Chicago Bulls merupakan salah satu tim bola basket profesional paling populer di Amerika dengan sederet prestasi yang sudah mereka raih. Puncak kesuksesan mereka ada di dekade 90an, dimana mereka pernah merasakan juara tiga kali berturut-turut. Bukan hanya gelar NBA saja, Chicago Bulls juga meraih penghargaan lain berkat salah satu bintang utama mereka, Michael Jordan.

Untuk menandai 20 tahun masa kejayaan mereka, Netflix dan ESPN Sports bekerja sama untuk membuat sebuah film dokumenter tentang masa kejayaan Chicago Bulls di era 90an yaitu The Last Dance. Film tersebut dibagi menjadi 10 bagian, dan rencana awalnya fiilm dokumenter ini akan dirilis pada Juni mendatang. Tapi, akibat adanya pandemi COVID-19 yang berakibat ditundanya berbagai pertandingan olahraga membuat para fans meminta kepada ESPN untuk memajukan jadwalnya.

Akhirnya film dokumenter ini mulai diputar pada 19 April kemarin, dan akan tayang selama lima minggu sampai 17 Mei mendatang. Selain mengangkat tema tentang berbagai hal dari tim Chicago Bulls, yang paling menarik perhatian juga adalah bagaimana film dokumenter ini menghadirkan kisah perjalanan karir Michael Jordan. Salah satunya adalah tentang teori konspirasi kebiasaan Michael Jordan untuk berjudi.

Diceritakan Jordan pernah berhutang judi sebesar USD 57.000 kepada James Bouler, dan juga dia pernah kalah hampir USD 1 juta dalam pertandingan golf melawan Richard Equinas. Meskipun pihak NBA kemudian melakukan investigasi dan memutuskan bahwa apa yang dilakukan oleh Jordan tidak melanggar peraturan, lain halnya dengan sebagian pihak yang percaya adanya konspirasi dibalik itu semua.

Sebagian orang percaya bahwa keputusannya untuk pensiun muda (pada saat itu) diakibatkan karena kebiasaanya untuk berjudi, tapi dengan sengaja “ditutupi” dengan cerita bahwa Jordan memutuskan untuk pensiun. Mereka yang percaya dengan teori tersebut menyebutkan pernyataan yang pernah diungkapkan oleh Jordan pada konferensi press di tahun 1993, bisa menjadi bukti kuat.

Lima tahun menjalani karir (sebagai pebasket), jika memang aku harus kembali, jika (Chicago) Bulls ingin aku kembali, jika (komisioner NBA) David Stern membolehkan aku kembali ke liga, maka aku akan kembali.

Bagi mereka yang percaya bahwa ada konspirasi dibalik pensiunnya Jordan, dengan disebutkannya nama komisioner NBA dirasa sangat aneh. Tapi, alasan yang sebenarnya Jordan memutuskan untuk pensiun muda adalah dia sudah kehilangan semangat untuk bermain bola basket. Dia merasa tidak ada lagi yang perlu dia buktikan, setelah sederet prestasi yang sudah dia raih bersama dengan Bulls.

Dalam film The Last Dance, hal tersebut coba dibuktikan apalagi dengan Jordan yang pada saat itu sudah berubah statusnya menjadi seorang selebritis. Ayah Jordan juga tewas dibunuh beberapa bulan sebelum dia memutuskan untuk pensiun, yang artinya kesedihan juga memiliki peran dibalik keputusan tersebut. Bahkan, Jordan sempat memutuskan untuk mengejar karirnya di olahraga Baseball demi menghormati mendiang sang ayah, yang bermimpi melihat ayahnya bermain di liga tertinggi Baseball Amerika yaitu Major League Baseball.

Meskipun teori tentang judi memang sangat menarik sebagai “bumbu” dari intrik kisah kehidupan Michael Jordan, tapi penjelasan di film The Last Dance dirasa lebih masuk akal terkait dengan pensiunnya Jordan. Lagipula, Jordan sepertinya memang butuh waktu untuk break sebelum kemudian dia kembali. Dan terbukti, pada 1995 dia kembali ke Chicago Bulls dan kembali membawa Bulls ke puncak juara NBA.