Siapa yang menyangka jika di masa depan, Australia akan mengalami sebuah kejatuhan sosial dan menyebabkan sebuah peperangan besar antar kelompok yang kuat demi memperebutkan sumber daya alam yang sudah mulai menipis. Itulah kira-kira setting yang diperlihatkan di dalam franchise Mad Max.

Di hampir semua film-film Mad Max, lingkungan di bumi sudah tidak lagi sama seperti yang kita kenal, dan di film Furry Road dijelaskan bahwa wilayah yang menjadi setting filmnya bukan hanya sekedar antah berantah. Ada hal lain yang ada di wilayah tersebut yaitu air dan minyak, dan kedua sumber daya itu menjadi rebutan bagi semua pihak.

Dalam sebuah monolog di film Mad Max 2, sang narator di filmnya menjelaskan tentang apa yang terjadi sehingga peradaban manusia hancur sampai pada saat itu.

When the world was powered by the black fuel and the deserts sprouted great cities of pipe and steel – gone now, swept away. For reasons long forgotten, two mighty warrior tries went to war dan touched off a blaze which engulfed them all. Without fuel they are nothing. They’d built a house of straw. The thundering machines sputtered and stopped… cities exploded – a whirlwind of looting, a firestorm of fear. Men began to feed on men (ketika dunia dijalankan oleh minyak berwarna hitam dan gurun-gurun melahirkan berbagai kota besar dari pipa dan baja – sekarang menghilang, tersapu bersih. Untuk sebuah alasan yang sudah lama mereka lupakan, dua suku terbesar saling berperang dan menghasilkan sebuah kehancuran yang membuat mereka menderita. Tanpa adanya minyak, mereka bukanlah apa-apa. Mereka akan membangun rumah dari bahan seadanya. Mesin yang menderu-deru berhenti dan rusak… kota pun hancur – gelombang penjarahan muncul, ketakutan muncul. Manusia mulai memangsa manusia lainnya).”

Narasi tersebut memberikan petunjuk bahwa ekonomi (dunia) hancur akibat adanya peperangan yang memperebutkan kilang minyak dan berbagai sumber daya vital lainnya, yang mana hal itu justru membawa mereka ke jurang kehancuran umat manusia. Struktur pemerintahan dan kekuatan yang ada menjadi tidak berlaku. Para penjahat, pemulung, geng sekarang sudah bebas untuk melakukan apapun, melakukan kejahatan apapun.

Dalam film Mad Max Beyond Thunderdome, juga dijelaskan bahwa dunia hancur akibat adanya perang nuklir. Itulah mengapa Aunty dan the Collector menciptakan Bartertown untuk membangun kembali peradaban manusia yang hancur. Kota tersebut digerakan oleh ekonomi berbasis metana (minyak bumi).

Dalam film Mad Max: Fury Road, semua sumber daya vital mulai dari air sampai kendaraan dan minyak, sudah dikuasai oleh Immortan Joe, pemimpin dari kelompok The Citadel. Wilayah yang menjadi setting filmnya juga diperlihatkan lebih mengerikan, dengan tingkat kemungkinan hidup sangat kecil, jika dibandingkan dengan trilogi awal Mad Max.

Dalam film Fury Road, penjelasan mengenai mengapa dunia hancur sedikit berbeda. Mereka menjelaskan bahwa umat manusia dan lingkungannya hancur akibat adanya masalah alam dan juga diakibatkan oleh perang nuklir yang memperebutkan sumber air bersih. Meskipun adanya inkonsistensi penyebab dan timeline dalam film versi 2015 dan trilogi orisinalnya, Fury Road masih mengedepankan masalah ketidak seimbangan kekuatan, kapitalisme, dan juga kurangnya sumber daya yang menjadi penyebab utama hancurnya dunia. Inti dari semua film Mad Max adalah adanya keserakahan manusia dan juga eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.