Ada hal yang tak biasa dimana ternyata villain X-Men legendaris bernama Apocalypse sebenarnya adalah pahlawan super tertua di Marvel. Dibuat oleh Louise Simonson dan Jackson Guice pada tahun 1985, Apocalypse merupakan salah satu villain yang paling ditakuti oleh X-Men. Dia terkenal karena membawa dunia di bawah kendalinya pada masa Age of Apocalypse.

Apocalypse adalah salah satu mutan pertama, dan merupakan makhluk abadi yang lahir pada 5000 tahun lalu di zama Mesir kuno. Dia dibesarkan oleh suku-suku disana dan akhirnya diperbudak pada saat kepemimpinan Rama-Tut. Namun karena diperbudak, Apocalypse yang saat itu masih menggunakan nama En Sabah Nur memimpin sebuah pemberontakan melawan Rama-Tut. Rupanya walau kalah persenjataan, pemberontakan itu berhasil, dan karena juga dibantu oleh Fantastic Four yang dibawa kembali ke masa lalu untuk membantu menggulingkan Rama-Tut.

Asal-usul Apocalypse telah banyak diketahui, tetapi selama beberapa dekade terakhir, Marvel telah mengungkapkan bahwa dia sebenarnya bukan seorang villain sama sekali. Faktanya, pada 2620 SM, En Sabah Nur bersekutu dengan Imhotep dan Moon Knight. Bersama-sama, mereka menghalau serangan dari ras alien Brood, yang akan menghabisi seluruh umat manusia.

Imhotep kemudian mendirikan Brotherhood of the Shield, sebuah organisasi rahasia yang melindungi dunia selama berabad-abad lamanya, dan akhirnya organisasi itu berubah menjadi SHIELD modern yang kita kenal sekarang ini. Meskipun Apocalypse tampaknya tak menjadi anggota Brotherhood of the Shield, namun dia tetap bersekutu dan pernah memihak kepada mereka beberapa kali.

Dalam Powers of X #4, terungkap bahwa ini bukan pertama kalinya Apocalypse menyelamatkan dunia. Issue ini mengungkap sejarah rahasia Krakoa, sebuah pulau yang telah menjadi rumah baru X-Men. Dalam Powers of X #4, di zaman kuno ada sebuah tanah yang disebut Okkara, dan tanah itu terpecah oleh Twilight Sword yang mungkin menjadi referensi untuk senjata legendaris Surtur. Okkara terpecah menjadi dua entitas yaitu Krakoa dan Arakko. Karena terpecah, hal tersebut menciptakan semacam portal ke dimensi Hellish dan iblis akhirnya keluar dari sana dan mendatangi bumi.

Untungnya Apocalypse berdiri untuk menghadapi para iblis itu. Ia mampu memaksa monster tersebut kembali dan menyumbat portal tersebut. Mungkin pepatah barat “you either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain”, telah membuktikan bahwa sang Apocalypse yang telah hidup lama dan abadi, bisa berubah menjadi salah satu villain X-Men paling kuat.