Episode terakhir serial Falcon and Winter Soldier telah dirilis. Dalam episode keenam, banyak sekali kejutan yang terjadi. Salah satunya adalah fakta bahwa sosok di balik Power Broker adalah Sharon Carter. Sharon Carter yang awalnya baik, kini bertransformasi menjadi sosok jahat, yang rela membunuh orang lain untuk menutupi identitasnya. Bahkan Sharon menjalankan organisasi rahasia yang bergerak di Madripoor. Lantas mengapa karakter Sharon Carter begitu berbeda dari sebelumnya? Simak pembahasannya di bawah ini ya Geeks.

Bagaimana Sharon Carter Menjadi Power Broker?

Transformasi Sharon Carter menjadi Power Broker sayangnya tidak diceritakan secara jelas di serial Falcon and Winter Soldier. Namun tanda-tanda Sharon Carter adalah Power Broker sudah terasa sejak episode ketiga saat Sharon Carter dan Sam Wilson bertemu setelah sekian lama. Sharon Carter lantas menceritakan apa yang terjadi dengannya sehingga ia memutuskan untuk tinggal di Madripoor, tempat para kriminal bersembunyi dan menjalankan bisnisnya.

Sharon berkata kepada Sam, “Pada titik tertentu, saya mungkin juga menikmati kehidupan seorang penipu sejati.” Awalnya, kita mengira bahwa Sharon Carter hanya menjadi penipu dari karya seni yang ia curi dan jual. Namun sebenarnya, ada produk lain yang jauh lebih mahal dan dan berbahaya yang ia jual.

Setelah membantu Captain America, Falcon, dan juga Winter Soldier di film Captain America: Civil War, Sharon menjadi buronan. Tidak seperti yang lain, Sharon Carter tidak pernah diampuni kesalahannya oleh pemerintah. Sharon pun akhirnya memutuskan untuk melarikan diri ke Madripoor, yang “aman” bagi seorang buronan untuk tinggal. Di sana ia menggunakan tipu muslihat, dan menggunakan kemampuannya untuk beradaptasi dengan baik di lingkungan kriminal. Pada akhirnya Sharon Carter menjadi seorang “ratu” di Madripoor.

Pengalamannya menjadi seorang agent rahasia telah mengajarinya tentang apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kerahasiaan dan melindungi identitas aslinya. Jadi di Madripoor, ia menggunakan nama samaran yaitu Power Broker dan melakukan bisnis kriminal di sana.

Kenapa Sharon Carter Khianati Pemerintah dan Pahlawan Super?

Meskipun mungkin tampak mengejutkan melihat keponakan Peggy Carter dan sekutu Captain America ini menjadi seorang villain yang berencana menjual rahasia pemerintah kepada penawar tertinggi, tetapi perubahan Sharon Carter menjadi seorang villain memang tidak dipaksakan. Sharon sendiri membuat debutnya di film Captain America: The Winter Soldier sebagai tetangga Steve Rogers yang ramah dan tampak cukup polos.

Namun pada akhirnya Sharon datang ke apartemen Steve Rogers sambil membawa pistol. Steve kemudian mengetahui bahwa Sharon sebenarnya adalah Agent 13, yang diminta mengawasi Steve Rogers oleh Nick Fury. Cerita itulah yang menjadi pondasi yang cukup kuat bagi berubahnya karakter Sharon Carter menjadi jahat.

Pondasi cerita lainnya dari adalah rasa kekecewaan Sharon Carter atas pekerjaannya untuk pemerintah AS. Di Captain America: The Winter Soldier terungkap bahwa SHIELD tempat Sharon Carter mengabdi menjadi agen selama bertahun-tahun sebenarnya telah dirusak oleh HYDRA bahkan sejak awal bergabung. Kemudian di Captain America: Civil War, Sharon mengambil risiko untuk melakukan hal yang benar dan mengambil perisai Captain America dan sayap Falcon untuk mereka. Sharon dihargai atas keberaniannya oleh Steve Rogers dan kawan-kawan, namun ia dijadikan sebagai buronan oleh pemerintah. Ini tidak hanya membuat Sharon Carter letih terhadap pemerintahan tetapi juga pada pahlawan super.

Sharon juga memperlihatkan tanda-tanda tersebut saat ia bertemu dengan Sam, dan mengatakan “Kamu tahu bahwa semua hal tentang pahlawan adalah lelucon kan? Maksudku, caramu melepaskan perisai itu, jauh di lubuk hatiku kamu harus tahu bahwa itu semua kemunafikan.” Sharon Carter juga sepertinya menaruh dendam terhadap Steve Rogers.

Seperti yang kita ketahui Steve Rogers dan Sharon Carter pernah menjalin hubungan di film Captain America: Civil War. Namun di Endgame, Steve Rogers memutuskan untuk pergi ke masa lalu dan menikahi bibinya. Perpisahan yang benar-benar buruk itu mungkin juga menjadi  pemicu yang membuat Sharon Carter menjadi jahat dan menjadi Power Broker.

Masa Depan Sharon Carter di MCU

Seperti Vulture dalam film Spider-Man: Homecoming, Power Broker melihat keadaan di MCU saat ini sebagai peluang untuk menghasilkan uang. Niat Sharon adalah menjual teknologi prototype dan senjata yang dikembangkan oleh pemerintah, dan serial WandaVision sudah mendemonstrasikan betapa canggihnya beberapa teknologi tersebut ketika SWORD melepaskan White Vision dalam upaya mengambil alih Westview. Bisa jadi dalam MCU nanti Sharon Carter lah yang pada akhirnya menyebabkan perang Armor Wars terjadi, di mana Sharon Carter mencuri teknologi milik Stark dan menjualnya kepada pihak lain.

Avatar
Restu is a general trouble maker of Greenscene.co.id, he's operate on movie review and original content with some reporting job. He think that he is Tony Stark, with semi-bald head.