Salah satu episode terbaru dari Dragon Ball Super mengejutkan para fans dengan memberikan perubahan besar terhadap transformasi Super Saiyan versi orisinal dan menjelaskan bagaimana cara kerja dari transformasi Super Saiya terbaru itu. Sejak pertama kali digunakan oleh Goku dalam cerita pertarungan melawan Frieza, form Super Saiyan kini sudah memiliki berbagai variasi form yang sangan kuat.

Beberapa contoh dari variasi form Super Saiyan adalah Super Saiyan 2, Super Saiyan God, Super Saiyan Blue, dan juga Super Saiyan 4 yang muncul dalam ceritan versi non-canon. Meskipun sudah banyak evolusi dan perubahan yang terjadi, tetap form Super Saiyan orisinal tetap yang menjadi versi yang paling penting.

Perubahan Goku menjadi form Super Saiyan untuk pertama kali, tetap menjadi salah satu momen yang bersejarah dan ikonik dalam sejarah anime. Meskipun istilah “Super Saiyan” kini menjadi sebuah istilah yang sering digunakan, arti sebenarnya dari kata tersebut tetap masih ambigu untuk sebagian orang sampai saat ini. Di momen sebelum kematian Vegeta, dia sempat mengatakan bahwa Goku akan menjadi seorang Super Saiyan yang melegenda dan mampu mengalahkan Frieza.

Frieza kemudian berhasil mengalahkan para petarung lainnya, seperti Krillin. Kematiannya membuat Goku mencapai pada level tertinggi kemarahannya. Namun, hal itu justru memberikannya kekuatan baru yang lebih kuat. Rambutnya kemudian berubah menjadi emas dan matanya berubah menjadi hijau, dan akhirnya Super Saiyan pertama dalam cerita Dragon Ball pun hadir.

Form Super Saiyan lainnya juga muncul kemudian, namun metodenya sama. Amarah yang kemudian menjadi pemicu munculnya perubahan Goku menjadi seorang Super Saiya. Namun, dalam cerita Universal Survival Saga yang muncul di cerita Dragon Ball Super kita diperlihatkan sesuatu yang lain dari sistem kerja Super Saiyan. Dalam adegannya, diperlihatkan bahwa Cabba yang berasal dari Universe 6, mencoba untuk melatih Caulifla untuk bisa mendapatkan form Super Saiyan miliknya, demi mempersiapkan diri menuju Tournament of Power.

Ketika Cabba gagal untuk membuat Caulifla marah dan emosi, Cabba mencoba cara lain untuk memicu transformasi tersebut. Dia menjelaskan bahwa ketika dia memfokuskan seluruh energi untuk dialirkan ke bagian belakang tubuhnya, dan ketika seluruh kekuatan mulai bangkit, dia merasakan sebuah sensasi kuat dalam dirinya. Dari sanalah, kemudian Cabba bisa mengakses form Super Saiyang dengan lebih mudah.

Dengan pengetahuan tersebut, Caulifla kemudian mencoba mempraktekan apa yang sudah dijelaskan Cabba, membuatnya berubah menjadi Super Saiyan tanpa perlu membuatnya marah. Penjelasan Cabba tentang bertransformasi menjadi Super Saiyan dengan mengalirkan energi ke bagian belakang tubuh, merupakan penjelasan yang baru dan sesuatu yang tidak diduga .

Karena, seperti yang sudah dijelaskan di atas, selama ini kita diperkenalkan bahwa Super Saiyan hanya bisa dipicu atau dimunculkan ketika ada rasa amarah yang tinggi, seperti yang dipraktekan oleh Goku. Penjelasan baru tentang cara membangkitkan form Super Saiyan ini ternyata kurang mendapatkan tanggapan positif dari para fans. Mereka menganggap penejelasan tersebut terdengar cukup konyol dan dirasa tidak perlu.

Sebagian lainnya berpendapat bahwa penjelasan baru ini masuk akal jika diaplikasikan di Universe 6, yang mana artinya hal tersebut tidak berlaku untuk semua Saiyan yang ada di cerita Dragon Ball. Namun, perubahan ini ternyata sudah dikonfirmasi dan merupakan bagian dari canon dan akan berlaku bagi para karakter utama juga.

Sebenarnya, penjelasan ini dirasa masuk akal dan bisa menjawab teka-teki yang selama ini menjadi misteri tentang bagaimana memunculkan Super Saiyan. Jika form Super Saiyan hanya bisa dipicu atau dihadirkan dengan rasa marah saja, lalu bagaimana caranya karakter seperti Goku, Gohan, dan Vegeta bisa memunculkan form Super Saiyan sesuka hati?

Sepertinya, memang pada awalnya para karakter tersebut harus memiliki amarah yang besar untuk memicu munculnya form Super Saiyan. Tapi, seiring berjalannya waktu dan ketika mereka sudah mahir dan ahli dalam mengendalikan kekuatan Super Saiyannya, emosi tersebut sepertinya sudah tidak diperlukan lagi. Oleh karena itu, penjelasan baru ini dirasa lebih masuk akal.

Selama ini, penjelasan tentang Super Saiyan tidak pernah ditampilkan secara detail dalam seri Dragon Ball Z. Tapi, apa yang dilakukan oleh Cabba dalam seri Dragon Ball Super memberikan penjelasan terbaik, setidaknya untuk saat ini.