Dalam episode terbaru The Mandalorian, Din Djarin melanggar aturan kepercayaan Children of the Watch, dan melepas helmnya di hadapan orang lain. Meski aturan itu begitu penting bagi dirinya, tapi keputusan untuk melepaskan helmnya tak bisa dihindarkan. Para Mandalorian sebenarnya tidak pernah menyatakan keyakinan penuh terhadap Children of the Watch. Tapi, ada satu aturan yang setidaknya mengikat bahwa mereka tidak diperkenankan untuk melepas helm yang digunakannya di depan orang lain.

Di season 1 dalam Chapter 4: Sanctuary, Din memberitahu Cara Dune jika melanggar aturan tersebut, ia tidak akan pernah bisa memakai helmnya lagi. Meskipun tidak banyak anggota Mandalorian yang tersia, Din terus menegakkan aturan itu untuk dirinya sendiri. Tapi Pada saat yang sama, keyakinannya mulai terkikis sedikit demi sedikit.

Pertama kali kepercayaannya itu mulai goyah terjadi dalam Chapter 8: Redemption. Saat itu, dia mengizinkan robot droid IG-11 untuk melepas helmnya agar bisa merawa luka-lukanya. Peristiwa tersebut bisa dibilang “pengecualian” karena sebagai droid, IG-11 secara teknis bukanlah sosok manusia. Meski demikian, itu masih menjadi momen yang menentukan bagi Din karena ia memilih untuk merubah aturan kepercayaannya, dan bukannya mati demi kehormatan.

Saat Din bertemu lebih banyak orang di Musim ke-2 The Mandalorian, dia terus menegakkan keyakinannya, tetapi dia bertemu dengan oposisi yang lebih kuat dari sebelumnya, meskipun ada beberapa pengecualian, seperti ketika Frog Lady menggunakan kode Mandalorian untuk memastikan dia menghormati persetujuan mereka. Di sisi lain, keimanan Din diuji saat bertemu dengan Bo-Katan Kryze. Dia adalah orang pertama yang menjelaskan kepada Din bahwa Mandalorian lain tidak mengikuti aturan ketat yang sama seperti dia dibesarkan, yaitu tidak boleh melepas helm di depan orang lain.

Terlepas dari ketidaksepakatan mereka, Bo-Katan dan sekutunya masih menyelamatkan Din, dan Baby Yoda/Grogu dari Quarrens, dan Din membantu mereka merebut kembali senjata Mandalorian yang dicuri dari Kekaisaran. Sekalipun hal itu baru baginya, Din memahami, dan menghormati bahwa kepercayaan yang selama ini dipegang teguh ternyata bukanlah satu-satu jalan yang dimiliki oleh para Mandalorian.

Keyakinan Din kembali dipertanyakan saat bertemu Ahsoka Tano. Dalam Chapter 13: The Jedi, Morgan Elsbeth memberikan Din tombak yang terbuat dari beskar murni dengan imbalannya ia harus membunuh Jedi. Saat bertemu dengan Ahsoka Tano, ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya itu. Tapi, Ahsoka meyakinkannya agar tetap mengambil tombak tersebut, meski ia mengurungkan niat untuk membunuhnya. Dia melanggar aturan karena tidak mau menyelesaikan tugasnya. Din merebut kembali tombak itu, dan dia percaya jika itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

Sementara itu, Din mungkin tidak sempat membandingkan prinsip dengan Boba Fett, tapi mereka tampak saling menghormati perbedaan. Boba melepas helmnya sementara Din tidak, dan tak satu pun dari mereka mempertanyakan hal itu. Selain itu, Din siap untuk melepaskan Boba dari kesepakatan mereka dan tetap terdampar di Tython, tapi Boba bersikeras untuk melihatnya, dan membantunya mendapatkan Grogu kembali.

Momen penting saat Din melepas helmnya terjadi saat dia bersama Mayfield pergi menyelamatkan Grogu, yang telah ditangkap oleh Moff Gideon dan pasukannya. Dia melepas baju besinya sehingga bisa menyamar, dan memasuki fasilitas penambangan Kekaisaran bersama Mayfeld. Kemudian, dia dipaksa melepaskan helmnya untuk mengakses terminal internal Imperial, dan akhirnya memperlihatkan wajahnya ke Mayfeld serta petugas Imperial.

Meskipun Mayfeld adalah satu-satunya yang tahu tentang itu, Din masih harus hidup dengan tindakannya itu, yang mungkin memicunya untuk mempertimbangkan kembali keyakinannya. Akan tetapi, Din tidak sepenuhnya melepaskan keyakinannya. Pengalamannya dengan para Mandalorian lain tentu telah mengubah cara pandangnya. Dia mungkin tidak akan mulai melepas helmnya di depan semua orang, tapi mungkin dia akan menunjukkan wajahnya kepada orang yang paling dekat dengannya, yakni Grogu.