Setelah sekian lama dinanti, akhirnya film arahan Todd Phillips, Joker, rilis secara global mulai hari ini. Film tersebut dibintangi oleh Joaquin Phoenix yang berperan sebagai Arthur Fleck alias Joker. Seperti yang diungkapkan oleh Todd Phillips, bahwa film ini akan berada di luar universe DCEU dan tidak akan memiliki kesamaan cerita dari versi Joker yang sebelumnya.

Oleh karena itu, ada banyak hal menarik yang ditampilkan dalam film ini. Tapi, yang paling menyita perhatian adalah cerita tentang sosok Arthur Fleck alias Joker yang diceritakan merupakan anak dari Thomas Wayne. Apakah Arthur Fleck benar-benar anak dari Thomas Wayne?

Menulis Surat

Sejak awal film, kita diperlihatkan bagaimana setiap kali Arthur pulang ke apartemennya dia selalu mengecek kotak surat. Ketika sudah tiba, ibunya, Penny Fleck, kemudian menanyakan apakah sudah ada surat balasan untuk surat yang dia kirim. Arthur selalu menjawab bahwa belum ada surat balasan dari seseorang yang ibunya kirimi surat yang ternyata adalah Thomas Wayne.

Arthur menjelaskan kepada ibunya bahwa Thomas Wayne adalah orang sibuk apalagi dia sedang menjadi salah satu kandidat dari walikota Gotham. Ibunya terus bertanya tentang balasan surat tersebut yang membuat Arthur kesal. Namun, ibunya menjawab bahwa Thomas Wayne adalah sosok yang baik. Peny Fleck juga mengatakan bahwa dia pernah bekerja di kediaman Wayne.

Suatu hari, ibunya menulis sebuah surat lagi dan meminta Arthur untuk mengirimkannya. Namun, Arthur membuka surat tersebut. Hal yang mengejutkan Arthur adalah ketika mengetahui bahwa ibunya menulis jika mereka dulunya memiliki hubungan, dan Arthur adalah anak dari hasil hubungan mereka. ibunya menjelaskan bahwa dia sudah menanda tangani surat perjanjian agar tidak memberi tahukan kepada siapapun tentang hal tersebut.

Bertemu Dengan Thomas Wayne

Mengetahui isi surat ibunya dan mengetahui informasi bahwa Arthur adalah anak dari Thomas Wayne, Arthur pun pergi ke Wayne Manor. Tujuannya adalah untuk berbicara dengan Thomas Wayne mengenai perihal tersebut. Namun, Arthur tidak bisa bertemu dengan Thomas karena dihadang oleh seorang penjaga (masih belum diketahui apakah karakter tersebut Alfred Pennyworth atau bukan).

Namun, informasi yang mengejutkan kembali muncul dari penjaga Wayne Manor yang menyebutkan bahwa ibunya adalah seseorang yang delusional.  Arthur pun kemudian pergi ke acara amal yang diadakan oleh Wayne Foundation untuk bertemu dengan Thomas Wayne. Di kamar kecil, akhirnya Arthur bertemu dengan Thomas dan sempat mengutarakan perasaanya.

Namun, informasi mengejutkan muncul ketika Thomas menyebutkan jika ibunya merupakan sosok yang delusional sama seperti yang diungkapkan oleh penjaga di Wayne Manor. Selain itu, Thomas juga menyampaikan hal yang luar biasa yaitu bahwa Arthur sebenarnya bukanlah anak dari Thomas dan Peny. Ibunya mengadopsi Arthur ketika masih kecil alias Arthur adalah anak adopsi.

Pergi ke Rumah Sakit Arkham

Mendengar penjelasan dari Thomas Wayne, Arthur pun kemudian pergi ke rumah sakit jiwa Arkham untuk mencari informasi mengenai ibunya. Berdasarkan catatan medis 30 tahun lalu, Peny Fleck pernah dirawat di Arkham dan memang mengalami penyakit gangguan kejiwaan seperti narsistik dan juga delusional.

Bahkan informasi lainnya juga muncul, yaitu sebuah surat pengajuan adopsi. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Thomas Wayne. Dalam catatan medis Peny juga terdapat banyak potongan koran yang memberitakan sosok Peny yang kemudian disusul oleh sebuah flashback wawancara Peny dengan seorang dokter di Arkham.

Meskipun ada bukti lain yaitu sebuah foto wanita muda dengan tulisan indah di belakangnya dan inisial “TW” yang bisa diartikan Thomas Wayne, bukan berarti Arthur adalah anak dari Thomas Wayne. Jadi, intinya adalah seperti yang diceritakan oleh Thomas dan penjaga di Wayne Manor juga catatan medis Peny, Arthur adalah anak yang diadopsi oleh Peny sejak masih kecil.

Bahkan, Peny dan juga kekasihnya selalu menyiksa Arthur yang membuatnya trauma kepala. Apakah hal ini bisa jadi pemicu mengapa Arthur seperti sekarang? ada kemungkinan. Karena, Arthur pun menyadari bahwa sedari dulu dia sudah “terluka” baik fisik maupun jiwanya.