Sutradara film Dune, Denis Villeneuve, menyatakan jika dia tidak senang akan keputusan Warner Bros yang memindahkan perilisan filmnya itu ke layanan streaming HBO Max. Melalui kolom eksklusif untuk Variety, ia mengungkapkan jika peluncuran di HBO Max sebagai  kegagalan, dan akhirnya ia menyalahkan perusahaan studio AT&T atas keputusan tersebut.

“Dengan keputusan ini AT&T telah membajak salah satu studio paling terhormat dan penting dalam sejarah film. Sama sekali tidak ada cinta untuk bioskop, atau untuk penonton di sini. Oleh karena itu, meskipun “Dune” adalah tentang bioskop dan penonton, AT&T adalah tentang kelangsungan hidupnya sendiri di Wall Street. Dengan kegagalan peluncuran HBO Max sejauh ini, AT&T memutuskan untuk mengorbankan seluruh daftar 2021 Warner Bros. dalam upaya putus asa untuk menarik perhatian penonton.” ujarnya.

Meskipun Villeneuve kemudian memuji layanan streaming untuk konten dan tempat mereka berkreasi di lanskap media, dia juga menjelaskan bahwa streaming saja tidak dapat menyelamatkan film selama masa pandemi ini. Villeneuve menggangap jika Warner Bros secara tidak langsung akan membunuh waralaba Dune. Keduanya pun sebelumnya pernah memastikan bakal membuat sekuel selanjutnya di tahun-tahun mendatang untuk film ini.

Terlepas dari polemiknya itu, Denis Villeneuve merupakan sosok sutradara yang mencapai kesuksesan internasionalnya saat menggarap film Sicario (2015). Film thriller tersebut dibintangi oleh Emily Blunt dan Benicio del Toro sebagai agen yang bertugas memburu anggota kartel di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Sedangkan, Dune sendiri adalah sebuah film adaptasi dari novel terlaris Frank Herbert, bercerita tentang perseteruan keluarga antarbintang yang memperebutkan planet Arrakis dan obat “rempah-rempah” yang bisa meningkatkan umur penggunanya. Film garapannya itu bakal dibintangi oleh Timothée Chalamet, Zendaya, Oscar Isaac, dan Josh Brolin.