Di awal cerita komik Daredevil yang ditulis oleh Chip Zdarsky dan Marco Checcetto, Matt Murdock jatuh ke dalam sebuah kenestapaan setelah dia membunuh seorang kriminal biasa. Setelah kejadian tersebut, Matt berhenti sebagai Daredevil dan mulai mempertanyakan apa yang dia lakukan sebelumnya. Tapi, sebelum dia jatuh lebih dalam di lubang gelap tersebut dia kemudian menyadari akan hadiah atau kelebihan yang ada dalam dirinya.

Setelah kembali bangkit, Matt mulai berlatih dan mempersiapkan dirinya lebih baik agar dia bisa lebih efektif dalam membasmi kejahatan dibandingkan sebelumnya. Sekarang, wilayah Hell’s Kitchen menjadi sebuah zona perang ketika Stromwyn bersaudara mengambil alih wilayah tersebut. Karena wilayahnya kini dipenuhi oleh para supervillain, Matt akhirnya kembali menjadi seorang Daredevil.

Dalam Daredevil #20, para pembaca diperlihatkan sosok Matt Murdock yang baru dan jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Dalam Daredevil #19, pasukan supervillain yang terdiri dari Crossbones, Bullseye, Stilt-Man, Rhino, dan Bullet menyerang wilayah Hell’s Kitchen sebagai bagian dari rencana besar Stromwyn bersaudara untuk lebih memudahkan mereka mengambil alih wilayah tersebut.

Para penduduk mulai melawan rencana dari Stromwyn tersebut, dan hal itu juga yang menginspirasi Matt untuk kembali menggunakan identitas Daredevil. Daredevil #20 memperlihatkan Matt Murdock hanya menggunakan topeng Daredevil, tanpa kostumnya. Tapi, yang terpenting saat ini adalah keselamatan para penduduk Hell’s Kitchen dengan menghabisi para supervillain tersebut secepat mungkin.

Target pertamanya adalah Stilt-Man, yang menggunakan kaki elastisnya untuk melemparkan bom ke arah gedung di Hell’s Kitchen. Setelah sebelumnya Matt berlatih bersama Elektra untuk meningkatkan indra yang dia miliki dan juga meningkatkan kemampuan bertarungnya. Ternyata latihan tersebut terbukti berhasil dengan Matt bisa mengalahkan Stilt-Man hanya dengan menggunakan pisau dan bom miliknya.

Daredevil kemudian menyadari bahwa dirinya dikelilingi oleh Bullseye, Rhino, Crossbones, dan Bullet. Dengan mengandalkan kemampuan bertarungnya, dan juga tongkat kecil yang menjadi senjata andalannya, Matt menggunakan seluruh kemampuannya untuk bisa menghadapi mereka. Dengan latihan yang dia alami sebelumnya, pertarungan satu lawan banyak ini terbukti bukan masalah besar. Bagi Matt, pertarungan itu hanyalah sebuah pertunjukan menari.

Secara satu persatu Matt mulai melumpuhkan para supervillain tersebut. dia mulai dengan menghabisi Bullet. Kemudian, dengan satu lompatan dia kemudian berhasil mengalahkan Rhino. Dan yang paling menarik adalah Matt mencoba memanfaatkan peluru yang ditembakan oleh Bullseye ke arahnya untuk dipantulkan ke arah Crossbones, yang akhirnya membuat dia tidak berdaya.

Bullseye yang melihat kehebatan Matt saat bisa menghindari dan menahan setiap peluru yang dia muntahkan hanya bisa terdiam, dan ketakutan sebelum kemudian dia kabur. Matt pun melemparkan tongkat yang dia pegang ke arah kepala Bullseye, dan akhirnya dia pun tidak sadarkan diri. Matt sepertinya tidak perlu bersusah payah untuk bisa menghadapi mereka. Dan kembalinya Matt benar-benar menjadi sebuah adegan yang sangat luar biasa. Tapi, tentunya Daredevil harus tetap siap menghadapi ancaman yang siap menghantam Hell’s Kitchen di masa depan.