Para Saiyan adalah ras yang paling kuat, dan petarung nomor satu di universe Dragon Ball. Mereka dibekali oleh kemampuan fisik yang dahsyat, kemampuan bertarung yang luar biasa, menjadikan mereka adalah pejuang yang tangguh meskipun jumlah bangsa Saiyan kini tidaklah banyak. Para bangsa Saiyan berusaha untuk tetap eksis di universe Dragon Ball dengan menikah dan memiliki anak.

Ada yang menyebutkan bahwa mereka yang memiliki separuh darah Saiyan dalam diri mereka, maka akan memiliki separih kekuatan Saiyan juga. Artinya mereka bisa menjadi sosok yang tidak kalah. Namun, apakah itu semua benar? Dalam cerita Dragon Ball, para karakter setengah Saiyans biasanya menjadi sosok yang jauh lebih kuat dibandingkan orang tua mereka yang merupakan Saiyans sepenuhnya. Jika benar, mengapa mereka yang merupakan Saiyan murni lebih sering diperlihatkan sebagai sosok yang jauh lebih kuat?

Sudah menjadi takdir sebagai seorang Saiyan sejati mereka akan berusaha untuk menjadi lebih kuat dan mencari tantangan yang lebih besar agar mereka menjadi petarung terkuat. Para Saiyan diketahui mampu meningkatkan kekuatan mereka dengan berbagai macam cara, termasuk proses latihan yang sangan intens. Selain itu ada hal lainnya yang dimiliki oleh para Saiyan, seperti mampu sembuh lebih cepat dari luka yang sangat fatal, bahkan mampu mengadaptasikan tubuh mereka dari serangan yang hampir menghancurkan nyawa mereka.

Para Saiyan juga memiliki transformasi yang disebut sebagai ‘Super Saiyan’ yang bisa dilakukan dengan melalui berbagai latihan berat, membuat mereka mampu melampaui batas mereka sebelumnya. Para Saiyan seperti Vegeta dan Goku, sudah bertahun-tahun lamanya digambarkan menjadi contoh sosok Saiyan terkuat di universe tersebut.

Namun, ada perbedaan yang sangat signifikan antara Saiyan berdarah murni dan anak dari para Saiyan yang merupakan gabungan antara Saiyan dan manusia. Sosok seperti Gohan, yang merupakan anak dari Goku, serta Trunks, yang merupakan anak dari Vegeta, mirip seperti ayah mereka yaitu merupakan sosok petarung yang hebat.

Mereka menjadi sosok yang kuat sesuai dengan kemampuan mereka, artinya mereka hebat dalam batasan mereka sendiri. Yang paling penting, beberapa kelemahan manusia dalam diri mereka menghilang, karena di tubuh mereka terdapat kekuatan para Saiyan. Hal ini bahkan juga diketahui para Saiyan sendiri, seperti diperlihatkan oleh Vegeta dan Nappa dalam “Saiyan Saga” di seri Dragon Ball Z yang mengatakan bahwa anak-anak mereka di bumi bisa menjadi sosok yang sangat sulit untuk mereka taklukan.

Dan apa yang diucapkan oleh Vegeta dan Nappa sendiri nyatanya memang terbukti. Di sepanjang seri Dragon Ball Z, para anak-anak setengah Saiyan seperti Goten, Gohan, dan Trunks, berubah menjadi sosok yang luar biasa. Gohan menunjukan dirinya sebagai sosok yang memiliki kekuatan fisik dahsyat, meskipun usianya masih muda. Di usianya yang masih delapan tahun, dia sudah bisa menyeimbangkan kekuatannya dengan musuh yang lebih dewasa. Dia bahkan bisa menggunakan Super Saiyan 2 sebelum orang lain bisa.

Dan yang paling epik adalah mengambil alih peran orang tuanya dalam menghadapi Cell saat Cell Saga. Hal yang sama juga ditujukan oleh Future Trunks dimaka dia mampu melampaui kekuatan ayahnya di arc yang sama. Goten dan Kid Trunks juga terbukti mampu menggunakan Super Saiyan, meskipun mereka belum pernah menggunakan kekuatan tersebut sebelumnya, dalam Buu Saga.

Secara alami, mereka yang merupakan setengah Saiyan memang memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan dengan para Saiyan murni. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kekuatan dasar yang diwarisi oleh orang tua mereka. Namun, status setengah Saiyan mereka juga memiliki kelemahan yaitu mereka akan memiliki kekurangan dalam hal kemampuan bertarung dibandingkan para Saiyan murni.

Hal inilah kemudian yang membuat Gohan berhenti menjadi seorang petarung dan lebih memilih untuk bekerja seperti manusia biasa, menjadi sosok yang cerdas dalam bidangnya, dibandingkan menjadi seorang petarung hebat dan pelindung bumi seperti sang ayah, Goku. Gohan lebih memilih jalan damai, dan bertarung sebagai opsi terakhir jika memang itu harus dilakukan.

Ini artinya Gohan bisa saja menjadi lebih kuat dibandingkan Goku jika memang dia mau berlatih lebih keras, seperti yang dilakukan oleh Goku. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan Goku dan Vegeta yang sedari awal memang sudah sangat kuat. Dan sepertinya memang sudah ditakdirkan untuk terus berlatih dan berlatih sampai kemudian mereka mencapai pencapaian tertinggi, seperti mampu menggunakan form Super Saiyan Blue.

Kesimpulannya, setengah Saiyan mungkin memang jauh lebih kuat secara teori, dan ini adalah sebuah perbedaan perilaku yang menarik antara para Saiyan murni dan anak-anak mereka, yang membantu menjelaskan secara gamblang tentang batasan-batasan dari “kedua pihak” ini. Mereka yang merupakan setengah Saiyan bisa menjadi lebih kuat, tapi butuh usaha yang lebih keras dan tekun dari orang tua mereka.