Die Hard

Sebagian besar penggemar setuju bahwa Die Hard akan lebih baik jika tetap menjadi trilogi. Meskipun film keempat tidak terlalu buruk, film kelima yang menjadi “pembunuh” semuanya. Konsep filmnya sendiri tidak pernah berubah sedari awal, yaitu tentang usaha John McClane untuk bertahan hidup dari ancaman yang datang ke hidupnya.

Di film-film sekuelnya yang lain, seperti Live Free or Die Hard, diperlihatkan bahwa McClane harus kembali dari masa pensiunnya. Mungkin sulit untuk tewas selama 1 sampai 3 kali masih dirasa masuk di akal. Tapi, ketika lebih dari tiga kali, rasanya para penonton pun bosan apalagi filmnya selalu menggunakan formula yang hampir sama di setiap cerita.

Batman

Sama seperti rekannya, Superman, Batman juga mengalami nasib yang sama ketika harus berhadapan dengan sekuel. Tim Burton sukses mengawali franchise Batman di era modern pada 1989, dengan menggaet Michael Keaton sebagai Bruce Wayne. Dengan nuansa noir yang khas dari Tim Burton, filmnya menjadi salah satu film Batman tersukses.

Tapi, semuanya berubah ketika film Batman & Robin serta Batman Forever dirilis. banyak kritik yang menyerang bagaimana penampilan Val Kilmer yang kurang menjiwai karakter Bruce dan puncaknya adalah ketika George Clooney berperan sebagai Batman, dimana dia banyak dikritik sebagai Batman terburuk yang pernah ada.

Jaws

Siapa yang tidak mengenal tentang film bertema serangan ikan paus ini? Jaws dikenal sebagai film blockbuster musim panas pertama dan selama hampir setengah abad kemudian, film ini masih dianggap sebagai salah satu film blockbuster musim panas terbaik. Hampir tidak ada reaksi buruk tentang film ini, sehingga wajar jika film ini menjadi salah satu film tersuksesan sampai sekarang.

Setelah menjadi film dengan pendapatan kotor paling banyak, wajar jika kemudian berbagai sekuel dibuat untuk kembali mendulang kesuksesan yang sama. Namun, sayangnya harapan tinggalah harapan karena para kenyataannya justru berbagai sekuel tersebut hancur di pasaran. Berbagai masalah mulai menerpa sekuelnya, seperti cerita yang tidak masuk akal dan berbagai hal lainnya.

Pirates of the Caribbean

Film bertema bajak laut mungkin sangat jarang di era modern ini, tapi Disney sukses membungkus cerita bajak laut menjadi menyenangkan dan menarik dalam franchise Pirates of the Caribbean. Kesuksesan film ini benar-benar tidak terbendung, karena film kelimanya yaitu Dead Men No Tales dianggap gagal karena “hanya” mendapatkan pemasukan sebesar USD 795 juta.

Harus diakui, semakin besar ceritanya, semakin banyak karakternya, semakin besar mitologinya, dan berbagai hal lainnya membutuhkan kerja yang ekstra dari tim produksi dan kreatif. Dan ketika semua ekspektasi tidak bisa terpenuhi, hasilnya adalah kegagalan. Sebagian berpendapat bahwa lesunya pendapatan dari franchise ini diakibatkan oleh bosannya para penonton dengan karakter Jack Sparrow. Dengan Disney berencana untuk me-reboot franchise ini, kita nantikan saja bagaimana hasilnya.

Terminator

Diantara semua franchise di daftar ini, Terminator menjadi bukti nyata bagaimana sekuel tidak selamanya menguntungkan dan menarik. Terminator merupakan salah satu film populer dari era 1980an, dan bahkan filmnya menjadi bagian dari budaya populer sampai saat ini. Kesuksesan film pertama kemudian dilanjutkan dengan film kedua, The Judgemnt Day, yang menjadi puncak kesuksesan dari franchisenya.

Setelah itu? Diibaratkan permukaan yang landai, kesuksesan franchise Terminator terus menurun secara perlahan. Hampir tidak ada kesuksesan yang diraih oleh film sekuel Terminator setelah Judgement Day. Meskipun karakter klasik coba dimunculkan dalam film terbaru mereka, Dark Fate, nyatanya hal itu tidak membantu sama sekali kesuksesan filmnya.