Dalam cerita sebelumnya di komik Captain Marvel karya Kelly Thompson dan Lee Garbett, kita melihat bagaimana Carol Danvers bertindak sangat aneh. Dia tiba-tiba berubah menjadi sosok jahat, dan “membunuh” rekan-rekannya di Avengers seperti Tony Stark dan Thor. Tapi, ternyata hal itu terpaksa dia lakukan demi menyelamatkan para pengungsi Kree yang ada di bumi.

Mereka berada di bawah ancaman dari Vox Supreme, sosok manusia buatan dan villain baru yang jauh lebih kuat. Dia sengaja memilih Carol Danvers, karena Carol lebih bisa dikendalikan. Vox Supreme mengancam akan meleakan kamp pengungsian Kree yang ada di wilayah New York, jika Carol tidak memberikannya lima kepala Avengers dalam waktu 24 jam.

Meskipun Carol tetap menyerang mereka, seperti yang diperlihatkan ketika bertarung melawan Thor dan juga Tony Stark, tapi Carol tidak benar-benar memberikan kepala mereka berdua kepada Vox Supreme melainkan kloning dari para Avengers, yang ada di markas SHIELD. Carol sudah mengalahkan Thor, Iron Man, Black Panther, dan She-Hulk, dan satu lagi kepala Avengers yang harus dia incar adalah sosok yang dia kagumi, yaitu Captain America.

Tapi, disini kita melihat bagaimana kualitas seorang Captain America baik sebagai seorang Avengers maupun menjadi sosok yang diteladani oleh yang lain. Dalam pertemuan keduanya di volume #15, Disaat Carol bersiap untuk bertarung melawan Captain America, meskipun dia sendiri tidak yakin untuk melakukannya, Steve melakukan hal yang tidak diduga.

Dia kemudian menjatuhkan tamengnya dan dia menyerah. Apa yang dilakukan oleh Steve tentunya membuat Carol kaget, tapi Steve kemudian menjelaskan bahwa dia percaya kepada Carol. Dia yakin bahwa Carol tidak mungkin melakukan hal tersebut jika tidak ada alasan yang mendesak, jika tidak ada sesuatu yang benar-benar bahaya. Steve akhirnya membiarkan Carol menghajarnya

Hal ini bukan berarti Avengers lain tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada Carol, mereka hanya terpicu dengan sesuatu oleh sebuah kekuatan yang besar. Lagipula, Carol sudah menjelaskan kepada Thor dan Tony tentang apa yang sebenarnya terjadi termasuk tentang ancaman Vox Supreme. Tapi, apa yang ditunjukan oleh Steve menujukan rasa percaya dan juga dukungan, yang seolah kembali menegaskan bahwa Captain America berbeda dari Avengers lainnya.