Buat Geeks penggemar One-Punch Man pastinya tahu tentang sosok Superalloy Darkshine. Sosok berotot dan berbadan besar ini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Karena kekuatan dahsyat tersebut, Superalloy menjadi salah satu pahlawan yang berada di kelas S bersama Tatsumaki, Bang, dan para pahlawan lainnya. Kepopuleran Superalloy juga gak kalah dibandingin Saitama.

Memang, kepopuleran dari Superalloy berasal dari kontroversi yang sempat muncul beberapa waktu yang lalu, dimana sebagian besar para penggemar anime dan manga di barat (Amerika) kurang setuju dengan desain karakter Superalloy. Mereka beranggapan kalau karakter ini merupakan salah satu bentuk rasis dari anime ini. Dan ini udah yang kesekian kalinya terjadi.

Meskipun begitu, Superalloy adalah sosok karakter yang luar biasa. Dia gak pernah menggunakan kekuatannya jika menurutnya situasi tersebut belum terlalu genting. Brute power atau kekuatan otot dari Superalloy bahkan hampir bisa menghancurkan apapun. Menjadi salah satu karakter yang cukup populer, membuat banyak para fans penasaran tentang cerita origin dari Superalloy.

Di manga One-Punch Man 182, kita akhirnya tahu bagaiaman cerita origin dari Superalloy. Di chapter sebelumnya diperlihatkan Superalloy yang bertarung melawan Awakening Garou, dimana sebelumnya Garou berhasil mengalahkan Puri Puri Prisoner hanya dengan satu pukulan aja. Pertarungan ini sempat dimenangkan oleh Superalloy, berkat kekuatan ototnya yang dahsyat.

Tapi, tentunya kekuatan Garou bukan hanya disitu. Dia pun terus berkembang dengan menyerang lebih cepat dan lebih kuat. Di chapter 182, kita melihat Superalloy yang mulai ketakutan melihat perkembangan kekuatan Garou. Di chapter ini juga kita melihat sedikit flashback dari masa lalu Superalloy, dimana dia dan Garou ternyata memiliki cerita yang sama yaitu sebagai anak yang tertindas.

Ketika usianya masih muda, Superalloy memiliki tubuh kurus kering. Karena tubuhnya itu, dia gak pernah mendapatkan hasil yang bagus di pelajaran olahraga. Dalam setiap permainan dia juga selalu kalah. Karena hal ini, Superalloy gak pernah percaya diri dan masa kecilnya dipenuhi dengan kesedihan dan penindasan.

Gak mau terus jadi bahan olokan, di ulang tahunnya yang ke 15 Superalloy meminta kepada orang tuanya untuk diberikan barbel seberat 3kg. Dia pun berlatih setiap hari dengan barbel tersebut. Selama beberapa tahun, berat beban barbel yang dianggap oleh Superalloy pun bertambah mulai dari 5kg, 10kg, 50kg, 200kg, 1ton, dan bahkan sampai gak terhitung lagi.

Dia pun sukses untuk membentuk tubuhnya menjadi lebih kekar dan lebih besar. Dan berkat kekuatannya yang besar, dia gak pernah kalah dalam setiap pertarungan. Hal ini juga berpengaruh terhadap kepercayaan dirinya, dimana dia mulai jauh lebih percaya diri. Superalloy sendiri pada awalnya lebih fokus pada berbagai kejuaraan olahraga, tapi kemudian dia mulai berpindah haluan untuk menjadi pahlawan dan perlahan, dia akhirnya berada di kelas S.

BACA JUGA: Mengapa Garou Lebih Menarik Dari Saitama?

Ada hal menarik dari flashback ini. Terungkap kalau Superalloy memiliki motivasi yang sama dengan Saitama, yaitu menemukan musuh yang bisa membuatnya mengeluarkan usaha sampai 100%. Selama ini, baik Saitama ataupun Superalloy gak pernah menemukan lawan yang “cocok” bagi mereka. Sampai akhirnya Superalloy berhasil bertarung melawan Awakening Garou, dan menyadari kalau Garou adalah lawan yang cocok buatnya.

Meskipun begitu, Garou masih jauh lebih unggul dibandingkan Superalloy terbukti dimana dia berhasil menumbangkan Superalloy. Sayangnya, dalam flashback ini kita gak diperlihatkan bagaimana perkembangan penampilan fisik dari Superalloy. Dalam flashback diperlihatkan jika Superalloy dulu memiliki rambut, namun sekarang dia tidak memiliki rambut. Kedua, dulu dia memiliki warna kulit berwarna putih. Tapi, sekarang warna kulitnya adalah hitam. Mungkin di chapter berikutnya ada penjelasan mengenai hal ini.

FOLLOW US