Dalam chapter 992 kemarin, Marco dan Perospero akhirnya bertemu dengan Big Mom, dan Big Mom sendiri mengiyakan bahwa dia memang benar menjalin aliansi dengan Kaido. Perospero sendiri pada awalnya menyampaikan keberatannya jika Big Mom beraliansi dengan Kaido. Perospero menginginkan Big Mom yang menjadi raja bajak laut. Big Mom kemudian menegaskan bahwa tujuan utamanya tersebut tidak akan dia lupakan.

Selain menghadirkan cerita tentang Perospero dan Big Mom, kita juga melihat bagaimana Big Mom mempertanyakan keberadaan Marco di Onigashima, yang mau membantu Luffy dan aliansinya. Big Mom bahkan “menyerang” Marco dengan mengatakan bahwa para sisa-sisa kru Whitebeard hanya mengacau dan membantu kru bajak laut lainnya.

Namun, Marco kemudian membalas pernyataan Big Mom tersebut dengan mengatakan bahwa mereka, yang merupakan mantan anak buah Whitebeard, bebas untuk melakukan apapun. Mereka tidak terikat oleh aturan dan juga apapun yang diucapkan oleh Whitebeard. Jika mereka mau melakukan sesuatu, maka tinggal lakukan saja, tidak akan ada yang menghalangi.
Berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Marco, sepertinya Oda Sensei ingin memberikan gambaran tentang perbedaan “cara mengasuh” antara Whitebeard dan Big Mom, yang mana hal tersebut mencerminkan sikap dan karakteristik mereka. Berbeda dengan Big Mom, mereka yang disebut anak-anak oleh Whitebeard bukanlah anak biologis dari Whitebeard.

Mereka adalah yatim puatu, anak-anak tersesat, dan sebagainya. Mereka kemudian menemukan keluarga yang mau menerima keadaan dan konsisi mereka. Salah satu contohnya adalah Ace. Seperti yang kita tahu, Ace adalah anak dari Roger. Roger sendiri adalah rival dari Whitebeard. Namun, Whitebeard tidak keberatan dan senang bisa menerima Ace sebagai salah satu anaknya.

Memang sudah sejak dulu, Whitebeard memiliki cita-cita untuk memiliki keluarganya sendiri. Whitebeard benar-benear menganggap mereka seperti anaknya sendiri, membesarkan dan mengarahkan mereka, tapi tidak memaksa anak-anaknya untuk berbuat seperti apa yang dia inginkan. Ketika Oden memutuskan untuk bergabung dengan Roger, meskipun dia marah, tapi Whitebeard tidak menghentikan upaya Oden.

Hal ini kontras dengan apa yang dilakukan Big Mom, yang mana seluruh kru dan seluruh anak-anaknya memang merupakan anak biologisnya. Mereka hidup dan bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Big Mom. Jadi, karena itulah Big Mom berasumsi bahwa tindakan Marco merupakan perwakilan dari apa yang diinginkan oleh Whitebeard selama ini.

Perospero dan anak-anaknya yang lain ingin melihat Big Mom menjadi raja bajak laut. Apakah itu memang benar-benar keinginan mereka? Atau karena mereka tidak memiliki pilihan lain? Di kru Whitebeard, mereka yang bergabung akan langsung dipanggil “anakku” oleh Whitebeard, tanpa memandang siapa. Sedangkan anak-anak Big Mom dipaksa untuk mengabdi dan menuruti semua perintah Big Mom, sejak mereka masih kecil.

Perbedaan juga terlihat dari bagaimana Whitebeard dan keduanya memperlakukan anak mereka, saat mereka salah. Whitebeard rela mengorbankan nyawanya, untuk menyelamatkan Ace dan melindunginya dari apapun kesalahan yang sudah dia buat. Sedangkan Big Mom, dia mengusir Lola ketika Lola menolak pertunangannya dengan Loki, yang mana hal itu merusak kesempatan Big Mom untuk menjalin kerja sama dengan para raksasa di Elbaf.

Namun, yang menarik adalah sebagian dari anak-anak Big Mom juga ada yang “bertindak sendiri”. Contohnya adalah Katakuri, Chiffon, Pudding, dan bahkan Brulee, yang pada akhirnya memberikan rasa hormatnya terhadap musuh, kru Topi Jerami, atas apa yang terjadi. Apakah semua yang terjadi atau yang dilakukan oleh Big Mom terhadap anaknya terkait dengan masa lalu Big Mom yang menyedihkan?

Meskipun belum ada konfirmasi, namun ada teori yang menyebutkan bahwa cerita tentang Big Mom masih akan berlanjut pasca arc Wano. Dan cerita Big Mom ini pun kemungkinan akan menjadi jembatan bagi arc Elbaf, yang akan menjadi arc selanjutnya. Kita nantikan saja ya Geeks bagaimana kelanjutan cerita One Piece dan cerita Big Mom beserta anak-anaknya.

Irvan Sukmaningrat
Irvan adalah content writer yang berpengalaman di bidang pop culture termasuk film, otaku stuff dan gaming. Di Greenscene, Irvan berfokus untuk coverage di topik seputar Otaku.