Stephen King merupakan seorang penulis buku novel yang sangat berbakat, apalagi untuk genre horror dan juga thriller. Banyak dari karya tulisnya sudah diadaptasi ke berbagai medium, mulai dari layar besar sampai layar kecil. IT, The Shining, Pet Semetary adalah beberapa judul novel karya King yang sukses besar dan sangat fenomenal.

Meskipun sudah ada banyak sekali buku King yang diadaptasi ke dalam film layar lebar, masih ada juga berbagai karya lainnya yang belum mendapatkan treatment serupa. Berikut adalah berbagai novel karya Stephen King lainnya yang bisa diadaptasi ke film layar lebar.

Rage

Rage dirilis pada 1977 dan meskipun novel ini ditulis sendiri oleh Stephen King, buku ini menjadi novel pertama, dimana King menggunakan nama palsunya yaitu Richard Bachman. Meskipun banyak sekali novel King yang menggunakan “elemen” monster untuk membuat ceritanya menjadi mengerikan, Rage memberikan kita sesuatu yang berbeda. Bukan monster, melainkan seorang murid yang menjadi villainnya.

Novel ini berfokus pada kisah penembakan di sekolah, dan novel ini dibuat setelah adanya kejadian serupa di Amerika sebelumnya. Novel ini laris manis, sampai-sampai pihak penerbit kehabisan stok mereka. Karena novelnya sudah tidak dijual lagi, sangat kecil kemungkinan novel ini diadaptasi ke layar lebar. Tapi, bukan berarti hal itu mustahil buat dilakukan.

Joyland

Novel Joyland dirilis pada 2013 kemarin dan ditulis oleh Stephen King. Jika cerita populer IT dianggap kurang seru, kurang menantang, atau kurang menyeramkan, Joyland bisa menjadi alternatif buat Geeks semua. Bersetting di 1973, novel ini menghadirkan cerita tentang seorang mahasiswa bernama Devin Jones yang baru saja mendapatkan pekerjaan di sebuah taman bermain.

Yang membuat ceritanya menyeramkan adalah taman bermain tersebut ternyata dihantui oleh arwah seorang wanita, yang dibunuh di taman bermain tersebut. Bila diadaptasi ke layar lebar, cerita ini tentunya bisa membuat para pecinta horror puas.

The Girl Who Loved Tom Gordon

Novel ini dirilis pada 1999 dan kembali dirilis lima tahun kemudian pada 2004. Untuk versi 2004 sendiri sebenarnya itu bukanlah sebuah novel biasa, melainkan sebuah novel dengan konsep pop-up. Pada 2005, sempat muncul kabar yang menyebutkan jika George A. Romero berpotensi untuk mengangkat cerita ini ke layar lebar. Sayangnya, rencana ini gagal setelah Romero meninggal dunia.

Novelnya sendiri bercerita tentang seorang gadis muda bernama Trisha, yang pergi liburan bersama keluarganya. Setelah dia berhenti untuk pergi ke kamar kecil sambil juga mendaki bersama adik dan ibunya, dia kemudian terpisah dari keluarganya. Untuk menenangkan diri, dia mendengarkan siaran pertandingan baseball yang nyatanya justru membuat dia semakin tersesat di hutan itu.

Elevation

Elevation merupakan sebuah novel pendek karya Stephen King yang dirilis pada 2018. Jika biasanya novel karya Stephen King akan sangat panjang dan “tebal”, novel ini memiliki halaman kurang dari 150 halaman. Artinya novel ini bisa menjad pilihan yang cocok untuk diadaptasi di TV series. Bisa juga novel ini diadaptasi ke film layar lebar.

Novel ini bersetting di Castle Rock, Maine, sebuah wilayah yang menjadi setting banyak cerita King. Castle Rock juga digunakan di novel Cujo dan sempat direferensikan dalam novel Sleepwalkers. Dalam novelnya, seorang pria bernama Scott Carey harus berjuang melawan penyakit misterius. Meskipun dia tampak sehat, Scott dengan cepat harus kehilangan berat badannya. Dia pun khawatir dia akan mati, jika tidak mencari tahu apa penyebab dari penyakit itu.

Duma Key

Saat sebagian novelnya bersetting di sebuah wilayah bernama Castle Rock, novel Duma Key menjadi novel pertama yang memiliki setting yang berbeda yaitu di wilayah Florida. Novel ini bergenre horror psikologis dan dirilis pada 2008. Duma Key sempat menjadi perbincangan dimana banyak kabar menyebutkan bahwa novelnya akan diadaptasi ke layar lebar, tapi sayangnya sampai saat ini tidak ada wujud nyata dari hal itu.

Duma Key berkisah tentang seorang pria bernama Edgar yang sepertinya dia memiliki semua yang dia inginkan.  Tapi, suatu hari dia mengalami kecelakaan dan dia pun terluka parah. Istrinya tidak menerima keadaan suaminya tersebut, yang memaksa Edgar akhirnya pindah ke wilayah Florida. Disana, dia mencoba untuk mendapatkan kembali hidupnya dan perlahan hasilnya mulai terlihat. Tapi, apakah benar seperti itu?

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2