Dari sekian banyak universe alternatif yang ada di multiverse DC, beberapa diantaranya dianggap paling menarik, salah satunya adalah dunia dalam cerita Injustice: Gods Among Us. Universe tersebut pada awalnya merupakan universe biasa, seperti yang ada di DCU. Tapi, Joker membunuh Lois Lane dan Superman membunuh Joker. Setelah kejadian mengejutkan tersebut, semuanya mulai berubah. Superman menjadi sosok diktator yang sangat ditakuti.

Meskipun permainan video gamenya membuktikan kepada kita apa yang terjadi kepada Justice League di seluruh dunia ketika mereka berusaha untuk menggulingkan Superman yang jahat, tapi komik prekuelnya sendiri sudah bertahun-tahun menghadirkan universe Injustice dan mengeksplor evolusi Superman dari pahlawan menjadi diktator. Selain itu, ada beberapa perubahan yang sangat ‘gila’ muncul dari universe tersebut. Apa saja? yuk simak dibawah ini!

Superman Menjadi Diktator

Superman mungkin adalah sosok yang paling kuat di DC Universe. Dia bisa membunuh siapapun yang ada di universe DC, misalnya Doomsday atau Brainiac atau bahkan Darkseid. Tapi, dalam cerita Injustice, Superman tidak bisa melawan fakta bahwa dia tidak sanggup menghadapi sosok psikopat seperti Joker. Yang paling ironis adalah Joker berhasil membuat Superman masuk ke dalam jebakannya, membuat Superman membunuh Lois Lane, anaknya yang belum lahir, dan menghancurkan kota Metropolis sekaligus.

Peristiwa tersebut tentunya adalah peristiwa yang paling kacau dalam hidupnya, yang membuat kita berpendapat bahwa wajar jika Superman kemudian membunuh Joker setelah mengetahui apa yang sudah Joker lakukan. Joker berhasil membuktikan dirinya bisa melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan kepada Batman, yaitu membuat semua orang menjadi gila. Apa yang dilakukan oleh Joker kemudian melahirkan Superman yang kejam dan paranoid, menjadikannya sosok diktator yang membuat bumi menderita.

Lex Luthor Adalah Pahlawan

Dengan Superman yang jauh lebih lemah dan memiliki banyak kesalahan meskipun dia adalah seorang pahlawan, tidak heran jika kemudian Lex Luthor di universe Injustice tidak seperti yang kita ketahui. Lex Luthor versi Injustice tidak kejam, tidak terobsesi dengan dirinya sendiri, dan bukanlah seorang bilyuner yang sangat membenci penduduk Krypton. Dalam gamenya diperlihatkan bahwa Lex mendapatkan sebuah perubahan besar terhadap karakternya.

Injustice juga memperlihatkan saat Luthor secara diam-diam membantu para pasukan perlawanan yang dipimpin oleh Batman, meskipun dia harus berpura-pura mendukung Superman. Bizzaro adalah hasil kloning dari Superman yang belum selesai, dan itu adalah hasil karya Lex Luthor, yang sengaja dibuat untuk mengalahkan Superman yang asli, seperti diperlihatkan dalam komik Injustice: Year Five.

Sayangnya, Luthor terpaksa harus mengambil alih kendali Doomsday dan menghancurkan Bizzaro karena berkhianat. Seri Year Five sendiri mengeksplor cerita tentang bagaimana Batman dan Luthor bekerja sama untuk mengalahkan Superman. Di universe manapun, sepertinya Lex hanya memiliki satu tujuan yaitu mengalahkan Superman.

Semua Orang Memiliki Kekuatan Super

Satu hal yang menarik dan cukup gila yang terjadi di Injustice adalah semua orang bisa berubah menjadi kuat. Di gamenya tentu terasa tidak adil jika pemain menggunakan Superman untuk melawan Green Lantern atau Nightwing melawan Wonder Woman. Oleh karena itulah, NeitherRealm Studios memberikan jalan keluar yaitu semua karakter memiliki kekuatan super tertentu.

Dengan meminum satu pil berwarna hijau, siapapun kita bisa memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi yang bisa menandingi kemampuan Superman. Meskipun terdengar sangat luar biasa, ada ‘konsekuensi’ yang harus diterima yaitu munculnya pertarungan yang tidak masuk akal. Komisioner Gordon melawan Cyborg? Huntress dan Batwoman melawan Wonder Woman? Siapa yang mengira hal itu akan terjadi.

Pil ajaib tersebut juga bisa membantu Batman selamat setelah mengalami cedera punggung yang parah yang diakibatkan oleh Superman. Pil ini juga bisa membuat Alfred memiliki kekuatan untuk melindungi Bruce Wayne yang terluka dengan menghajar Superman.

Banyak Pahlawan Yang Tewas

Salah satu hal utama dan menarik dalam universe Injustice adalah penulis cerita tidak perlu bingung untuk menentukan nasib para karakternya. Sangat memungkinkan untuk ‘membunuh’ seorang pahlawan besar, pahlawan yang ikonik. Itulah yang coba dibuktikan oleh Taylor dan Buccelatto di sepanjang seriesnya. Peristiwa yang terjadi di game Injustice juga sesuai dengan apa yang terjadi di komiknya, dan hal itu membuka ruang untuk memperlihatkan banyak karakter yang tewas.

Green Arrow adalah salah satu contohnya, dimana dia tewas di tangan Superman yang marah. Menurut Superman, dia sudah mengalami banyak hal dan dia menduga Olliver akan mengancam hidup kedua orang tuanya. Selain Green Arrow, beberapa nama yang juga tewas dalam cerita Injustice diantaranya adalah Huntress, Komisioner Gordon, dan masih banyak lainnya.

Dunia Sihir Menjadi Tidak Seimbang

Injustice: Year Three berfokus sebagian besar kepada sisi supranatural, dengan Batman memutuskan bahwa sihir mungkin bisa menjadi senjata satu-satunya untuk digunakan melawan Superman. Untuk membantunya memuluskan semua rencananya, Bruce Wayne meminta bantuan seorang yang ahli dalam hal ini yaitu John Constantine.

Sayangnya bagi mereka berdua, ada kekuatan sihir lainnya yang tidak setuju dengan rencana mereka dan kekuatan sihir tersebut menginginkan Superman tetap berkuasa. Salah satu diantaranya adalah penguasa dari dimensi kelima DC, Mr. Mxyzptik. Dia menyamar menjadi sosok Spectre dan membunuh banyak musuh Superman dengan kekuatannya. Pertarungan epik pun muncul antara Trigon melawan Mxyzptik, dua karakter sihir paling kuat di DCU. Beruntung Doctor Fate dan Shazam berhasil menyelamatkan realita ini dari kehancuran, dengan membuat Trigon dan Mr. Mxyzptik ke dimensi yang lain.

Ketika semuanya sudah selesai, dunia sihir DC benar-benar sangat kacau. Banyak sekali karakter kunci yang tewas atau menghilang atau dibuang. Hal tersebut membuat Raven menjadi satu-satunya karakter sihir terkuat di bumi. Sedangkan Constantine kabur bersama dengan putrinya, yang kembali membuktikan bahwa Constantine tidak akan berbuat sesuatu jika hal itu tidak sesuai dengan prinsipnya.

FOLLOW US