Ketika Xena: Warrior Princess berakhir pada tahun 2001 lalu, serial tersebut berakhir dengan ending yang kontroversial. Para penonton pun bertanya-tanya mengapa sang kreator memilih untuk membunuh karakter utama, Xena, dengan cara yang brutal. Dalam episode terakhir berjudul “A Friend in Need”, Xena terlihat melawan pasukan masif dari Asia. Tubuh Xena tampak terkena beberapa anak panah, dan ia beberapa kali terkena sabetan katana. Terakhir, Xena bertemu dengan Samurai dan pada akhirnya Samurai itulah yang memenggal Xena.

Di akhir serial Xena: Warrior Princess, sebuah cerita masa lalu Xena memang dihadirkan. Diceritakan bahwa Xena berteman dengan seorang gadis Jepang bernama Akemi yang memohon pada Xena untuk membunuhnya. Terungkap bahwa ternyata Akemi membunuh ayahnya sendiri, sehingga Akemi meminta Xena untuk membunuh dirinya sendiri. Xena pun menghormati keinginannya.

Hiro Studios

Tetapi karena penduduk desa tempat Akemi tinggal menyerang Xena, maka Xena terpaksa membakar desa tersebut untuk membela diri. Dalam kebakaran tersebut, 40.000 orang tewas, dan ayah Akemi berubah menjadi iblis Lord Yodoshi. Seluruh korban Xena kemudian menjadi budak Yodoshi, dan Xena memilih untuk membiarkan dirinya dibunuh untuk membebaskan orang-orang yang dia dulu pernah bunuh. Itulah penebusan dosa yang ingin Xena lakukan yaitu dengan cara mati.

image source: cbr.com

Nah penulis dan produser memang menginginkan kisah penebusan untuk Xena, dan satu-satunya penebusan yang masuk akal adalah dengan kematiannya. Seperti yang dikatakan produser serialnya, Rob Tapert, dalam sebuah wawancara di tahun 2001 dengan The New York Post, ia mengatakan bahwa kematian Xena adalah cara yang paling tepat untuk mengakhiri ceritanya, dan itu adalah cara yang paling efektif untuk melakukan penebusan bagi Xena. Jadi, serial Xena: Warriors Princess memang berakhir dengan Xena yang sebenarnya ingin tetap mati.

Kematian tersebut sebenarnya bukanlah kematian pertama bagi Xena. Sebelumnya, Xena sudah beberapa kali mati. Tapi kematian di akhir serial Xena: Warrior Princess adalah kematian terakhir baginya. Xena sendiri sempat memohon kepada belahan jiwanya, Gabrielle, untuk membiarkannya mati, dan Gabrielle menghormati keputusan tersebut. Gabrielle pun kemudian melanjutkan perjalanannya untuk menyelesaikan misi-misi yang belum Xena penuhi dan berkeliling dunia. Semua hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh penulis serialnya, R.J. Stewart.

“Alasan kami membunuh Xena sudah kami pikirkan sejak awal seri, dan itu unik. Xena menemukan misi utamanya, yaitu melakukan penebusan. Ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri atas apa yang telah ia lakukan. Dia harus membayar mahal karena dia adalah penjahat perang, seperti yang digambarkan di serial Hercules. Penebusan akhir terjadi dan dia tidak dihidupkan kembali.”

Para kreator serial melakukan apa yang mereka anggap tepat pada saat itu, dan ada perbedaan pendapat tentang apakah keputusan itu benar atau malah berbahaya. Seperti yang terjadi, sebagian besar penonton berasa bahwa serial tersebut berakhir dengan kontroversial, dan mereka menginginkan Xena hidup, atau setidaknya mati dengan sangat layak atau damai. Nah kalau Geeks setujukah dengan ending serial Xena: Warriors Princess? (Image source: tvtime.com)

Hiro Studios

Restu is a general trouble maker of Greenscene.co.id, he's operate on movie review and original content with some reporting job. He think that he is Tony Stark, with semi-bald head.