Karena tertarik dengan lautan dan peristiwa kapal karam sejak usia muda, James Cameron lantas membawa cerita kapal Titanic ke bioskop. Kapal yang terkenal tersebut menabrak gunung es dalam pelayaran perdananya pada bulan April 1912, meskipun konon kapal tersebut tidak bisa dihancurkan, tetapi pada akhirnya kapal tersebut tenggelam dan mengakibatkan lebih dari dua pertiga penumpang dan awak kapal kehilangan nyawa mereka.

James Cameron memang mengambil unsur cerita dari kehidupan nyata dalam film Titanic. Contohnya adalah adanya kekurangan sekoci, dan peringatan tentang gunung es yang tidak digubris. Selain itu, filmnya juga menceritakan perbedaan kelas yang nyata dan benar-benar terjadi di atas kapal tersebut. Namun mayoritas dari film Titanic pun mengambil cerita yang fiksi, seperti kisah percintaan antara Jack yang diperankan oleh DiCaprio dan Rose yang diperankan oleh Kate Winslet. Tapi tunggu dulu Geeks, karena  Jack dan Rose sebenarnya tidak sepenuhnya fiktif.

Karakter Rose terinspirasi oleh seorang seniman bernama Beatrice Wood dan Jack terinspirasi dari orang yang Beatrice Wood cintai, dan otobiografinya dibaca oleh Cameron selama pembuatan film Titanic. Yang harus dicatat nih Geeks, bahwa Beatrice Wood sendiri sebenarnya sama sekali tidak pernah menaiki kapal Titanic, dan Beatrice Wood hanya  menjadi inspirasi bagi James Cameron dalam membuat karakter Rose.

Sama seperti Beatrice Wood, Rose dalam film Titanic diceritakan berasal dari keluarga kaya dan tertarik pada seni. Dikehidupan nyata, Beatrice Wood sendiri adalah seorang seniman, yang mengkhususkan diri dalam seni abstrak dan juga akting di awal kehidupannya. Beatrice Wood juga sangat mengagumi lukisan-lukisan karya Claude Monet, dan hal tersebut juga diceritakan dalam film Titanic, di mana Rose diceritakan selalu mengagumi karya pelukis legendaris tersebut.

Sifat dan kehidupan dari karakter Rose memang dibuat semirip mungkin dengan sifat dan kehidupan asli dari Beatrice Wood. Misalnya, karakter Rose digambarkan sebagai karakter yang selalu memandang kesetaraan terhadap orang-orang yang strata sosialnya lebih rendah darinya. Rose juga merasa tidak senang karena dibatasi hanya karena dia seorang wanita. Rose juga adalah wanita yang berpikiran jauh ke depan. Semua hal tersebut memang menggambarkan sosok asli dari Beatrice Wood.

Dalam kehidupan nyata, Beatrice Wood sering berselisih paham dengan ibunya yang selalu ingin tampil dominan dan konservatif. Karena pertentangan yang sering terjadi dengan ibunya, Beatrice Wood akhirnya memutuskan untuk meninggalkan San Francisco, ke Paris untuk belajar akting dan seni. Dalam film Titanic pun, kita selalu diperlihatkan ketidak senangan Rose terhadap ibunya yang selalu mengekangnya. Bahkan pada akhirnya Rose lebih memilih bersama Jack ketimbang dengan ibunya.

Kehidupan percintaan Beatrice Wood dalam dunia nyata sebenarnya tidak sedramatis seperti karakter Rose di Titanic, tetapi tentu saja hubungan percintaan Beatrice Wood jauh lebih rumit. Hingga akhir usianya, Beatrice Wood tidak pernah menikah dengan pria yang dia cintai dan Beatrice Wood tidak mencintai pria yang ia nikahi. Namun, Beatrice Wood pernah mengalami kisah percintaan yang mirip dengan kisah percintaan antara Rose dan Jack yang berapi api. Beatrice Wood pernah jatuh cinta dengan seorang ilmuwan India, namun keduanya dipisahkan oleh budaya mereka yang sangat berbeda. Mungkin dari cerita itulah, James Cameron mulai terinspirasi dan membuat karakter bernama Jack.

Pada akhirnya dalam kehidupan nyata, Beatrice Wood menjadi seorang tembikar atau pembuat barang dari tanah liat. Dalam buku biografinya, sebenarnya Beatrice Wood tidak sengaja menjual barang dari tanah liat karena kala itu Beatrice Wood lari dari rumah dan tidak punya uang. Jadi akhirnya ia menjadi pembuat barang dari tanah liat. Beatrice Wood menjadi sukses dengan apa yang ia lakukan sehingga pada tahun 1947, Wood mampu membeli rumahnya sendiri. Pada tahun 1948, Beatrice Wood pindah ke Ojai, California. Di tempat tersebut ia terus membuat barang dari tanah liat hingga kematiannya pada tahun 1998.

Hal yang menonjol dari kisah hidup Beatrice Wood adalah rasa bersemangatnya untuk bebas tanpa rasa takut. Karakter Rose menggambarkan itu semua, di mana sebelum bertemu Jack, penonton dapat merasakan keinginan Rose untuk membebaskan diri dan ingin menjalani kehidupan yang penuh petualangan. Cameron juga menyebut bahwa Beatrice Wood adalah sosok yang menginspirasi aktris kawakan Gloria Stuart, saat Stuart memerankan Rose versi tua. Baik Beatrice Wood dan Stuart sendiri pada akhirnya memang sama-sama meninggal di usia sekitar 100 tahun.

Memang kisah hidup Beatrice Wood berakhir dengan hidup bebas sesuai keinginannya, tetapi ia tak pernah hidup dengan orang yang ia cintai dan itu merupakan hal yang cukup tragis yang dialaminya.