Agama atau kepercayaan adalah salah satu aspek penting dalam cerita di TV seri Game of Thrones, yang berkontribusi terhadap beberapa cerita dari karakter utamanya juga menghubungkan dan membagi berbagai keluarga di sepanjang delapan musim. Meskipun the Faith of the Seven memiliki pengaruh yang lebih besar, namun ada juga beberapa agama atau kepercayaan lainnya yang memiliki cerita menarik di serinya.

Dengan jumlah kepercayaan yang ditampilkan di ceritanya, tujuan mereka, pengikut mereka, dan juga peran mereka dalam konflik utama di serinya mungkin sedikit membuat bingung banyak fans. Di sisi lain, dengan tidak terlalu mendalamnya cerita membahas mengenai kepercayaan ini, membuat para fans bisa melupakan kepercayaan tersebut. Berikut adalah beberapa kepercayaan yang ada di seri Game of Thrones.

The Old Gods of The Forest

The Old Gods of The Forest tidak memilki nama dan juga tidak memiliki wajah, yang bisa ditemukan di pepohonan, aliran sungai, dan juga di berbagai tempat lainnya di hutan-hutan. The Old Gods of The Forest merupakan kepercayaan yang banyak dianut oleh para penduduk Northeners seperti Starks, Umbers, Boltons, dan Wildlings. Tidak ada banyak strktur dari kepercayaan ini.

Para pengikut kepercayaan ini akan merenung dan menunjukan kesetiaanya sebagai bentuk peribatan kepada para dewa. Sejarah dari Old Golds sendiri dimulai dari the Children of the Forest yang merupakan penghuni non-manusia pertama di Westeros sebelum kemunculan First Men. The Children of the Forest adalah sosok yang bertanggung jawab atas ukiran wajah yang ada di pohon-pohon di Weirwood, yang kemudian banyak dipuja oleh para pengikutnya.

The Children of the Forest dan First Men bertarung selama beberapa waktu sampai mereka bersepakat untuk tidak lagi memotong pohon Weirwood yang ada di hutan tersebut. First Men kemudian mengadopsi kepercayaan Old Gods yang mana sampai ceritanya selesai masih bertahan sebagai kepercayaan yang mendominasi Westeros, sampai kemudian Andals menyerang, dan membawa kepercayaan baru dari timur  yaitu Faith of the Seven dan juga memotong pohon Weirwood yang ada di wilayah selatan.

Namun, pada akhirnya hanya sebagian keluarga (Houses) dan juga beberapa bagian yang masih loyal terhadap Old Gods. Ini juga yang menjadi pembeda esar antara House Stark dan House besar lainnya, yang mana mereka merupakan pengikut dari the Seven.

The Faith of the Seven

Disebut juga sebagai New Gods, Faith of the Seven merupakan kepercayaan yang banyak dianut oleh orang-orang di Westeros, dan merupakan sesuatu yang paling dekat dengan Iron Throne. Selain para penduduk yang berasal dari Utara dan juga Iron Island, seluruh penduduk Westeros dan House seperti Lannisters, Tyrells, Targaryens, dan masih banyak lainnya merupakan pengikut dari kepercayaan ini.

Kepercayaan ini memuja satu dewa dengan tujuh “dewa” yang ada: The Father (keadilan yang berimbang, dan peradilan setelah mati), The Mother (belas kasih, kedamaian, kelahiran, kekuatan wanita), The Maiden (kecantikan, kemurnian, cinta), The Crone (kebijaksanaan, masa depan), The Warrior (kekuatan dan keberanian dalam pertarungan), The Smith (kreasi, keterampilan, pekerjaan), dan The Stranger (kematian, dan hal-hal misterius).

Tempat ibadah dari kepercayaan ini disebut Septs, berupa bangunan atau gedung yang memiliki tujuh sudut dan tujuh kuil. Para pemuka kepercayaan pria dari pengikut ini disebut Septons, sedangkan yang wanita disebut sebagai Septas. High Septon merupakan sebutan bagi pemimpin dari kepercayaan ini. High Septon tinggal di the Great of Baelor, yang ada di pusat wilayah Seven Kingdoms yaitu King’s Landing.

Kepercayaan ini memiliki aturan moral dan regulasi yang tertulis dalam sebuah teks suci bernama The Seven-Pointed Star. Mereka juga memiliki prosesi ritual yang sangat terorganisir, jika dilihat dari prosesi pernikahan yang diselenggarakan. Sebelum House Targaryen menguasai Westeros, para Faith Militant, atau para tentara dari kepercayaan ini, menjadi kelompok yang memberikan keputusan dan juga menegakan regulasi.

The Faith of the Seven memiliki peran penting di sepanjang musim kelima dan keenam, dimana Cersei dan Tommen Lannister mengembalikan pengaruh dari the Seven melalui Faith Militant, demi menjaga kekuasaan dan kekuatan House Lannister di Westeros.

The Drowned God

The Drowned God memiliki cukup banyak pengikut, dan dianggap sebagai sosok yang mengarahkan para penduduk dari Iron Islands. Para pemujanya dikenal karena kemampuan mereka dalam bertarung, bajak laut, dan tentunya yang berkaitan dengan hal maritim. Kepercayaan ini mendukung sistem pembayaran “iron price” dibandingkan “gold price,” yang artinya mengambil dan menjarah atau merampas dibandingkan harus membeli.

Kembali hidup setelah tenggelam merupakan aspek yang penting, dimana Drowned God sendiri diceritakan pernah tenggelam ke dalam laut demi lahirnya Iron Island, dan dia kembali hidup dengan “lebih kuat dan lebih hebat.” Para pemuka kepercayaannya disebut sebagai Drowned Men, yang mana mereka “menenggelamkan” para pengikut mereka untuk ritual pemberkatan dan pembersihan. Theon Greyjoy adalah sosok karakter yang erat dengan kepercayaan ini, meskipun dia lahir di Iron Island dan besar di Winterfell yang notabene merupakan wilayah yang banyak memuja Old Gods.

The Lord of Light

The Lord of Light, atau yang bisa dikenal juga sebagai R’hllor, merupakan seorang dewa api (mewakili cahaya, cinta, dan kehidupan) yang bertarung melawan kegelapan, kedinginan, dan juga kematian di dunia. The Lord of Light umumnya diikuti oleh para penduduk di Essos, namun pada akhirnya Westeros pun memiliki pengikut dari kepercayaan ini dengan Melisandre dan Thoros of Myr melakukan perjalanan mengarungi lautan.

Kepercayaan ini mengandalkan ramalan dan juga visi yang dikomunikasikan melalui api. The Lord of Light memiliki peran yang sangat penting dalam ceritanya dimana ramalan mengenai Azor Ahai, yang diperkuat oleh Melisandre, memberikan detail siapa yang akan duduk di Iron Throne. Melisandre awalnya percaya bahwa sang pangeran yang dijanjikan adalah Stannis Baratheon.

Dia kemudian memutuskan untuk mengabdi kepadanya dan menjadi pengarah bagi Stannis untuk mau berkorban demi Lord of Light. Namun, ketika Stannis terbunuh, Melisandre akhirnya sadar bahwa sosok yang disebutkan adalah Jon Snow dan bukan Stannis. Setelah pertemuannya dengan Daenerys di musim keenam, Melisandre akhirnya mulai mempercayai sosok House Daenerys.

The Many-Faced God of Death

The Many-Faced God of Death adalah sebuah kepercayaan minor atau kepercayaan yang pengikutnya tidak terlalu banyak, jika dibandingkan dengan kepercayaan lainnya. Salah satu pengikutnya adalah Faceless Man of Braavos yang ada di Essos. Salah satu Faceless Man tersebut adalah Jaqen H’ghar, yang beraksi di Westeros. Faceless Men percaya bahawa dewa kematian yang ada di berbagai kepercayaan, berbeda dengan God of death yang dia yakini.

Bagi Faceless Men, kematian adalah sebuah hadiah dan juga cara untuk mengakhiri penderitaan. Lagipula, mereka menganggap bahwa diri mereka adalah pelayar bagi sang dewa kematian. Mereka yang percaya harus mengikuti aturan yang ada dan harus membayar sebagai bentuk kontrak. Faceless Men harus menjadi “no one” atau menjadi sosok yang tidak dianggap keberadaannya, dengan meninggalkan masa lalu serta identitas mereka demi melayani Many-Faced God.

Wajah-wajah yang pernah mereka bunuh atau diakhiri penderitaanya biasanya akan digunakan oleh Faceless Men sebagai bentuk penyamaran. Arya Stark merupakan teman dari Jaqen seperti diperlihatkan di musim kedua, dimana dia menyelamatkannya dari sebuah peristiwa mengerikan. Jaqen kemudian meminta Arya memilih tiga orang yang harus dia bunuh sebagai bentuk pembayaran hutang terhadap dewa kematian. Arya sendiri sempat belajar untuk menjadi Facekess Man di musim kelima.