Mengapa Naruto Tidak Pernah Serius Melawan Sasuke?

Para fans sangat senang dengan sifat dan kepribadian Naruto yang penuh semangat dan tidak mengedepankan kekerasan. Setiap musuh yang dihadapi oleh Naruto selalu berakhir dengan baik, dimana mereka justru terinspirasi oleh apa yang dikatakan Naruto. Namun, Naruto sendiri terkadang tidak sadar bahwa apa yang dia lakukan bisa saja dimanfaatkan oleh mereka yang memang memiliki niat jahat.

Sasuke adalah sosok yang selalu memanfaatkan sifat Naruto tersebut. Bahkan ketika Sasuke jelas-jelas melakukan tindak kriminal atau sebuah kejahatan, Naruto sepertinya selalu menahan diri. Entah karena Naruto tidak ingin melukai Sasuke atau ada alasan lain, yang pasti jika saja Naruto bisa lebih tegas dan keras terhadap Sasuke, mungkin tidak akan banyak kehancuran yang muncul.

Bagaimana Naruto Mampu Berbicara Kepada Semua Musuhnya?

Sebagian besar pertarungan Naruto bukan berakhir dengan darah atau kekalahan atau apapun itu. Justru sebagian besar pertarungan yang dihadapi Naruto selalu berakhir dengan ucapan, perbincangan, yang sangat menggugah. Naruto selalu berusaha menyadarkan musuhnya bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, dan selalu ada waktu dan jalan untuk merubah semuanya.

Dan sering kali, ucapan Naruto tersebut masuk ke sanubari mereka yang mana akhirnya mereka pun berubah menjadi lebih baik. Bukan berarti apa yang dilakukan oleh Naruto ini adalah kesalahan, tapi Naruto mungkin bisa belajar satu atau dua hal dari pertarungannya melawan Sasuke. Tidak semua orang – penjahat – bisa disadarkan dengan kata-kata.

Apa Yang Membuatnya Sibuk Sebagai Hokage?

Mimpi terbesar dalam hidup Naruto adalah menjadi pemimpin di desa Konoha alias menjadi Hokage. Sejak awal seriesnya, dia selalu mengulang-ulang perkataan tentang mimpinya tersebut kepada setiap orang yang dia temui, baik teman ataupun lawan. Dan seperti yang diduga oleh para fans, Naruto akhirnya menjadi seorang Hokage. Momen tersebut mungkin menjadi momen emosional bagi para fans yang mengikuti kisah Naruto sejak awal.

Setelah membangun rumah tangga bersama Hinata dan menjadi seorang Hokage, Naruto berubah menjadi sosok yang sangat sibuk. Dia sangat jarang berkumpul bersama keluarganya. Bahkan, dalam beberapa acara keluarga seperti ulang tahun Himawari pun Naruto tidak muncul. Ketika rekan-rekannya yang lain bahagia dengan kehidupan mereka, Naruto justru harus kelelahan di meja kerjanya.

Bagaimana Dia Akan Menjaga Perdamaian Dunia Setelah Kematiannya?

Sebelum Naruto dan Sasuke bertarung, Sasuke menjelaskan rencananya untuk menjadi simbol kebencian orang-orang. Hal ini dilakukan agar manusia bisa bersatu melawan satu musuh utama mereka dan menyingkirkan perbedaan yang ada. Naruto sendiri selalu memegang teguh ideologi “Will of Fire” dan dia percaya terhadap generasi selanjutnya.

Namun, Naruto sepertinya perlu mencari cara lain untuk menjaga perdamaian yang terjadi di seluruh dunia ini. Bukan tidak mungkin, jika tidak ada cara untuk menjaga perdamaian yang efektif, kekacauan akan muncul setelah Naruto meninggal nanti.

Apakah Naruto Akan Belajar Jutsu Baru?

Naruto dan Naruto Shippuden adalah seri yang memang berfokus terhadap sosok Naruto. Ceritanya juga menghadirkan bagaimana perkembangan karakter dari Naruto mulai dari seorang ninja biasa, sampai menjadi ninja yang sangat kuat. Series Boruto, sekarang menghadirkan cerita sosok Boruto sebagai penerus dari Naruto. Sedangkan Naruto sendiri saat ini menduduki jabatan sebagai Hokage.

Namun, ketika Naruto menjadi Hokage dia hanya duduk-duduk saja di kursinya sambil menangani berbagai hal administratif. Kemampuan Naruto sendiri rasanya masih harus terus diasah dan Naruto juga perlu belajar jutsu atau teknik baru. Karena, lawan yang dia hadapi pun semakin kuat. Contohnya adalah Isshiki Otsutsuki.

1
2
https://www.greenscene.co.id/author/irvan-sukmaningrat/