Selama bertahun-tahun sejak industri gulat WWE muncul, sudah ada banyak gerakan pamungkas (finishing move) yang berbeda yang dilakukan oleh para pegulat. Efisiensi dari gerakan pamungkas ini tergantung kepada sang pegulat. Jika pegulat melakukan gerakannya dengan baik, maka gerakannya akan memancing teriakan penonton.

Tapi, tentunya ada sebuah catatan khusus dimana perlu latihan yang berat dan rutin untuk bisa mengesekusi gerakan tersebut dengan baik dan sempurna. Karena, jika tidak bukan mustahil akan menghadirkan cedera bagi pegulat lainnya. berikut adalah gerakan pamungkas paling mematikan di WWE sampai sekarang

Chokeslam

Gerakan pamungkas ini bisa dibilang sangat populer hampir di semua kalangan. Alasan utama gerakan ini populer adalah simpel, tapi efektif juga “mematikan.” Pegulat mencekik leher pegulat lainnya , mengangkat mereka ke atas dan kemudian menghantamkan tubuhnya ke matras di ring. Biasaya, gerakan ini dimiliki/dilakukan oleh para pegulat yang memiliki tubuh tinggi dan besar agar terlihat menarik dan mudah di kamera. Gerakan Chokeslam sendiri ditemukan oleh Paul Heyman, yang saat itu melakukannya kepada Alfred Polling dalam pertandingan ECW.

Ada beberapa variasi dari chokeslam: seperti Two-Handed Chokeslam yang pada dasarnya sama seperti chokeslam, hanya aja pegulat menggunakan kedua tangannya untuk membantu gerakannya. Biasanya hal ini dilakukan untuk mengangkat tubuh lawan yang besar. Double Chokeslam adalah ketika pegulat mencekik dan menghantam dua musuh sekaligus. Kane dan The Undertaker dikenal sebagi pegulat yang sering menggunakan teknik ini, terutama Double Chokeslam.

Styles Clash

Seperti namanya, Styles Clash merupakan gerakan pamungkas yang digunakan oleh pegulat dengan julukan’The Phenomenal One’ A.J. Styles. Ia dianggap sebagai bintang besar WWE dan menjadi kandidat WWE Hall of Famer. Meskipun Styles baru bergabung dengan WWE pada 2016, tapi dia sudah bergulat sejak 1998. Dan dia sendiri dianggap sebagai salah satu pegulat paling hebat.

Styles Clash dianggap sebagai gerakan pamungkas yang elegan tapi mematikan. Styles mengunci musuhnya dan berada dalam posisi seperti piledriver, membalikan tubuh mereka dan kemudian menginjak kedua tangan musuhnya sehingga mereka terjebak dengan bagian wajah di bawah. Jika Styles melakukan hal ini, artinya musuhnya sudah tidak memiliki peluang menang.

Spear

Spear dikenal juga sebagai gerakan melumpuhkan lawan dengan bahu. Mirip dalam permainan American Football ketika lawan menghantam pembawa bola. Gerakannya sederhana, hanya dengan berlari ke arah lawan dan kemudian menghantam mereka sampai jatuh ke matras. Meskipun terlihat sederhana, jika dilakukan dengan tepat gerakan ini sangat brutal.

Gerakan ini juga sering dilakukan dalam berbagai film aksi, yang menunjukan bagaimana populernya gerakan penuh adrenalin ini. Spear sendiri diciptakan oleh Goldberg saat dia masih berada di WCW dan Edge yang kemudian memperkenalkan gerakan ini di WWE. Spear sendiri kemudian dilakukan berbagai variasi oleh berbagai pegulat, untuk sekedar membedakan. Contohnya Rhyno, Brock Lesnar, Bobby Lashley, dan sebagainya.

Attitude Adjustment

Sebagian Geeks mungkin mengetahui gerakan populer ini, tapi tidak mengetahui namanya. Attitude Adjustmen merupakan gerakan khas dari sang juara WWE 16 kali dan salah satu bintang WWE terpopuler, John Cena. Pada awalnya nama gerakan ini adalah Death Valley Driver. Tapi, kemudian diganti menjadi F-U sebelum kemudian diganti lagi menjadi Attitude Adjustment.

Dalam melakukan gerakan ini, Cena akan mengangkat lawan dan menyimpannya di bahunya. Cena kemudian melempar mereka ke arah samping matras. Ini merupakan gerakan yang banyak juga disukai oleh para fans. Meskipun Cena dikritik karena tidak memiliki gerakan, tapi setiap gerakan yang dia lakukan sangat efektif.

F-5

F-5 merupakan gerakan khas dari pegulat yang juga sekarang aktif di olahraga MMA, Brock Lesnar. Nama tersebut diberikan setelah Lesnar terinspirasi dari sebuah tornado dahsyat. Gerakannya sendiri hampir mirip dengan Attitude Adjustment, dimana musuh akan diangkat ke bahu Lesnar. Tapi, gerakan terakhirnya yang menjadi pembeda.

Lesnar akan memutar tubuh lawannya disaat bersamaan dia menjatuhkan musuhnya ke matras. Peluang seorang pegulat berhasil menggagalkan gerakan pamungkas ini sangatlah kecil, dan hanya sedikit saja yang mampu melakukannya.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2