Sepertinya Goku sulit untuk mendapatkan kemenangan akhir-akhir ini dalam seri Dragon Ball Super. Dengan arc Moro yang akan segera selesai, sepertinya sampai akhir ceritanya nanti Goku akan mengalami kesulitan untuk mengalahkan musuhnya tersebut. Tapi, hal ini bukanlah hal yang baru dalam cerita Dragon Ball dan bagi Goku.

Goku memang merupakan petarung dan seorang Saiyan yang tangguh, tapi tidak semua pertarungan yang dia pernah lakukan bisa dia menangkan. Selalu ada alasan mengapa Goku bisa kalah pada saat itu. Dan kekalahan tersebut sering kali dijadikan cara bagi Goku untuk meningkatkan kemampuannya. Berikut adalah karakter yang pernah mengalahkan Goku dalam seri Dragon Ball.

Jackie Chun

Kekalahan pertama Goku terjadi saat Goku bertarung melawan sang legendaris Jackie Chun, yang tidak lain adalah identitas rahasia dari kakek jin kura-kura alias Master Roshi. Setelah menyadari seberapa pesat perkembangan kekuatan dari Goku dan Krillin, Master Roshi akhirnya memutuskan untuk berpartisipasi dalam turnamen bela diri Tenkaichi Budokai ke 21.

Tujuan dari Master Roshi mengikuti turnamen beladiri tersebut adalah dia ingin memberikan pelajaran kepada murid-muridnya tentang rasa malu, dan juga merasakan bagaimana rasanya kalah. Saat mengalahkan Goku di ronde final, Master Roshi mengajarkan sebuah nilai berharga kepada Goku tentang bagaimana jika dia menghadapi musuh yang lebih kuat darinya. Satu hal yang disadari oleh Goku adalah akan selalu ada orang atau karakter yang lebih kuat dari dirinya. Nilai lain yang coba diajarkan adalah bagaimana Goku harus mencintai bela diri, bukan hanya sekedar menang.

Tao Pai Pai

Setelah sebelumnya harus kalah dari Jackie Chun, ada Tao Pai Pai yang hampir membunuh Saiyan muda tersebut di separuh cerita seri Dragon Ball. Tao Pai Pai merupakan super villain pertama dalam seri Dragon Ball dan juga dia mengajarkan sesuatu hal yang penting kepada Goku, yaitu manusia (atau orang) pasti akan mati.

Tao Pai Pai pernah membunuh Bora, karakter dalam seri Dragon Ball pertama yang diperlihatkan tewas, bahkan di depan mata Goku. Setelah kemenangan Tao Pai Pai tersebut, tone dari Dragon Ball pun kemudian berubah. Sejak saat itu kita diperlihatkan jika Goku akan selalu berada dalam bahaya. Akan selalu ada karakter yang lebih kuat yang siap menghabisi Goku, kapanpun dan dimanapun.

Tenshinhan

Goku harus menghadapi Tenshinhan dalam turnamen bela diri Tenkaichi Budokai ke 22. Namun, Goku kali ini sudah belajar banyak hal dari Master Roshi untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya dan tidak hanya mengincar kemenangan. Berbeda dengan Tenshinhan yang memang masih diliputi oleh keinginan untuk menguasai dunia.

Saat bertarung melawan Goku, Tenshinhan kemudian menyadari tentang bela diri yang sesungguhnya dan bagaimana bela diri tidak hanya sekedar tentang kemenangan. Karena Goku kalah teknis dalam pertarungan tersebut, Tenshinhan kemudian menolak kemenangannya melawan Goku sebagai sebuah kemenangan yang sah. Tenshinhan sempat memberikan kemenangannya kepada Goku, namun ditolak oleh Goku. Akhirnya Goku memaafkan Tenshinhan setelah dia sengaja kalah dalam pertarungan lainnya.

Goku Melawan Raditz

Bisa dibilang Raditz mampu dikalahkan berkat kerja sama antara Goku dan Piccolo. Namun, sebenarnya tujuan utama Piccolo pada awalnya adalah membunuh Raditz baru setelahnya dia membunuh Goku. Jika Raditz dan Goku berhasil dikalahkan sekaligus, hal itu akan menjadi sebuah kemenangan bagi Piccolo, tapi tidak bagi Goku.

Goku mungkin kalah dalam pertarungannya melawan Raditz, tapi dia akhirnya berhasil mengalahkan radit dengan “bantuan” Piccolo. Momen ketika Goku memegang ekor milik Raditz, momen itulah dimana Goku sadar jika dia kalah dan butuh bantuan. Goku sadar dia harus mengorbankan dirinya sehingga Piccolo bisa menghabisi kakaknya tersebut.

Goku Melawan Vegeta

Ada sebuah hal menarik dalam persaingan antara Vegeta dan Goku, yaitu Goku tidak pernah benar-benar menang melawan Vegeta. Vegeta mungkin berada di peringkat kedua dalam persaingan keduanya, tapi dia memiliki tingkat rasio kemenangan yang lebih tinggi dibandingkan Goku. Seperti yang disebutkan, bahwa kekalahan mereka berdua tidak pernah benar-benar “kalah”.

Mereka saling merefleksikan dirinya dan terus berkembang. Kalah oleh Vegeta, Goku kemudian “membangkitkan” darah Saiyan miliknya yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Goku selalu mencintai ilmu bela diri, tapi terus ditekan sampai pada titik puncak secara terus menerus membawa Goku pada sebuah jalan yang baru. Bagaimana Goku terus berkembang di sepanjang seri Dragon Ball merupakan sebuah hal yang menarik.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2