Joker dan Batman memang merupakan “pasangan” yang fenomenal baik di dunia komik maupun di dunia film. Sudah banyak cerita pertarungan antara Joker dan Batman di komik, dan terkadang mereka berdua juga bertukar tempat. Contohnya adalah dalam komik Batman: White Knight dan Curse of the White Knight. Tapi, seri komik Joker: Year of the Villain memberikan sesuatu yang berbeda.

Komik tersebut sebenarnya merupakan “reboot” dari komik Joker pada 2008, yang ditulis oleh Brian Azzarello dan Lee Bermejo, dimana Joker memiliki hubungan dengan para bawahannya. Tapi, di komik terbaru ini Joker dan Six of Hearts memiliki hubungan yang lebih mendalam. Six of Hearts bisa dianggap merupakan calon “penerus” dari Joker. Dan sebagai seorang mentor bagi penerusnya, Joker memberikan contoh bagaimana menjadi instrumen kehancuran.

Joker berhasil kabur dari rumah sakit Arkham, dan mengajak serta Six yang merupakan penderita mental yang tidak stabil. Apa yang dilakukan oleh mereka benar-benar kacau, dan anehnya bahkan mereka juga menghentikan usaha perampokan sebuah stasiun bahan bakar yang dilakukan oleh Condiment King.

Kemudian Joker membeli kostum Halloween Batman dan Robin dari seri TV pada tahun 1966, dan mereka pun melanjutkan untuk menegakan “hukum” di Gotham. Apa yang dilakukan oleh Joker kemudian benar-benar mengerikan. Joker kemudian mengerahkan seluruh pria di wilayah Gotham untuk memburu Enchantress.

Perlahan, Six kemudian menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Joker bukanlah ketidak warasan seperti dirinya melainkan memang Joker senang untuk membunuh. Ketika Six berusaha untuk kabur dari Joker, badut kriminal kota Gotham tersebut ternyata sudah mengetahui identitas pribadi dari Six. Joker pun menahan ibu dari Six.

Ketika berusaha untuk menyelamatkannya, Joker melakukan apa yang dia pernah lakukan terhadap Jason Todd, yaitu menghajarnya dengan linggis. Tapi, berbeda dengan apa yang dia lakukan terhadap Todd, Joker tidak membunuh Six. Dia menganggap apa yang dia lakukan untuk membuat Six kuat. Dengan keadaan sekarat, Six kemudian dibawa ke rumah sakit oleh ibunya.

Hal ini menunjukan betapa gilanya sosok Joker, dan menunjukan bagaimana dia begitu senang bermain-main dengan simbol Batman. Terlepas dari itu semua, apa yang dilakukan oleh Joker kembali mengingatkan jika target utamanya adalah selalu Batman.