Sebagai seorang karakter protagonis utama dalam seri animasi dan manga One-Punch Man yang sangat over power, Saitama sampai saat ini terus mencari musuh atau lawan yang bisa bertahan dari satu pukulannya. Tapi, hal itu nampaknya tidak berhasil. Dalam musim kedua di seri animasinya, Saitama sudah banyak bertarung dengan berbagai monster, kriminal, robot, alien, dan seorang ahli bela diri.

Sayangnya, meskipun sudah banyak musuh yang dia hadapi tidak ada diantara mereka yang mampu “memuaskan” Saitama yang ingin bertarung secara habis-habisan. Dengan sulitnya menemukan musuh dan juga lawan yang bisa menandingi kekuatannya, Saitama pun mulai kehilangan kepercayaan dirinya dan juga keinginan untuk menjadi sosok pahlawan.

Saitama sendiri memulai cerita dalam hidupnya sebagai seorang pekerja kantoran biasa, yang kemudian menemukan seorang anak kecil yang sedang terancam nyawanya oleh monster berbentuk kepiting, Crablante. Meskipun hampir mati, Saitama terus berusaha untuk mengalahkan Crablante. Setelah berhasil dikalahkan, Saitama pun kemudian memutuskan untuk menjadi seorang pahlawan.

Sejak saat itu, Saitama menjalankan sebuah program latihan demi mewujudkan impiannya menjadi pahlawan. Latihan tersebut tanpa diduga membuat Saitama sangat (luar biasa) kuat. Berbeda dengan pertarungan pertamanya, Saitama sekarang bisa mengalahkan monster dan siapapun hanya dengan satu pukulan dan serangan saja.

Kelebihan itu nyatanya membuat Saitama bosan, karena dirinya merasa tidak ada adrenalin dan tantangan yang muncul ketika bertarung. Saking frustasinya, Saitama bahkan sampai mengikuti perlombaan bela diri dengan harapan para jago bertarung tersebut bisa memberikan keinginan yang sudah lama dia dambakan, yaitu pertarungan yang seru. Sayangnya turnamen tersebut juga gagal memuaskan Saitama.

Terlepas dari dia didiskualifikasi akibat menggunakan identitas orang lain di akhir pertandingan, Saitama dengan mudah mengalahkan lawan-lawannya. Bahkan Suiryu, mantan pemenang turnamen tersebut, masih tidak ada apa-apanya dibanding Saitama. Menyerah dengan keinginannya, Saitama bahkan sempat mengatakan jika dirinya ingin berhenti menjadi seorang pahlawan.

Untuk seseorang yang luar biasa kuatnya seperti Saitama, ancaman besar yang datang bukanlah datang dari musuh atau orang lain. Nyatanya musuh terbesar yang harus dia hadapi adalah dirinya sendiri dan juga besarnya keinginan dalam dirinya. Oleh karena itu, di musim kedua kita melihat Saitama mencoba untuk mengalih hal tersebut dengan bermain game dan meningkatkan ketertarikannya dengan ilmu bela diri. Padahal di luar sana sedang ada serangan monster besar-besaran terjadi.

Keterlibatan Saitama dalam berbagai peristiwa penting pun semakin berkurang dan hal ini berbanding terbalik dengan tujuan awal Saitama yang ingin menjadi seorang pahlawan. Ironisnya, meskipun Saitama tahu jika King adalah orang yang selalu mengambil kredit atas apa yang dia lakukan, King merupakan orang yang justru memberikan semangat kepada Saitama.

King mencoba untuk meyakinkan Saitama untuk terus berada di jalan kebenaran dan terus mempertahankan keinginannya menjadi seorang pahlawan. King juga mengingatkan kepada Saitama bahwa tujuan sebenarnya menjadi seorang pahlawan tidak berhenti pada keinginan personal saja, melainkan harus mengejar sebuah tujuan-tujuan yang mulia. Apakah Saitama memang akan kembali berkomitmen untuk menghajar para monster di season 3 masih harus kita nantikan.

Garou sendiri saat ini sudah diculik oleh asosiasi monster dalam keadaan terluka parah setelah bertarung melawan Bang. Saitama pastinya akan kembali ikut terlibat dalam sebuah konflik besar yang menghadirkan asoisasi monster. Tapi, mudah-mudahan Saitama memahami bahwa seperti yang diungkapkan King bahwa tindakan kepahlawanan bukan bertujuan untuk mencari lawan yang seimbang, melainkan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan kejahatan yang mengancam dunia.