Seri One-Punch Man penuh dengan berbagai karakter yang menarik dan unik. Selain itu, mereka juga dipenuhi oleh berbagai karakter pahlawan dan monster dengan kekuatan yang sangat dahsyat dan mengerikan. Salah satunya adalah Saitama, yang merupakan protagonis utama dalam ceritanya dan menjadi pahlawan paling kuat dalam serinya dengan mampu menghancurkan musuhnya hanya dengan satu kali pukulan.

Tapi, benarkah Saitama adalah pahlawan yang “sebenarnya” dalam seri One-Punch Man? OPM didesain sebagai sebuah manga yang berbasis pertarungan dan sekaligus juga merupakan parodi dari genrenya yaitu Shonen, mencampurkan antara unsur drama dan komedi. Hal inilah yang menjadi ciri khas cerita OPM dan menjadi salah satu keunikan yang membuat OPM populer.

Ada banyak kelas pahlawan dalam cerita OPM, mulai dari kelas C sampai kelas S. Mereka mewakili level kekuatan dari masing-masing pahlawan, mulai dari yang lemah sampai yang paling kuat. Ada salah satu karakter yang cukup mencolok dalam cerita OPM selain Saitama, yaitu Mumen Rider. Pahlawan dari kelas C ini memiliki ciri khas seragam bersepeda, kacamata, penutup kepala, selalu menggunakan sepeda kemanapun dia pergi, dan berbagai teknik andalannya mengandalkan sepeda.

Mumen Rider dianggap sebagai sekutu Saitama paling lemah, karena dia ditampilkan selalu gagal dalam menghadapi berbagai monster yang jauh lebih kuat darinya. Setiap kali dia bertarung melawan monster kuat, dia akan “hancur lebur” dikalahkan oleh monster tersebut. Meskipun tidak tidak lebih kuat dari Saitama, yang membuat dia “spesial” adalah rasa keadilan yang dia miliki dan juga rasa tanggung jawab atas tugas yang dia emban sebagai seorang pahlawan.

Memang ada banyak karakter kuat dan memiliki daya tarik yang luar biasa, seperti Genos, Bang, Suiryu, atau bahkan Garou. Tapi, disadari atau tidak, sebenarnya Mumen Rider mewakili semangat genre Shonen itu sendiri di tengah-tengah cerita OPM yang penuh dengan parodi, drama, dan komedi. Bahkan, bisa dibilang jika Mumen Rider memenuhi kriteria sebagai seorang protagonis utama.

Bagi seorang Mumen Rider, tidak ada misi yang terlalu besar atau terlalu kecil; dia mau mengatur lalu lintas jalanan dan dia juga mau menghadapi monster laut, Deep Sea King, meskipun dia tahu dia tidak akan mungkin menang melawan monster tersebut. Tanpa ada bantuan siapapun, dia melawan monster tersebut sendirian. Bahkan Saitama datang terlambat pada saat itu. Dia tidak memperdulikan dirinya, yang dia perdulikan hanyalah keselamatan warga kota.

Kualitas itulah yang membedakan Mumen Rider dengan para karakter lainnya seperti Saitama atau Tatsumaki sekalipun. Dia sadar akan kelemahannya, tapi dia tidak pernah menyerah untuk mencoba. Mumen Rider tidak melanjutkan pertarungannya karena dia memiliki tujuan khusus atau mungkin juga dia sedang mempersiapkan diri untuk jauh lebih kuat dari sekarang.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2