Setiap orang pastinya bermimpi untuk memiliki kekuatan super, terlepas apakah kekuatan super tersebut akan digunakan untuk kejahatan atau kebaikan. Masing-masing orang tentunya memiliki tujuannya sendiri dalam penggunaan kekuatan super tersebut. Memang, kekuatan super hanya ada dalam cerita komik atau dalam cerita fiksi lainnya. Tapi, bagaimana jika kekuatan super tersebut benar-benar ada di dunia nyata?

Project Power mencoba untuk menghadirkan cerita tersebut, bagaimana jika kemudian kekuatan super ada di dunia nyata. Sebuah kontraktor swasta yang biasa bergerak di bidang pertahanan, Keleos, mengembangkan sebuah obat atau pil yang sangat luar biasa secara ilegal. Pil tersebut bisa memberikan seseorang kekuatan super seperti yang diinginkan oleh semua orang. Nama pilnya adalah Project Power.

Premis yang ditampilkan cukup menarik dari film ini. Apalagi dibintangi oleh aktor sekelas Jamie Foxx dan Joseph Gordon-Levitt. Sayangnya premis film ini terasa sedikit terburu-buru. Meskipun begitu, untungnya bisa tertolong oleh hubungan apik dari duo Robin dan Arthur. Saking apiknya hubungan kedua karakter ini, rasanya karakter Frank yang diperankan Joseph Gordon-Levitt ini tidak diperlukan lagi.

Frank sendiri merupakan karakter dengan tipikal polisi yang baik, yang selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk warganya. Frank rela melanggar aturan demi membantu Arthur dan Robin untuk memecahkan kasus pil Power. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi oleh karakter Frank dalam ceritanya.

Seperti yang disebutkan di atas, hubungan ciamik antara Robin dan Arthur seakan menjadi inti cerita dari filmnya. Kemudian, momen dari Robin di filmnya benar-benar ditampilkan dengan baik oleh Dominique Fischback. Dan juga yang menarik adalah momen dimana Arthur dan Robin mencoba untuk mencari talenta tersembunyi dalam diri Robin.

Pada intinya, film Project Power ini merupakan sebuah cerita “biasa” tentang usaha seorang ayah yang mencoba untuk menyelamatkan anak perempuannya. Ceritanya mirip seperti Taken, yang diperankan oleh Liam Neeson dan film-film serupa. Tapi, pengemasan dan tema yang berbeda membuat film ini menjadi unik.

Berbicara mengenai kekuatan super, film Project Power membuat fungsi dari kekuatan tersebut sebagai metafora tentang kehidupan sehari-hari manusia. Kekuatan super yang dihasilkan dari pil Power diibaratkan sebagai jalan mudah untuk menghadapi setiap permasalahan yang menghadang manusia dalam setiap kehidupan mereka.

Ini bukan pertama kalinya Joost dan Schulman menghadirkan metafora sesuatu dalam sebuah cerita, contohnya adalah Catfish yang merupakan film debut mereka. Keduanya mencoba untuk meneliti berbagai faktor yang membuat orang-orang menjadi ketagihan sosial media, dan menjadikan mereka sangat ambisius untuk terkenal di internet dan media sosial.

Hal lainnya yang menjadikan keunikan plot filmnya adalah adanya referensi aktor lain dan film lainnya. Contohnya adalah ketika Robin selalu mengkaitkan Frank dengan sosok Clint Eastwood, sosok aktor yang dikenal sebagai seorang polisi yang pemberani dan tegas terhadap apapun.

Ketika demonstrasi kekuatan pil Power yang dilakukan oleh seorang wanita di dalam sebuah tanki raksasa, kita melihat bagaimana wanita tersebut memiliki kekuatan es yang sangat luar biasa. Salah seorang perwakilan dari Keleos kemudian mereferensikan wanita dan kekuatan esnya tersebut “sama seperti Frozen.

Hal ini tentunya mengejutkan, dan menjadi sebuah pertanyaan besar. Bagaimana bisa cerita Frozen muncul dalam film Project Power? Apakah Frozen ada di universe yang sama dengan project Power atau sebaliknya? Tapi, mungkin ini adalah salah satu upaya Netflix untuk lebih relate dengan para penonton di masa sekarang.

Terakhir, film Project Power menghadirkan cerita tentang obat-obatan terlarang tapi tidak menghadirkan atau menampilkan tentang ketergantungan – sebenarnya ketergantungan yang ditampilkan lebih pada momen-momen tertentu misalnya dalam situasi bahaya. Tapi, tetap saja menjadi hal yang positif bagaimana filmnya tidak menampilkan efek ketergantungan dalam ceritanya. Filmnya benar-benar menghibur dan penuh dengan energi serta adegan yang menegangkan.

Dan yang uniknya lagi dari film ini adalah selain mengundang bintang besar Hollywood seperti Jamie Foxx dan Joseph Gordon-Levitt, ada juga sosok aktor Indonesia yang cukup populer di industri Hollywood, yaitu Yoshi Sudarso. Dia berperan sebagai salah satu villain yang memiliki kekuatan untuk menjadikan tulang sebagai senjatanya.

Selain dari segi cast, ada cerita menarik juga tentang film ini. Penulis skripnya, Mattson Tomlin, ternyata sudah sejak lama membuat naskah untuk film ini. Dia sudah menulis ini sejak 2016 lalu, dan Matt juga mengaku bahwa dia menulis naskah skrip film ini setelah dia terinspirasi film Eminem berjudul ‘8 Mile’ dan film ‘Collateral’ yang dibintangi oleh Jamie Foxx dan Tom Cruise.

Jadi, rasanya wajar jika kemudian ada unsur rap dalam film ini. Bahkan, seluruh musik backsound di filmnya merupakan lagu dengan genre rap. Dengan cerita yang menarik, penampilan cast yang ciamik, dipadukan dengan musik rap yang atraktif, membuat film ini lumayan seru untuk kalian tonton Geeks!

TINJAUAN IKHTISAR
Overall