Apakah Geeks pernah merasa sedih karena salah satu adegan di anime? Selama ini, mungkin sebagian dari kita merasakan kesedihan ketika melihat TV series atau film yang ditampilkan secara live-action. Tapi, anime juga memiliki beberapa adegan yang bisa mengundang air mata. Bahkan ada yang memberikan dampak mendalam bagi para fansnya. Apa saja?

Koro Sensei – Assassination Classroom

Bagaimana rasanya jika kita memiliki seorang guru yang bisa memberikan dampak kepada kita? Tentunya sangat menyenangkan. Beruntung, kita mungkin tidak harus membunuh guru yang menyenangkan tersebut, tapi tidak dengan kelas 3-E dalam anime Assassination Classroom. Mereka harus membunuh guru mereka tersebut.

Sebuah adegan flashback dari kelas 3-E muncul, dimana Koro-Sensei bersama-sama seluruh murid kelas tersebut menjalani waktu bersama sebelum akhirnya Nagisa menusukan pisau ke jantung gurunya dengan mengucapkan selamat tinggal. Lagu yang diputar pada saat adegan ini adalah Tabidachi No Uta, sebuah lagu yang sesuai dengan adegan flashback dan juga memperkuat feel dari adegan tersebut.

Setsuko – Grave of the Fireflies

Bukan hal aneh bagi Studio Ghibli untuk membuat film animasi atau anime dengan tema kesedihan. Tapi, mereka benar-benar menyentuh hati para penontonnya ketika memperlihatkan kematian dari Setsuko dalam film Grave of the Fireflies. Setsuko adalah seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sudah harus merasakan bagaimana pahitnya dunia.

Setsuko mengagumi kakaknya, Seita, yang berusia 14 tahun dan selalu melakukan apapun demi adiknya. Setelah Setsuko memakan sedikit potongan semangka, Seita kemudian mencari makanan lainnya. Sayangnya, semangka tersebut merupakan makanan terakhirnya karena dia meninggal dunia saat tertidur. Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah cerita ini diadaptasi dari kisah nyata, seorang anak kecil yang berusaha untuk bertahan hidup setelah bom Hiroshima dan Nagasaki menghantam Jepang.

Otonashi – Angel Beats

Meskipun sebagian besar karakter dalam Angel Beats tewas, tapi kematian dari Otonashilah yang paling menyentuh. Sebagian besar cerita diungkapkan ketika karakternya sudah mati, dan di kehidupan selanjutnya, tapi Otonashi sendiri tidak mengingat bagaimana dia bisa mati. Dalam sebuah petualangan untuk mencari tahu bagaimana dia bisa meninggal, dia pun berteman dengan karkater lainnya dan mencari tahu bagaimana mereka bisa meninggal.

Untuk mendapatkan kembali ingatannya, Yuri kemudian menghipnotis otonashi dimana dia mengingat bahwa dia memiliki seorang adik yang sedang sakit. Ketika adiknya meninggal, Otonashi kemudian belajar dengan giat untuk menjadi dokter, tapi saat perjalanan menuju ujian kereta yang dia tumpangi mengalami kecelakaan akibat gempa bumi. Terjebak selama tujuh hari, dia berhasil menyalamatkan orang lain berkat apa yang sudah dia pelajari. Sayangnya, dia sendiri tidak selamat.

Nina Tucker – Full Metal Alchemist Brotherhood

Salah satu momen yang ikonik dalam Full Metal Alchemist Brotherhood adalah bagaimana ketika orang-orang mengetahui penyebab kematian Nina. Shou Tucker adalah seorang ahli kimia yang terancam kehilangan sertifikatnya. Ketika dia mendapatkan sertifikasi tersebut, dia menggunakan kemampuannya untuk mengubah istrinya menjadi seekor chimera ketika marah.

Namun, ternyata bukan hanya istrinya yang menjadi korban. Anaknya, Nina, dan juga anjingnya yaitu Alexander juga menjadi korban. Akhirnya Nina pun dibunuh oleh ahli lainnya yaitu Scar untuk mengakhiri penderitaannya. Scar pun sempat berdoa setelah melakukan hal tersebut.

Ushio – Clannad: After Story

Musim kedua dari Clannad memperlihatkan kita pada kematian dari Ushio. Tomoya dan Nagisa memiliki seorang anak perempuan yang bernama Nagisa. Pada suatu musim dingin, Ushio harus terkena sebuah penyakit yang sangat misterius. Tomoya pun menyerah untuk menyembuhkan anaknya dan memutuskan untuk mengikuti kemauan anaknya.

Tomoya selalu mengajaknya pergi ketika Ushio menginginkannya. Ketika melalui jalan yang bersalju, penyakitnya membuat Ushio tidak sadarkan diri. Dia kemudian pingsan di atas salju dan mengatakan kata terakhirnya kepada ayahnya. Tomoya pun kemudian menangis sambil memegang tubuh anaknya yang sudah tidak bernyawa.

BERSAMBUNG KE HALAMAN 2