Pertarungan Red Scabbards melawan Kanjuro akhirnya terjadi, seperti yang diperlihatkan di chapter 985 kemarin. Red Scabbards akhirnya berhasil menuju Onigashima setelah Luffy dan yang lain menolong. Fakta juga terungkap bahwa sebenarnya Kanjuro merupakan pengkhianat diantara Red Scabbards. Dan yang paling parah, dia kemudian menculik Momonosuke dan mengancam membunuh Hiyori.

Di chapter 985, kita melihat bagaimana Kanjuro menjaga pintu belakang Onigashima dengan pasukan yang dia buat dari lukisannya. Dan akhirnya pertarungan Kanjuro melawan sebagian rombongan Red Scabbards beserta Izo tidak terhindarkan. Tapi, ada sebuah hal menarik yang terjadi di salah satu panel di chapter tersebut, yaitu Kiku menangis dan pedangnya penuh darah.

Banyak fans yang bertanya mengapa Kiku menangis pada saat itu – dan mengapa pedangnya penuh darah. Sebagian berspekulasi Kiku menangis karena dia merasa tidak berdaya untuk menyelamatkan Momonosuke. Seperti yang diperlihatkan, dia sangat sedih dan marah dengan situasi yang terjadi dengan Momonosuke, dimana dia akan segera dieksekusi oleh Kaido.

Tapi, bagaimana jika ada alasan lainnya mengapa Kiku menangis. Contohnya adalah dia harus menghadapi sosok yang sangat dia cintai dan hormati. Seperti yang diketahui Kanjuro memiliki kemampuan untuk “membangkitkan kembali” sosok yang sudah tewas atau mati dengan cara menggambarnya. Dan dikatakan bahwa gambarnya tersebut akan memiliki kepribadian dari sosok tersebut.

Sebelum bergabung dengan Oden, Kanjuro dulunya sering mengoleksi rambut orang-orang untuk membuat kuas atau semacamnya. Dan Kanjuro sendiri sempat memiliki tubuh atau jenazah dari Yasuie. Mungkin Geeks menyadari – atau tidak – bahwa kuas yang dimiliki Kanjuro sangat besar dan sangat tebal. Bagaimana jika kuas tersebut berasal dari rambut Yasuie?

Dan untuk membuat situasi semakin pelik, bagaimana jika kemudian sosok yang harus dilawan oleh Kiku pada saat itu merupakan sosok Yasuie yang digambar lagi oleh Kanjuro. Yasuie beserta Oden dan Red Scabbards memang memiliki ikatan yang sangat dekat. Kiku juga merupakan sosok yang sangat menghormati Yasuie. Jadi, mungkin akan ada ikatan emosional yang muncul ketika Kanjuro menggambar Yasuie.

Jika benar, mungkin ini akan menjelaskan mengapa Kiku menangis sambil juga ada noda darah di pedangnya. Kiku terpaksa harus mengalahkan sosok yang dia hormati, tapi di sisi lain dia juga sadar bahwa Yasuie sudah tewas akibat eksekusi. Yang paling berat tentunya bagaimana Kiku harus bertarung melawan sosok tersebut. Apakah memang kanjuro benar menggambar kembali Yasuie dan Kiku terpaksa harus menghadapinya? Kita nantikan saja jawabannya di chaper selanjutnya ya Geeks!