Nasib sial harus dialami oleh Berlin, setelah dia ditembak oleh polisi di akhir musim kedua series Money Heist yang tayang di Netflix. Akibat hal itu, banyak yang meyakini bahwa Berlin sudah tewas. Tapi, ternyata banyak juga yang percaya bahwa Berlin masih hidup dan kemungkinan tersebut bisa saja benar. Berlin – yang memiliki nama asli Andres de Fonoliosa – merupakan adik dari the Professor.

Berlin menderita sebuah penyakit genetik langka yang membuat jangka waktu hidupnya sangat singkat. Hal ini tentunya menjadi sebuah kabar buruk bagi semua kru. Sosok psikopat Berlin membuatnya seolah menjadi antagonis bagi para kru lainnya dalam cerita musim perdana dan musim kedua Money Heist, selain pihak kepolisian.

Meskipun begitu, Berlin merupakan sosok yang karismatik, dengan memiliki nilai-nilai yang dianutnya sendiri. Dengan karakternya tersebut, wajar jika Berlin menjadi salah satu karakter favorit para fans. Dalam video dokumenter terbaru dari seriesnya, Money Heist: The Phenomenon, kreator seriesnya, Alex Pina, mengatakan bahwa dia menyesal telah membunuh Berlin.

Pina juga menjelaskan bahwa hal itu dia lakukan atas perintah atasannya, karena apa yang dilakukan kepada salah satu tawanannya dianggap kurang pantas di masa sekarang. Namun, Pina kemudian “menghidupkan kembali” sosok Berlin di musim ketiga dan empat dalam bentuk flashback ketika dia merencanakan pencurian di Bank of Spain, serta hubungannya dengan Palermo.

Sebenarnya ada celah dari adegan kematian Berlin di musim kedua, yang bisa dimanfaatkan oleh Pina untuk membawa kembali Berlin masuk dalam cerita di musim selanjutnya. Dengan musim ketiga Money Heist bersetting dua setengah tahun setelah apa yang terjadi di musim kedua, ada dua halangan untuk bisa menghadirkan kembali sosok Berlin dalam cerita: jika hujaman peluru yang menerjang tubuhnya tidak membunuh Belin, maka penyakitnya yang akan membunuhnya.

Tapi, sempat disebutkan juga bahwa beberapa orang yang mengalami penyakin genetik sama dengan Berlin bisa sembuh dengan penanganan yang tepat. Berlin mungkin selama ini hanya meminum obat-obatan demi menghilangkan gelajanya, tapi bukan tidak mungkin Berlin bertemu dengan seseorang yang bisa atau mau menyembuhkan penyakitnya.

Yang menarik dari kematian Berlin adalah berbeda dengan karakter lainnya yang tewas di musim kedua, Oslo dan Moscow, tubuh atau jenazah Berlin tidak pernah ditemukan. Setelah terkena beberapa kali tembakan di bagian dadanya oleh polisi, Berlin langsung terjatuh. Setelah itu tubuhnya (entah masih hidup atau sudah tewas) kemudian dibawa oleh pihak kepolisian.

Disinilah peluang menampilkan Berlin masih hidup muncul. Berlin bisa mengalami skenario yang sama dengan Rio, dimana dia ditangkap dan disiksa (juga posisinya disembunyikan dari orang-orang) oleh kolonel Prieto. Prieto mungkin akan melakukan apapun kepada Berlin agar dia bisa tetap hidup, dan kemudian mencari informasi tentang rencana the Professor, terutama setelah para pencuri lainnya kabur.

Jika cara ini berhasil maka dipastikan CNI akan gagal mendapatkan informasi tentang pencurian di Royal Mint ataupun Bank of Spain. Dan jika Berlin memang masih hidup, maka dia bisa kembali muncul di musim kelima nanti. Lagipula, Berlin pernah mengatakan kepada Palermo: “Aku yakin bagaimanapun caranya, waktu akan membawa kita kembali bersama.”