan bahwa dia akan bertarung melawan Gojo yang juga akan dibebaskan oleh Yuji dan kawan-kawan. Sebelumnya kedua karakter ini bertarung saat Jari Sukuna dalam tubuh Yuji hanya berjumlah satu, saat ini Jari dalam tubuh bocah tersebut telah berjumlah Lima Belas, dan nampaknya pertarungan kedua karakter tersebut akan lebih serius dan sangat menegangkan dengan jumlah kekuatan yang hampir seimbang.

Mengulang Sejarah

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, di masa lalu Sukuna adalah makhluk kutukan yang sangat berbahaya dan memiliki julukan Raja Kutukan. Sehingga jika dia memang benar-benar mengamuk, ada kemungkinan bahwa para penyihir jujutsu akan kembali bersatu untuk kembali bertarung melawannya seperti di masa lalu. Dan di masa sekarang jumlah kekuatan para penyihir terbilang lebih sedikit dengan beberapa anak muda yang masih minim pengalaman.

Namun fakta tersebut tentu tidak bisa membuat kubu penyihir jujutsu seketika menjadi lemah. Bisa jadi pula Gojo juga akan ikut andil sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berduel satu lawan satu dengan Sukuna. Sebab si Raja Kutukan sangatlah luar biasa kuat dan berbahaya, hal ini bisa kalian lihat di arc Shibuya saat dia bertarung melawan Jogo di makhluk kutukan gunung berapi. Keduanya bertarung dengan sangat hebat dan Jogo hanya menjadi bulan-bulanan Sukuna dengan kekuatannya yang sangat luar biasa. 

seorang manusia yang kebetulan tinggal di Malang dan lulusan salah satu kampus di sana pula. Lahir di Lumajang dan anak pertama dari dua bersaudara. Meski menyukai banyak hal, terkadang ada juga yang tidak disukainya juga sebab itu adalah sifat alami manusianya. Salam kenal untuk para Pembaca dan selamat menikmati sajian tulisannya.