CBR melaporkan bahwa dewan yang mengatur rating film dan televisi Belanda, Kijkwijzer, telah memberi rating serial Falcon and Winter Soldier dengan rating 16+, yang berarti serialnya berisi adegan kekerasan dan bahasa kasar. Rating tersebut mirip seperti serial Daredevil, Jessica Jones, dan Game of Thrones. Dengan begitu, serial Falcon and Winter Soldier resmi menjadi properti Marvel Studios dengan rating paling dewasa, diantara properti lainnya.

Biasanya, properti Marvel Studios lainnya hanya memiliki rating 12+. Sementara itu serial WandaVision awalnya memiliki rating TV-PG, sebelum memperoleh rating TV-14. Hal itu terjadi karena adanya pergeseran tone dan adegan kekerasan di tiap episode serial WandaVision. Seperti yang kita ketahui awal WandaVision menghadirkan nuansa sitkom klasik, sementara episode-episode berikutnya menghadirkan cerita dan nuansa yang lebih kompleks dan serius.

Hiro Studios

image source: cbr.com

Serial Falcon and Winter Soldier memang menjadi serial yang sangat dinantikan para penggemar. Pasalnya, serial tersebut menceritakan tentang apa yang terjadi setelah Avengers: Endgame. Dalam film Avengers: Endgame, Steve Rogers memilih Sam Wilson alias Falcon untuk menjadi penggantinya sebagai Captain America. Tapi tentu saja dunia lebih rumit daripada yang dipikirkan Steve Rogers, karena Sam Wilson tidak direstui untuk menjadi Captain America oleh pemerintah Amerika Serikat.

Pemerintah AS yakin bahwa mereka memiliki hak untuk memilih Captain America berikutnya, dan mereka memilih John Walker, karakter dari buku komik yang juga dikenal sebagai U.S Agent. Karakter tersebut diciptakan oleh Mark Gruenwald untuk menjadi kebalikan dari Steve Rogers, dan menjadi simbol patriotisme yang salah. Dalam komiknya, Pemerintah Amerika menolak Sam Wilson sebagai Captain America, karena mereka tidak yakin dengan sosok Captain America kulit hitam. Tetapi, pemerintah Amerika juga salah karena memilih pria yang tidak stabil, untuk dijadikan sebagai Captain America baru.

Featured image: indiewire.com

Hiro Studios