Selama ini, di franchise Star Wars kita selalu diperlihatkan bahwa seorang Jedi pasti memiliki lightsaber. Lightsaber selalu menjadi andalan para Jedi untuk melawan para Sith atau kejahatan lainnya. Bagaimana dengan mereka yang bukan Jedi? Biasanya mereka menggunakan blaster seperti Han Solo atau senjata lainnya. Tapi, apakah seorang non-Jedi bisa menggunakan lightsaber?

Banyak dari ksatria Jedi membangun lightsabernya sendiri sebagai momen kunci dalam perkembangan pribadi mereka. Setiap Jedi membuat lightsabernya sendiri dari komponen-komponen yang berharga. Contohnya lightsaber Rey yang dibuat dari tongkatnya. Tapi, yang menjadi poin utama dalam lightsaber tersebut tentunya kristal Kyber.

Menariknya, seseorang tidak harus menjadi Force-Senstive untuk membangun hubungan dengan sebuah lightsaber. Hal ini dikarenakan kristal Kryber memiliki potensi untuk membuat non Force-sensitive bisa (dalam batasan tertentu) untuk mengakses kekuatan The Force, seperti yang diperlihatkan dalam Rogue One: A Star Wars Story.

Salah salah satu adegan, Jyn Erso memimpin sebuah kelompok pasukan Rebel menuju planet Scarif. Mereka menunggu untuk bisa menyusup masuk tanpa terdeteksi pihak Imperial. Ketika tensi mulai meninggi, Jyn memegang kalung kristal Kyber pemberian ibunya bertahun-tahun yang lalu. Beberapa saat kemudian, izin untuk masuk pun diberikan. Meskipun hanya sekilas, hal itu memperlihatkan bagaimana implikasi dari Jyn yang bisa mengakses kekuatan the Force.

Dalam adegan lainnya, diperlihatkan Chirrut Imwe memperlihatkan kekuatannya dan menurut LucasFilm dia bukanlah Force-senstive. Tapi, di dalam tongkat dan panahnya terdapat kristal Kryber. Yang paling jelas memperkenalkan konsep bahwa non-Jedi pun bisa mengakses kekuatan the Force di kristal Kyber muncul di series Star Wars: Rebel.

Dalam ceritanya kita diperlihatkan bagaimana Sabine Wren menjadi pemilik selanjutnya dari Darksaber, dan Kanan pun mulai melatihnya. Meskipun Sabine bukanlah Force-sensitive, tapi Kanan tetap melatih Sabine layaknya seorang Jedi muda, menguatkan keyakikannya untuk menyatu dengan pedangnya sampai kemudian dia menjadi satu dengan Darksaber.

Hal ini juga disampaikan oleh Luke Skywalker seperti yang tertulis dalam buku Star Wars terbaru, Secrets of the Jedi.

Dikatakan bahwa menggunakan sebuah lightsaber tidaklah seperti mengayunkan sebuah pedang dan lebih kepada mengarahkan kekuatan kita. Ketika kita mengakses kekuatah the Force, pikiran dan tindakan kita akan menjadi bagian yang sama dengan energi yang mengalir, yanga mana kemudian energi tersebut diarahkan menuju kristal Kyber dan kemudian menuju pedang lightsaber.

Tentunya akan ada perbedaan antara seorang Jedi dan non-Jedi tentang bagaimana menggunakan the Force. Seorang Jedi sudah dilatih untuk mempercayai the Force pada level yang lebih tinggi, dan karena itulah dia bisa menangkis berbagai serangan yang datang dengan lightsabernya. Hal ini membutuhkan kerja keras dan latihan yang tidak sebentar dan juga perlu dibangun hubungan yang mendalam diantara keduanya.

Oleh karena itu, Kanan kemudian berhenti melatih Sabine sebelum kemudian Sabine mencapai pada titik tersebut. Hal ini dikarenakan Kanan tidak terlalu berharap banyak dari Sabine untuk bisa mencapai hal tersebut dengan Darksaber yang dia miliki.