Justice League biasanya berisikan beberapa pahlawan super terbaik dari DC Comics. Karena itulah Justice League disebut sebagai salah satu tim terbaik, terkuat, dan terpopuler di DC Universe. Namun, itu tidak berarti bahwa Justice League tidak mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi kepemimpinan, keanggotaan, dan dinamika timnya. Meskipun awalnya tim ini terdiri dari tujuh orang yaitu, Trinity DC (Batman, Superman, Wonder Woman), The Flash, Green Lantern, Aquaman, dan Cyborg, tetapi rosternya memang beberapa kali berubah, terutama setelah peristiwa Forevel Evil.

Sebagian besar anggota Justice League telah berganti dalam peristiwa Forever Evil. Salah satu karakter baru di Justice League adalah Lex Luthor. Ia memanfaatkan ketenarannya untuk masuk ke tim Justice League. Lex Luthor juga sempat berupaya mengambil kendali dari tim tersebut. Mungkin, Lex Luthor merupakan salah satu anggota dan pemimpin terburuk bagi Justice League.

Setelah peristiwa Forever Evil, publik sangat mendukung Luthor karena ia terlihat sebagai seorang pahlawan sejati. Namun, Lex Luthor kemudian menyadari bahwa ada ancaman besar yang sedang menuju bumi. Ancaman tersebut datang dari Crime Syndicate dari Earth-3 yang melakukan perjalanan ke Earth-1 setelah tempat tinggal mereka dihancurkan oleh entitas kosmik jahat.

Merasa khawatir dengan kedatangan mereka, Luthor lantas membangun menara pengawal baru di atas orbit Bumi. Luthor juga kemudian meminta untuk dapat bergabung dengan Justice League, agar Justice League lebih kuat dengan kehadirannya. Pada akhirnya, para pahlawan di Justice League setuju untuk melantik dan memasukan Lex Luthor sebagai anggota Justice League. Hal tersebut terjadi di komik Justice League # 33 yang dibuat oleh Geoff Johns dan Doug Mahnke.

Namun, kehadiran Lex Luthor menyebabkan banyak masalah. Bahkan sebelum pelantikan resminya dalam tim. Sebelum pelantikan, Luthor mencoba untuk mengambil tindakan sendiri ketika Justice League mencoba menahan Jessica Cruz dan cincinnya dari Earth-3. Pada saat itu, Luthor mencoba untuk mengambil kendali dan memimpin, di mana ia memerintahkan Justice League untuk menangani Doom Patrol, sementara Luthor mencoba untuk menetralkan kekuatan Jessica.

Untungnya, Batman muncul di tempat kejadian dan menghentikannya. Batman kemudian mengubah cara pandangnya terhadap Lex Luthor. Batman kemudian menolak Lex Luthor untuk menjadi pemimpin dari Justice League. Bahkan setelah Luthor menjadi anggota resmi, masalah tidak berhenti sampai situ. Saat Lex Luthor menjadi bagian dari Justice League, ternyata Lex Luthor masih memiliki gudang senjata dan laboratorium yang penuh dengan segala jenis senjata mematikan, termasuk virus Amazo yang menginfeksi hampir seluruh pantai timur dalam hitungan hari.

Tidak hanya itu, tetapi ego Luthor menjadi masalah utama, yang membuatnya selalu berselisih dengan anggota Justice League lain, khususnya dengan Batman dan Superman. Itulah mengapa Lex Luthor menjadi salah satu anggota Justice League yang paling buruk, apalagi saat ia menjadi pemimpin. Ia sering kali menjadi penyebab masalah yang akhirnya harus dihentikan oleh Justice League.