Dalam cerita Avatar: The Last Airbender, selain kita diperlihatkan bagaimana perjuangan Aang, Katara, dan Sokka untuk membantu Aang melatih seluruh kemampuan pengendalian elemen. Kita juga diperlihatkan cerita lainnya seperti cerita menyedihkan dari sang pangeran raja api, Zuko. Seperti dijelaskan dalam serinya, zuko diusir dari kerajaan negara api dan untuk bisa kembali dia harus berhasil menangkap Avatar.

Jika menilik masa lalu Zuko, kehidupannya dahulu tidak banyak dipenuhi oleh tragedi. Semuanya berkat sosok Azula yang merupakan adiknya, sekaligus kasih sayang sang ibu, Ursa. Namun, Zuko perlahan mulai melihat adanya ketidak adilan dalam hidupnya yang dimulai dari sang ayah, Ozai, yang lebih memilih Azula sebagai anak kesayangannya. Selain itu, dia juga harus menerima fakta bahwa sang ibu harus diusir dari istana.

Zuko terus berusaha mendapatkan pengakuan sang ayah. Dan upaya ini membuat Zuko harus melakukan sebuah kesalahan besar, yang mana hal itu membuatnya menerima hukuman berat yaitu diusir dari istana. Cerita tentang Zuko juga pernah diceritakan oleh paman Iroh dalam episode “The Storm”. Menurut sang paman, Zuko remaja pernah meminta izin kepada Iroh untuk duduk dalam sebuah pertemuan penting .

Iroh pun setuju, namun dia memberikan syarat kepada Zuko untuk tidak berbicara sepatah kata pun saat pertemuan itu. Dan ketika pertemuan tersebut terjadi, Zuko mendengar sebuah rencana dari salah satu jendral negara api untuk mengorbankan anak buah mereka sendiri. Melihat hal itu, Zuko pun merasa bahwa dia tidak bisa tinggal diam dan justru menantang sang jendral.

Apa yang dilakukan oleh Zuko nyatanya tidak membuat sang ayah senang, dan justru Zuko mendapatkan hukuman. Dia mengikut sertakan Zuko dalam sebuah pertarungan Agni Kai atau pertarungan api. Meskipun Zuko mengaku bahwa lawannya adalah sang jendral, tetap saja Zuko merasa ketakutan ketika dia harus menghadapi sang ayah. Saat pertarungan, Zuko tidak melawan dan tidak melakukan apapun. Dia justru berlutut dan meminta maaf kepada sang ayah.

Melihat hal tersebut sang ayah malah bertambah murka. Ozai kemudian memutuskan untuk mengusirnya dari istana dan membakar wajarnya, yang meninggalkan bekas permanen. Namun, dalam seri komiknya kita diberikan penjelasan yang lebih rinci lagi mengenai peristiwa dalam hidup Zuko. Salah satu komik yang menceritakan kisah Zuko adalah The Search, yang dirilis beberapa tahun setelah seri The Last Airbender selesai.

Dalam komiknya kita dijelaskan mengapa sang ibu, Ursa, memutuskan untuk pergi dari istana. Alasan terbesarnya adalah karena dia tidak senang dengan pernikahannya dengan Ozai. Ursa merasa seluruh hidupnya terlalu dikendalikan oleh sang suami. Ursa kemudian melakukan “uji coba” terhadap sang suami, dimana dia menyebutkan bahwa Zuko sebenarnya adalah bukan anak Ozai melainkan anak dari mantan kekasihnya, Ikem.

Meskipun Ozai tahu bahwa hal itu tidak benar – karena Ozai mengetahui semua gerak-gerik Ursa pasca pernikahan mereka – dia tetap menemui Ursa dan menanyakan apa maksudnya mengatakan hal tersebut. Ursa kemudian menjelaskan bahwa dia berkhayal Zuko merupakan anak dari Ikem, sehingga Ursa berharap Zuko tidak akan mewarisi sifat-sifat buruk sang ayah.

Mendengar hal tersebut Ozai semakin bertambah marah, dan bahkan dia mengatakan mulai dari detik itu dia akan semakin kejam dan tegas kepada Zuko dengan menganggap bahwa Zuko bukanlah anaknya sehingga keinginan Ursa akan tercapai. Sakit hati dan takut akan masa depan sang anak, akhirnya Ursa yang memutuskan untuk pergi dari istana.

Cerita ini berhasil mengisi kekosongan dalam origin story Zuko yang tayang di seri animasinya. Meskipun Zuko pada awalnya sangat sedih dan kecewa harus diusir dari istana, pertemuannya dengan paman Iroh dan bergabungnya Zuko dengan tim Aang membuat Zuko sadar bahwa selama ini dia salah. Dan akhirnya sampai sekarang, Zuko masih menjadi sahabat Aang dan raja api yang paling baik,